
Kehebohan skandal yang menyandung grup MNGTV tak hanya berakhir dengan pemecatan presdir Gautam saja, namun juga penyingkiran Nyonya Olivia sebagai pasangan selingkuh-nya.
"TIDAK!! Kalian tidak bisa melakukan ini padaku! Aku adalah pemegang saham utama di sini! Aaargggh!! Lepaskan!!!" teriak nyonya Olivia ketika digelandang keluar oleh security yang pada hari kemarin masih tunduk dan patuh padanya.
BRUAK!
Mereka bahkan membanting tas kesayangannya yang bernilai ratusan juta rupiah.
"Kalian tidak akan lolos dari pemecatan! Lihat saja!" umpatnya bersungut-sungut sambil memungut tas kremes yang dibanting pria-pria kekar berseragam itu.
"Omo.. Omo.. Lihatlah siapa ini, pengemis menyedihkan," celetuk seorang nona muda parlente yang baru saja keluar dari dalam gedung. Ia berpakaian sangat rapi dengan padanan jas putih dan celana panjang berwarna cokelat muda.
"Lu--Lucy? Kau! Kenapa kau ada di dalam sana?" pekik nyonya Olivia kebingungan. Keponakan yang paling dibencinya saat ini sedang berlagak seperti nyonya rumah di dalam gedung miliknya.
"Tante, nggak lihat berita?" tanya Lucy sinis sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Nyonya Olivia tak bisa mengelak kehebohan kabar miring tentangnya yang tersiar ke seantero negri.
"I--itu. Apa hubungannya denganmu?" tanya nyonya Olivia masih tak mengerti, sambil mengibas-ngibaskan debu yang menempel pada tas seharga ratusan juta rupiah miliknya.
"Pak, berikan surat pemecatannya, dan juga copy sertifikat saham milik saya," tukas Lucy dengan angkuhnya. Seorang security tampak mendekat ke arah nyonya Olivia sambil memberikan dokumen-dokumen yang disebutkan.
"A--apa?? Berani-beraninya para cecunguk itu menikamku dari belakang! Sial!!" teriak nyonya Olivia menggila sambil meremas dan merobek-robek surat pemecatan dirinya. Ia juga tak menyangka, bahwa, Lucy akan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dengan memborong saham hingga menjadi pemegang saham utama PT. Hains Construction.
__ADS_1
"Tante harusnya bersyukur, tidak ada konsekuensi hukum yang harus dijalani. Kakek cuma mengusir tante saja. Sudahlah, pergi jalan-jalan sana, ngga usah mikir yang enggak-enggak. Enyahlah dengan tenang, okay?" seloroh Lucy sambil memasuki gedung Hains Tower yang sudah berpindah kepemilikan.
"Lucy!! Dasar pelacur cilik!!! Aargghhh!" teriak nyonya Olivia tanpa menghiraukan sekitarnya. Ia baru saja hendak menjambak rambut keponakannya yang luar biasa angkuh dan licik itu, namun, para security langsung mengunci kedua tangan nyonya Olivia, dan mengancamnya agar tak melakukan hal aneh.
"Pergilah dengan tenang, Madam! Sebelum polisi datang!"
Wanita tua itu lantas mencakar tas kesayangan dengan amarah yang membara. Ia tak menyangka, gairah sesaat yang tak bisa dikendalikan olehnya menimbulkan malapetaka besar seperti ini. Bukan hanya posisinya sebagai pimpinan tertinggi perusahaan saja yang kolaps, namun, reputasinya juga hancur hingga ke dasar jurang.
"Gautam... Kekasihku... Hiks.. Bapak-bapak sialan..." gumamnya pelan. Nyonya Olivia akhirnya masuk ke dalam mobilnya, dan bersiap untuk hengkang ke luar negri agar dapat menyelamatkan wajahnya.
