
Pagi-pagi sekali rombongan Raymond sudah meninggalkan Hotel. Mereka langsung saja menuju ke Bandara untuk melakukan kembali perjalanan.
Aeni, Doni dan Ana akan langsung terbang ke Indonesia karena pekerjaan mereka sudah menanti. Apalagi Aeni akan segera memulai perkuliahannya.
Ibu nampak memeluk Aeni dengan erat, ia rasanya berat meninggalkan gadis tersebut.
"Doni, tolong titip Adik mu ini ya. Ana, Ibu minta tolong padamu untuk menjaga Aeni, meski dia bukan Adik ipar kandungmu tetapi dia sudah Anak kandung Ibu" ucap Ibu pada Putra dan menantu nya.
Ana mendekat, ia memeluk Ibu mertua nya dengan hangat.
"Ibu tenang saja, aku akan menjaga Aeni dengan baik. Aku tidak mempermasalahkan status nya Bu. Aku akan marah jika dia tidak fokus pada kuliah nya" balas Ana dengan yakin.
"Mbak Ana benar Bu, aku juga akan memantau nya walaupun dari sini" timpal Zahra mengusap lembut pundak sang Ibu.
Ibu menganggukan kepala nya, ia lalu memeluk mereka bertiga untuk perpisahan.
Begitupun dengan Aeni, ia juga memeluk Zahra dengan erat.
"Berjanjilah padaku untuk selalu baik-baik saja, Kak" bisik Aeni dengan lirih.
"Aku akan baik-baik saja, kamu tenang dan fokuslah pada kuliah mu" balas Zahra.
Lalu mereka masuk ke dalam pesawat tujuan masing-masing yang akan segera lepas landas.
Sedangkan Raymond dan keluarga nya sudah menunggu di dalam karena takut akan ketahuan semua orang.
__ADS_1
"Sayang" panggil Ray saat Zahra masuk.
Zahra tersenyum dan menghampiri Ray setelah melihat kedua orangtua nya duduk di kursi.
"Apa sudah gak sakit?" tanya Ray dengan mengusap lembut perut Zahra.
"Enggak Mas, mungkin kemarin aku kelelahan" jawab Zahra lembut.
Ray mengangguk, lalu ia memeluk Zahra dengan erat dan mengecup pucuk kepala nya lembut.
"Selamat ya atas keberhasilan mu, sayang. Aku bangga sekali padamu" bisik Ray dengan lembut.
"Ini semua juga berkat kamu yang selalu menjadi motivasi ku, Mas. I Love You" balas Zahra dengan menatap Raymond penuh cinta.
Cup.
Setelah nya mereka sama-sama tersenyum dan saling memberi kehangatannya lewat pelukan.
**
Aeni, Doni dan Ana duduk berdampingan bertiga. Mereka saling bercerita dan menggoda satu sama lainnya.
"Bang, terimakasih ya karena kalian sudah mau menampung anak jalanan yang tak tau asal usul nya ini" ucap Aeni lirih.
"Ck, bicaramu itu asal saja Aeni, kau itu Adik dan Putri di keluarga kami jadi jangan bicara seperti itu lagi" balas Doni dengan kesal.
__ADS_1
Aeni tersenyum dan memeluk Doni hangat, setelah itu ia juga memeluk Ana dan mengusap lembut perut nya.
"Mbak, kau wanita hebat karena mau saja sama Abang yang ngeselin" celetuk Aeni dengan santai nya.
"Kau ini ada-ada saja" kekeh Ana dengan mengusap lembut kepala Aeni.
Lalu mereka bertiga pun terkekeh kecil bersama, setelah nya Doni meminta mereka untuk istirahat saja karena perjalanan masih panjang dan lama.
Ana langsung saja patuh tetapi tidak dengan Aeni, ia menatap keluar jendela yang di samping nya.
Doni yang melihat nya pun menatap bingung pada Aeni.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, Dek?" tanya Doni
Huh.
Aeni membuang nafas panjang, ia lalu menatap Abang nya.
"Aku merasa ada seseorang yang berniat jahat pada Kak Raymond dan Kak Zahra" bisik Aeni dengan lirih.
"Kamu jangan khawatir, mereka pasti akan bisa menangani nya" ucap Doni lembut.
Aeni mengangguk, lalu ia mencoba memejamkan mata nya dan terlelap seperti Ana.
.
__ADS_1
.
.