Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 90


__ADS_3

Sesampai nya di Restoran, Zahra terus saja menempel pada Rau dan tak mau berdekatan dengan siapapun bahkan dengan Bunda sekalipun.


"Sini, katanya mau di suapi Bunda?" ucap Bunda pada Zahra.


Zahra tak merespon, dia malah melirik Citra yang sudah menikmati makanan yang memang sudah ada di atas meja mereka.


"Aku gak jadi di suapi oleh Bunda, Mbak" ucap Citra dengan santai nya.


Zahra mengangguk tersenyum, dia lalu bergeser ke arah Bunda dan langsung saja sang Bunda menyuapi nya.


Ray dan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepala saja, mereka sangat bingung dengan tingkah laku Zahra yang tidak biasa nya.


Zahra makan sangat lahap, ia juga bahkan menikmati beberapa menu masakan khas Indonesia lainnya.


"Apa kamu ingin pulang ke tanah air?" tanya Ray lembut.


Zahra tak langsung menjawab, ia menghabiskan terlebih dulu makanan yang ada di mulut nya.


"Tidak Mas" jawab Zahra dengan tersenyum, namun Ray tahu bahwa sang Istri menyembunyikan keinginannya.


"Kita akan pulang setelah proyek ini tuntas ya" ucap Raymond mengusap lembut pucuk kepala Zahra.


"Enggak usah Mas, kamu fokus saja pada proyek yang sudah berjalan dan yang baru. Aku gak apa kok" balas Zahra tersenyum.

__ADS_1


Bunda menggelengkan kepala saat Ray akan kembali berbicara. Dia tidak ingin merusak mood Zahra yang kurang baik selama satu minggu ini.


Ray menghela nafas panjang, dia kemudian menganggukan kepala nya pada Bunda.


Dan Zahra kembali makan, namun sekarang makannya sendiri dan tidak di suapi oleh Bunda.


"Alhamdulilah kenyang" ucap Zahra sambil mengusap perut nya lembut.


"Mas, kita langsung pulang ya? Aku ngantuk" ucap Zahra pada Raymond.


"Mbak, anterin aku dan Mas Irwan ke Rumah sakit dulu ya, hari ini jadwal cek kandungan" bujuk Citra.


Zahra menatap Raymond, dan Ray pun menganggukan kepala nya.


"Boleh, tapi aku boleh ikut masuk ya" balas Zahra semangat.


Zahra menganggukan kepala dengan antusias, kemudian mereka pergi ke Rumah sakit bersama-sama.


Kebersamaan mereka menjadi sorotan bagi orang-orang disana, terlebih lagi Raymond yang menggandeng tangan Zahra mesra.


**


Sedangkan saat ini, Niko dan yang lainnya sudah berpindah ke penjara bawah tanah milik Raymond.

__ADS_1


Disana mereka bisa mengetahui bagaimana gerak-gerik mereka sendiri saat di pantau oleh Ray.


Dan Niko pun merasa kaget karena dia tidak menyangka bahwa Ray akan sedetail itu tentang diri nya.


"Pantas saja mereka dapat dengan cepat, alat yang mereka gunakan sangat canggih dan keren" ucap Kartika.


"Kita itu bekerja dengan otak, bukan dengan nafsu apalagi kekerasan" celetuk anak buah Ray.


"Tuh makan" ucap nya lagi dengan memberikan mereka nampan berisi 5 piring nasi dengan di temani telur saja.


Setelah memberikan makanan nya, anak buah Ray pergi dari sana dan mematikan semua sistem yang ada disana.


Sedangkan Niko dan yang lainnya hanya berdecak kesal, seumur nya mereka baru melihat makanan yang berupa begini.


Apalagi dengan Kartika, dia sangat enggan makan karena tak bernafsu.


Dan yang lainnya mau tak mau harus makan, karena mereka tidak mau sampai mati kelaparan disana.


"Makan saja, nanti juga akan ganti menu nya" bujuk Niko pada Kartika.


Kartika menghembuskan nafas kasar , dia patuh dan pada akhir nya makan karena memang lapar.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2