Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 68


__ADS_3

Wendi melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, ia marah dan benci pada diri nya sendiri.


Ia tidak ingin punya penyakit seperti itu, walaupun masih ada harapan tetapi kecil.


"Aarrrrggghhhhhh" teriak Wendi dengan begitu frustasi.


Hingga ia tidak sadar bahwa di depan sana ada truk yang sedang berusaha menyalip kendaraan lain.


Bruk.


Bruk.


"AAAAAAAAA" teriak Wendi dengan kencang.


Brak.


Kecelakaan pun tak teralihkan, bahkan mobil Wendi terpental sangat jauh karena truk yang berlawanan arah sedang melaju tinggi.


**


Di Rumah, Amelia duduk dengan tidak tenang, ia terus saja merasa gelisah dan pikirannya tak tenang.


"Tenang lah, Nak" ucap Mommy.


Sedangkan yang lainnya berusaha menghubungi Wendi tetapi tidak kunjung di angkat.


"Perasaan aku gak enak, Mom" balas Amelia dengan lirih


Amelia memeluk Mommy dengan erat, sedangkan sang Ibu mertua nya hanya bisa mengusap lembut punggung Amelia.


*Drrtt


Drrtt*

__ADS_1


Ponsel Amelia bergetar dengan berkali-kali, dan Amel pun langsung melihat siapa yang menelponnya.


"Halo, dengan siapa ini?" tanya Amelia setelah menerima telpon tersebut.


" ....... "


"Tidak mungkin" ucap Amelia dengan tatapan yang kosong dan air mata yang sudah menetes.


"Ada apa, Nak?" tanya Ibu mertua nya.


Amel hanya diam dengan tangisan yang semakin menjadi, lalu sang Daddy langsung saja mengambil alih ponsel sang Putri.


Setelah mendapatkan informasi tersebut, sang Ayah langsung saja memberikan ponsel Putri nya pada sang Istri.


"Bersiaplah, kita akan pergi ke Rumah sakit sekarang juga" ucap Ayah dengan cepat.


"Nanti saja aku ceritakan disana, sekarang kita pergi" ucap nya lagi sebelum yang lainnya banyak bertanya.


Tanpa membuang waktu, mereka langsung saja bergegas pergi ke Rumah sakit.


Ayah bergegas melajukan mobil nya karena ia takut besan nya tak fokus dan malah terjadi sesuatu.


Di sepanjang jalan, mereka hanya diam dan hanya isak tangis Amel saja yang terdengar disana.


Hingga tak lama kemudian mereka sampai di Rumah sakit yang di tunjukan oleh Daddy Amel.


"Ayo kita masuk sekarang" ajak Daddy.


Mereka langsung keluar dan bergegas ke dalam Rumah sakit.


"Ada apa sebenar nya?" tanya Ibu dengan perasaan yang takut.


Hah.

__ADS_1


"Wendi kecelakaan dan sekarang sedang di ruang gawat darurat" jawab Daddy dengan helaan nafas panjang.


"A apaa" ucap Ayah, Ibu dan Mommy dengan kaget dan syok.


"Ayo Dadd" ajak Amelia dengan terisak.


Daddy mengangguk dan langsung pergi ke ruangan yang di sebutkan oleh polisi yang menelponnya.


Dan yang lainnya pun ikut serta mengikuti Daddy dan Amelia.


Hingga ketika sampai di depan ruangan tersebut, Daddy langsung saja menghampiri Polisi dan berbincang sebentar.


"Bagaimana, Dad?" tanya Amelia setelah melihat kepergian Polisi.


"Ya benar disana adalah Wendi, ia tabrakan dengan truk yang mengangkat barang berat yang sedang melaju kencang untuk menyalip kendaraan lain, dan Wendi pun melajukan mobil nya tinggi dan kecelakaan itu pun tak terelakan lagi" jelas Daddy dengan menghela nafas panjang.


"Ya Tuhan" ucap Ibu dengan badannya yang bergetar karena kaget


Amelia pun langsung terduduk lemah saat mendengar penjelasan sang Daddy.


"Sopir truk pun meninggal di tempat dan Wendi terpental dengan jauh dan Polisi pun belum tahu kabar nya dari Dokter" ucap Daddy kembali.


"Hiks hiks"


Terdengar isak tangis di depan ruangan tersebut, isak tangis dari Amelia dan Ibu yang sangat memilukan. Sedangkan Mommy hanya meneteskan air mata dan menangis dalam diam.


Ayah Beni memeluk sang Istri dengan erat agar sang Istri lebih kuat dan sabar.


Begitupun dengan Mommy, ia memeluk Putri nya dengan erat dan menangis dalam pelukan tersebut bersama.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2