
Semua orang di dalam ruangan tampak terkejut ketika melihat Roy membawa Sarah untuk bergabung bersama mereka. Sarah, penjahat nomor satu yang dikenal oleh Emma. Emma merasa bingung mengapa gadis itu berada di sini.
"Apa-apaan ini, Roy?" tanya Emma dengan ekspresi tidak senang.
"Nyonya, hanya dia yang dapat membantu kita," ucap Roy dengan tenang dan yakin.
Yuki, yang tidak mengetahui asal muasal permusuhan antara Emma dan Sarah, tidak membuang waktu. "Ayo, ikut saya," ajaknya pada Sarah dengan harapan dapat membantu untuk mengobservasi Lukas. Sarah mengangguk dan mengikuti Yuki dari belakang, sambil menundukkan kepala saat melewati Emma.
"Nyonya, dia sudah mendapatkan hukuman. Apakah tidak terlihat bekas-bekas lukanya?" tanya Roy, mencoba menenangkan Emma yang tampak kesal. Emma masih belum bisa memaafkan Sarah atas perbuatannya yang jahat terhadap suaminya.
"Hukuman apa? Kenapa aku tidak tahu?" tanya Emma, masih enggan untuk berdamai.
"Tuan sendiri yang menghukumnya. Anda tenanglah. Ini juga demi Bos Lukas, oke? Tidak ada yang tahu tentang kandungan teh herbal sebaik Sarah," jelas Roy, berusaha mengusir kekhawatiran Emma.
"Hhh... Baiklah, aku percaya pada penilaianmu," sahut Emma akhirnya melunak. Semua ini dilakukan demi Lukas. Emma tidak ingin mengganggu proses penyembuhan suaminya sehingga dia dapat segera sadar.
......................
"Apa?" Yuki terbelalak mendengar penjelasan dari Sarah tentang kandungan-kandungan beracun dalam teh herbal yang selama ini disamarkan sebagai minuman kesehatan. "Kau sungguh biadab!" hardik Yuki dengan marah, membuat Sarah merasa takut dan malu. Meskipun Sarah bukanlah yang meracik teh herbal tersebut, Sarah juga merupakan anggota komplotan penjahat yang tidak dapat dimaafkan.
"Hhh... Kita akan mengurus hukumanmu nanti. Berdoalah semoga Lukas segera sadar, sehingga hukumanmu dapat diringankan," ucap Yuki kemudian. Ia bergegas menuju laboratorium mini yang telah diinstalasi oleh Lukas beberapa waktu lalu, dan mulai membuat ramuan detoksifikasi untuk memulihkan fungsi organ tubuh Lukas, sebelum memberikan ramuan penawar yang telah disiapkan.
......................
Setelah mendengar penjelasan Sarah mengenai zat-zat dalam teh herbal, Yuki menyimpulkan bahwa Horvitex, salah satu bahan dalam ramuan penawar, merangsang produksi zat mediator inflamasi yang kuat dalam sistem imun tubuh. Ini dapat menyebabkan respons kekebalan tubuh yang berlebihan dan tidak terkontrol.
Respons kekebalan tubuh yang berlebihan ini menghasilkan pelepasan sitokin dalam jumlah besar. Sitokin-sitokin ini memicu peradangan sistemik yang meluas dan meningkatkan permeabilitas pembuluh darah.
"Hhh... Lukas memang menderita gangguan panik, tapi aku tidak menyangka bahwa ini akan menjadi begitu parah," gumam Yuki sambil mendestilasi beberapa minyak herba walingi yang akan dicampurkan ke dalam ramuan detoks yang sedang ia buat.
Respon kekebalan tubuh yang berlebihan ini memperburuk kecemasan Lukas dan membuatnya sulit mengendalikan serangan panik. Reaksi penolakan terhadap Horvitex meningkatkan gejala kecemasan dan menekan sistem saraf, yang akhirnya menyebabkan Lukas jatuh dalam keadaan koma.
Dengan pemahaman ini, Yuki memodifikasi ramuan penawar yang telah ia buat sebelumnya dengan menghilangkan bahan-bahan yang dapat berinteraksi dengan Cantharidin. Yuki memilih kombinasi tanaman herbal yang memiliki sifat menenangkan dan meredakan peradangan sebagai langkah awal untuk membuka jalan bagi ramuan penawar utama.
__ADS_1
Jika tidak segera ditangani, kondisi Lukas akan menjadi sangat berbahaya dan mengancam jiwanya. Untungnya, Yuki mengetahui tentang reaktan yang mengganggu proses penyembuhan dari ramuan penawar yang sedang ia buat dengan cepat. Dengan demikian, Yuki dapat mengganti Horvitex dan menyempurnakan ramuan penawarnya dengan cermat.
......................
"Yuki! Bagaimana keadaan Lukas sekarang?" tanya Emma khawatir, setelah berjam-jam menunggu di luar kamar. Yuki sengaja tidak mengizinkan orang lain masuk ke kamar Lukas terlebih dahulu agar bisa fokus memberikan ramuan detoksifikasi untuk Lukas. .
Sarah sudah digelandang kembali ke penjara rahasia setelah memberikan informasi dan melihat dampak dari trik peracunannya selama ini. Sarah terpukul dan menyesali perbuatannya. Ia juga tidak memberontak ketika dibawa kembali ke tempat asalnya.
