Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 47


__ADS_3

Sesuai janji Raymond, sebelum proyek ini berlangsung dan mereka akan sibuk mereka akan melakukan tour ke Hawaii.


Dan weekend besok mereka akan pergi kesana bersama seluruh ketua Divisi sedangkan para karyawan hanya di beri cuti dan bonus saja.


Raymond akan menggelar acara ulangtahun perusahaan nanti di tempat wisata dengan seluruh karyawan nya.


Mereka langsung makan siang bersama dan menandatangani berkas kerja sama tersebut.


Raymond sangat puas dengan hasil kerja keras nya bersama dengan anak buah nya untuk memenangkan tender ini.


Setelah selesai, mereka di izinkan langsung pulang oleh Raymond.


Dan Zahra pun langsung saja pulang karena ia juga merasa lelah, ia akan menyuruh salah satu anak buah Ray mengantarkan mobil nya.


"Zah, kau akan langsung pulang? Lalu bagaimana mobil mu?" tanya Dewi.


"Aku akan minta seseorang mengantarkannya, aku cukup lelah dengan hari ini jadi aku akan langsung pulang" jawab Zahra dengan tersenyum.


Dewi hanya menganggukan kepala nya saja, lalu Dewi dan Wendi pun naik ke mobil jemputan untuk kembali ke perusahaan terlebih dulu.


Sedangkan Ray dan Irwan sudah lebih dulu kembali ke mansion Ray.


Zahra memejamkan mata nya sebentar saat ia sudah berada di dalam taxi.


Lalu ia membuka mata kembali , ia menyetop taxi di depan supermarket depan.


Setelah itu ia keluar dan masuk ke dalam supermarket tersebut.


Zahra membeli beberapa bahan untuk membuat salad buah dan juga puding. Setelah di rasa cukup, ia menelpon anak buah Ray untuk menjemput nya disana.


Hingga tak lama kemudian, mobil milik Zahra pun datang dan ia langsung saja masuk ke dalam.


"Ehhhh" kaget Zahra saat melihat ada Ray disana.


Zahra lalu mengubah wajah kaget nya, ia langsung memeluk Raymond dengan senang.


"Apa kau sudah rindu kembali padaku?" tanya Raymond dengan terkekeh.

__ADS_1


Zahra hanya tersenyum saja, ia terus saja memeluk Ray dengan memejamkan mata nya.


Hingga tanpa sadar Zahra pun sudah terlelap di pelukan sang Suami.


"Tuan, sepertinya ada yang mengikuti kita" ucap anak buah Ray.


Ray lalu melihat ke belakang lewat kaca tengah dan ternyata benar bahwa ada yang mengikuti mereka.


"Suruh yang lainnya mengurus dia, dan tanya apa motif nya mengikuti mobil Zahra" ucap Raymond tegas.


"Baik Tuan" ucap nya dengan patuh.


Lalu ia menghubungi temannya yang lain untuk mengurus penguntit sang Nona.


Dan ia kembali fokus pada jalanan untuk mengecoh penguntit tersebut.


Ray menyuruh anak buah nya untuk masuk ke dalam komplek perumahan kalangan bawah yang selalu menjadi jalan pintas bagi Zahra menuju mansionnya.


"Siapa mereka, kenapa mereka mengikuti Zahra" batin Raymond dengan geram.


Hingga pada akhir nya mereka sampai juga di mansion Ray, Ray langsung membawa Zahra ke dalam kamar nya dan memberikan plastik belanjaan sang Istri pada Nany.


Ray akan membuat kejutan untuk Zahra di mansion nya, ia akan menyulap halaman belakang dengan begitu indah nya.


Nany pun bergegas membeli beberapa keperluan yang di minta sang Tuan muda, bahkan ia juga membeli beberapa bahan makanan yang spesial buat nanti malam.


Setelah memastikan Zahra masih terlelap dan aman, Ray pun turun ke bawah.


Ia akan turun tangan untuk memasak buat makan malam nya.


**


Sedang Irwan, ia sudah berada di mansion tempat anak buah nya bernaung.


Ia langsung kesana saat Ray memberitahu ada yang menguntit Zahra.


"Dimana dia?" tanya Irwan dengan aura dinginnya.

__ADS_1


"Dia ada di ruang biasa Tuan, dia di utus oleh perusahaan Tuan Niko untuk merebut semua hasil desain milik Nona Zahra" jawab anak buah yang di tugaskan menjaga Zahra.


"Saya tadi langsung mencaritahu saat tahu bahwa Nona Zahra akan aman bersama dengan rekan saya dan juga Tuan muda" lapornya kembali.


Irwan mengangguk, ia dan Ray memang memiliki anak buah yang tak banyak tetapi semua nya sangat ahli dan juga kompeten dalam bekerja.


"Selidiki Niko, aku yakin dia akan terus mengganggu Nona Muda" ucap Irwan dengan tegas.


"Baik Tuan" balas anak buah nya patuh.


Irwan lalu memutuskan untuk pulang lebih dulu, ia akan memberitahu Ray besok pagi saja karena malam ini Ray akan memberikan kejutan untuk Zahra.


Irwan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, ia meremas setir nya dengan geram saat tahu siapa yang mencoba mengganggu Zahra.


"Niko, kau dulu sudah merebut Nona Intan sampai dia berselingkuh dari Raymond dan Nona Intan memilih mu, hingga kejadiaan na'as menimpa nya saat dia melahirkan Putri nya. Dan sekarang kau kembali lagi berharap untuk merebut semua hasil kerja keras Ray, aku tidak akan membiarkannya" gumam Irwan dengan emosi.


Irwan menetral kan semua nya terlebih dulu sebelum masuk ke dalam mansion, ia tidak ingin membuat Bunda dan Istri nya khawatir.


Setelah itu, Irwan masuk dengan langkah cepat dan ia tersenyum saat melihat Citra yang menyambut nya.


"Bagaimana hasil nya?" tanya Citra dengan menerima tas kerja serta jas milik Irwan.


"Kita memenangkan tender itu, Kakak ipar sangat hebat" jawab Irwan dengan bangga.


"Mereka berdua sangat profesional dalam bekerja, bahkan Zahra dan Ray membuat kita melambung tinggi" ucap nya lagi.


Citra tersenyum bahagia, ia lantas memeluk sang Suami dengan erat.


"Kalian memang hebat" puji Citra dengan lembut.


Irwan terkekeh, ia membalas pelukan Citra dan mengecup pucuk kepala nya dengan lembut.


Setelah itu, mereka langsung saja masuk ke kamar nya untuk membersihkan diri.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2