Skandal Olivia dan Gautam bermula ketika cinta romantis yang mereka bina, kandas akibat keserakahan keluarga. Baik Olivia maupun Gautam pada akhirnya harus menikahi sekutu bisnis keluarga supaya keberlangsungan grup tetap terjaga.
Merasa dikhianati takdir, cinta terlarang itu akhirnya muncul juga. Olivia tetap mencintai Gautam, begitu pula sebaliknya. Ketika Olivia telah ditinggal mati suaminya, Gautam mulai sering menghiburnya, bahkan hingga naik ke ranjang hotel ternama. Perselingkuhan itu diketahui oleh istri Gautam, yang tak mempermasalahkannya. Namun, berbeda jika skandal tersebut diendus oleh media. Seorang wartawan sempat memotret malam panas mereka dan memberikan ancaman. Karena tak digubris, ancaman itu pun benar-benar terlaksana, dan skandal mereka terkuak di media.
Ironisnya, kali ini, yang menguak perselingkuhan itu adalah nyonya besar sendiri. Di usia tuanya, ia lebih memilih untuk menyingkirkan kerikil-kerikil kehidupan dan mulai menjalani hidup dengan tenang. Olivia dan Gautam, akhirnya berhasil turun panggung dengan memalukan.
......................
"Selamat datang, nyonya, tuan," sapa Cici yang menyambut kedatangan kedua majikannya dengan wajah berseri. Hampir setiap hari, Lukas dsn Emma selalu turun dari mobil yang sama. Ketika Lukas harus lembur, Emma akan pulang duluan. Namun, jika tidak, mereka akan pulang bersama-sama demi menjaga keutuhan rumah tangga. Begitu menurut Lukas. Namun, sebenarnya, ia tak ingin Emma diantar pulang oleh orang lain seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya.
"Aku mandi dulu ya, baru kita makan," pamit Lukas lantas naik ke lantai tiga. Emma mengangguk dan mencuci tangannya terlebih dahulu, lalu menunggu suaminya turun untuk makan bersama.
"Nyonya... Uuuunch... Mesra banget... " goda Cici sambil menyajikan teh hangat untuk Emma.
__ADS_1
"Apaan sih," tukas Emma dengan wajah bersemu merah. Ia juga tak habis pikir dengan perubahan sikap Lukas padanya. Ia sudah tak pernah membanting pintu, dan selalu mengajak pulang bersama. Lukas yang tak pernah makan malam di rumah pun, kali ini selalu menyempatkan untuk menikmati hidangan bersama Emma.
"Menurut pengamatan saya nih ya, Nyah. Kelakuan tuan kesini-sini tuh, indikator suap buat bikin adek bayi, hihihihi...." celetuk Cici dengan raut wajah meyakinkan.
"Uhuk! Uhuk!!" Emma langsung tersedak dibuatnya.
......................
Lucy yang kini menjabat sebagai pengganti tante Olivia, mulai merestrukturisasi anak buahnya. Ia tak ingin ada divisi gemuk yang tidak efisien. Beberapa karyawan senior juga sudah dipurna-tugaskan dua tahun sebelum masa pensiun mereka. Lucy ingin timnya terdiri dari banyak anak muda, sehingga pergerakan mereka menjadi gesit.
Lucy adalah presdir termuda yang pernah dimiliki oleh PT. Hains Construction. Ia tentu tak ingin mengecewakan ekspektasi kakek yang telah mensponsorinya.
"Lukas... Tunggulah.. Aku akan datang kembali padamu," desis Lucy sambil menatap sebuah bingkai foto kecil yang diletakkan di atas meja kerjanya. Bingkai itu memuat potret tiga anak kecil berseragam sekolah menengah pertama, dengan latar belakang sebuah taman bunga yang mekar dengan indah.
Keberadaan Lukas bagi Lucy seperti sebuah kisah yang belum mencapai akhir yang jelas di dalamnya. Kali ini, Lucy akan memperjuangkan kisah cintanya.
...****************...
...Bersambung...
...****************...
__ADS_1
......