"Nyonya, interaksi antara ramuan beracun dan penawar yang menyebabkan Lukas jatuh koma," jelas Yuki setelah menyelesaikan proses detoksifikasi pada tubuh Lukas. Kini, Yuki bergabung dengan Emma di ruang tengah, ditemani oleh Roy.
"Astaga... Lalu?" tanya Emma penasaran.
"Ramuan beracun dari akar macadonia bisa dieliminasi dengan ramuan penawar saya. Namun, ternyata ada senyawa lain dalam teh tersebut, yaitu Cantharidin. Jadi, ramuan saya ditolak oleh tubuh Lukas karena reaksi tersebut," ucap Yuki, mencoba menjelaskan aktivitas praklinisnya secara sederhana.
"Hmm... Aku tidak paham... Hhhh..." Emma tampak khawatir.
"Tenang saja. Saya sudah melakukan detoksifikasi. Jadi, ramuan penawarnya akan saya sempurnakan dengan mengeliminasi zaat Horvitex. Kalau ini, senyawa dari ramuan saya, yang berperang dengan Cantharidin tadi, sehingga tubuh Lukas K.O," Kali ini, Yuki tampak yakin bahwa Emma akan memahami maksudnya.
"Ah, jadi begitu... Intinya, ada ramuan baru, kan?" sahut Emma antusias. Ia sudah sedikit memahami cara kerja obat-obatan yang sedang dibuat oleh Yuki.
......................
Malam telah berganti siang, dan Yuki, yang hanya sempat beristirahat sebentar, akhirnya menemukan keajaiban. Setelah beberapa percobaan dan penyempurnaan, Yuki berhasil menciptakan ramuan penawar yang lebih aman dan efektif. Ramuan ini mengandung kombinasi bahan-bahan yang mampu menenangkan sistem kekebalan tubuh Lukas dan meredakan gejala reaksi penolakan. Yuki berhasil mengganti Horvitex dengan akar kejora yang memiliki efek menenangkan syaraf secara alami.
"Ayo! Kamu pasti bisa, Lukas!" pekik Yuki dengan semangat pada Lukas yang masih belum membuka matanya. Setelah beberapa kali mendapatkan suntikan ramuan detoksifikasi, akhirnya Lukas pun sadar. Ia juga setuju untuk melakukan uji coba obat berikutnya tanpa jeda, karena tubuhnya membutuhkan rangsangan ramuan dengan cepat agar hasilnya efektif.
Emma yang baru saja bangun tidur langsung bergegas ke kamar Lukas, dan ia menangis bahagia melihat suaminya akhirnya membuka matanya. "Sayangku..." panggilnya dengan hati gembira. Lukas terenyuh melihat wajah Emma yang tampak khawatir setelah beberapa hari ini.
Yuki, di sisi lain, meminta izin untuk memberikan ramuan penawar yang telah disempurnakan kepada Lukas. Jika dalam waktu 10 menit tidak ada reaksi penolakan, maka ramuan tersebut adalah yang tepat dan dapat dikonsumsi untuk memulihkan tubuh Lukas.
Glek... Glek... Glek...
Lukas mulai meminum ramuan penawar yang diberikan oleh Yuki. Emma dan Yuki tampak cemas, mereka semua berharap tidak ada efek samping yang muncul setelah ini.
__ADS_1
1 menit...
5 menit...
10 menit...
Waktu telah berlalu,
dan Lukas tidak menunjukkan reaksi penolakan apa pun.
"Yey! Kita berhasil!" pekik Yuki penuh semangat. Lukas dan Emma saling memeluk dan mencium satu sama lain dengan penuh gairah, hingga mereka lupa bahwa Yuki masih berada di kamar itu bersama mereka.
"Take your time..." Yuki melambaikan tangan dan pamit undur diri dari kamar Lukas, membiarkan dua insan yang sedang dimabuk cinta saling melampiaskan gejolak hasrat yang selama ini tertahan.
......................
Dalam perjalanan penyembuhannya, Lukas akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Ia bangkit dari koma yang membelenggunya dan perlahan-lahan pulih dari efek racun yang pernah merasuki tubuhnya.
"Ini, uangmu. Dan ini, alamat Anthony," ucap Roy, mewakili bosnya yang belum dapat bertugas secara penuh.
Yuki menerima uang sebesar 2 miliar setelah dipotong denda, serta secarik kertas yang berisi alamat Anthony, mantan pacar yang telah menguras hartanya untuk taruhan judi.
"Terima kasih, Roy! Sampaikan salam untuk tuan dan nyonya yang sudah bangun. Sepertinya mereka akan lama di sana, karena masalah dengan itunya sedang diatasi, haha... Sampai jumpa! Terima kasih juga atas alamatnya!" seru Yuki sambil melambaikan tangan dengan riang. Ia kemudian naik ke mobil jemputan untuk diantarkan pulang ke rumahnya.
"Ya.. Baiklah. Alamat lembur lah ini," gerutu Roy tampak murung. Yuki tersenyum melihat tingkahnya.
......................
"Pak, antar saya ke tempat ini saja," ucap Yuki menolak untuk pulang. Ia meminta untuk diantarkan ke lokasi Anthony, dan memberikan secarik kertas pada Pak Hendro yang bertuliskan alamatnya. Yuki akan segera melakukan perhitungan dengan Anthony. Tunggu saja!
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1