Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 101


__ADS_3

"Maaf"


"Maaf"


"Maaf, maafkan aku" ucap Raymond dengan lirih.


"Sudahlah, aku tidak apa dan tak bermaksud mengatai mu" balas Zahra tenang.


Namun berbeda dengan Ray, dia terus saja memeluk Zahra dan mengucapkan kata maaf.


Dia sangat enggan untuk melepaskan pelukannya, Ray juga mencium pucuk kepala Zahra lembut.


"Mas, jangan terlalu fokus pada pekerjaan. Kau tahu bukan, dulu aku merasa di abaikan karena hal itu. Itu juga tidak apa, namun harus ada batasannya" ucap Zahra.


"Aku tidak akan mengulangi nya, maafkan aku" balas Ray menatap Zahra dengan sendu.


Zahra menggelengkan kepala dengan tersenyum, dia mengusap lembut wajah Raymond.


"Aku tidak apa, maaf aku berkata seperti itu mungkin karena hormon hamil" ucap Zahra tersenyum.


"Ayo kita pulang, aku merasa lelah" ajak Zahra kembali.


Ray menganggukan kepala, kemudian mereka berjalan ke arah Bunda dan Bibi yang sudah siap dengan barang.


Setelah itu, mereka masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.


Zahra langsung saja tertidur karena memang dia lumayan lelah, padahal tidak melakukan hal apapun yang cukup berat.


"Ray" panggil Bunda.


"Kurangi aktifitas mu di perusahaan, berikan waktu mu bersama dengan Zahra. Dia kesepian jika harus selalu kamu tinggal samapi larut" ucap Bunda sendiri.

__ADS_1


"Iya Bun, aku akan membawa pekerjaan ke Rumah mulai besok" balas Raymond dengan yakin.


Bunda hanya mengangguk, dia bisa melihat bahwa di antara kedua nya ada selisih paham. Bunda juga mengerti bahwa Zahra memang kesepian selama beberapa hari ini, karena Ray yang selalu kerja sampai malam dan keluar kota.


Kehamilan Zahra sudah semakin tua, dia mungkin hanya ingin di temani dan berbagi keluh dengan Ray saja.


Hingga kemudian mereka sampai juga di mansion, Bunda tidak turun karena dia akan langsung pulang ke mansion utama bersama sopir pribadi, Ray.


Ray sendiri langsung menggendong Zahra, ia menyuruh Bibi dan pengawal membawa barang yang ada di mobil.


"Maafkan aku, Sayang" ucap nya dengan terus berjalan naik tangga.


Ray merebahkan Zahra dengan lembut, bahkan dia juga mengecup kening nya lama dan dalam.


Ray memilih ikut merebahkan diri di samping Zahra, dia memeluk nya dengan hangat.


Hingga kedua nya terlelap di siang hari, dengan cuaca yang lumayan mendung seperti akan hujan.


Dan benar saja, tak lama kemudian hujan turun lumayan deras dengan di iringi petir.


"Aku ingin makan dulu" gumam nya dengan mencoba melepaskan pelukan Raymond.


Setelah lepas, dia langsung saja menuju ke lantai bawah lebih tepat nya lagi menuju ke dapur.


"Nyonya" sapa salah satu pelayan yang kebetulan akan turun.


"Ayo biar saja bantu, hati-hati" ucap nya lagi dengan sopan.


Zahra mengangguk, dia kemudian memegang tangan pelayan dan mereka turun ke bawah.


"Bi, aku ingin makan steek daging dengan jus buah naga" ucap Zahra dengan meneguk ludah kasar.

__ADS_1


"Baik Nyonya, biar nanti koki yang memasak nya" balas pelayan tersebut dengan tersenyum.


"Kenapa Nyonya Zahra sangat menggemaskan sekali ya jika menginginkan sesuatu" batin Pelayan tersebut dengan mengulum senyum nya.


Sesampai nya di dapur, pelayan tersebut memberitahu keinginan sang Nyonya pada salah satu koki disana.


Zahra duduk dengan menikmati camilan, dia santai dengan melihat sang koki yang sedang memasak.


Namun atensi nya buyar saat Ray berteriak dari lantai atas memanggil namanya.


"Bi, tolong bilang pada Tuan aku ada disini" ucap Zahra yang tidak memungkinkan berteriak.


Pelayan tersebut mengangguk dan pergi menghampiri Tuan muda nya.


Terlihat raut wajah bangun tidur dengan bercampur khawatir di wajah sang Tuan muda.


Raymond langsung beranjak ke dapur setelah mendapatkan kabar bahwa Istri nya ada disana.


"Sayang" ucap nya dengan helaan nafas lega.


Zahra tersenyum kecil, lalu ia memberikan minuman untuk sang Suami.


"Maaf ya, aku tadi lapar jadi kesini sendirian" ucap Zahra dengan lembut.


"Lain kali bangunkan aku, oke" balas Ray yang sudah duduk di samping Zahra.


Hingga tak lama kemudian , pelayan menyajikan masakan yang sudah di pesan oleh Zahra tadi.


Ray langsung mengambil nya dan mulai menyuapi Zahra dengan telaten.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2