
Setelah melepaskan rindu tersebut, Ray membiarkan Zahra terlelap di atas ranjang dengan memeluk tubuh nya.
Ray menatap wajah cantik Zahra dengan tersenyum, ia terus saja mengecup pucuk kepala Zahra.
"Hal yang paling membuatku semangat adalah kamu Zah, entah kenapa setelah bertemu dengan pertama kali nya aku merasa kamu adalah segala nya untuk ku" gumam Raymond dengan tersenyum.
"Tetaplah berdiri di sampingku apapun dan bagaimana pun cara nya, aku akan tetap menggenggam tangan mu selalu" gumam nya lagi.
Setelah nya, Ray ikut memejamkan mata nya dengan memeluk Zahra hangat.
Ia rindu pelukan hangat ini, senyuman manis yang selalu menyambut nya di mansion.
***
Di kediaman Niko, dia sedang marah besar karena anak buah nya tidak berhasil membuntuti Raymond dan Irwan.
Entah kenapa mereka selalu saja kehilangan jejak nya.
"Bagaimana dengan Zahra ? Wanita yang ahli dalam desain itu?" tanya Niko pada anak buah nya.
"Laporan yang saya terima, dia sedang cuti setelah mendapatkan tender besar itu Bos. Tuan Raymond yang memberikan nya cuti sebagai hadiah" jawab anak buah Niko.
"Lacak keberadaan dia, kita harus mendapatkannya agar perusahaan kita lebih maju dari perusahaan Ray" perintah Niko dengan tegas.
"Baik Tuan" balas anak buah nya patuh.
Setelah kepergian anak buah nya, Niko masuk ke kamar nya untuk menenangkan diri nya.
"Sial, kenapa Ray selalu unggul daripada aku. Sejak masa sekolah dulu dia selalu juara, di saat kuliah pun sama dia selalu juara, padahal dia hanya anak miskin yang berjuang dengan beasiswa" geram Niko dengan menghempaskan tubuh nya di atas ranjang.
"Aku kira dia akan runtuh saat tahu bahwa Istri nya selingkuh dan berkhianat, tetapi ia bisa bangkit dan bahkan mengembangkan pesat perusahaannya" gumam Niko dengan memejamkan mata nya.
Niko terus saja memikirkan cara untuk meruntuhkam kembali Raymond, ia sudah ingin menguasai semua nya dengan cepat.
__ADS_1
"Apa aku bu*uh saja dia" gumam nya dengan tersenyum licik.
Niko lalu memilih untuk istirahat terlebih dulu, ia akan membahas nya nanti malam bersama Asistennya.
Sebenarnya Niko juga mempunyai perusahaan yang cukup besar, tetapi ia selalu berfoya-foya dan mengabaikan urusan perusahaan demi merebut milik oranglain.
Bahkan orangtua Niko terbilang orang terkaya di Negara tersebut, tetapi mereka masih merasa kurang dan terus saja mengejar dunia oranglain untuk mereka gapai.
*
Malam hari nya, Niko pergi ke club untuk menemui wanita yang selalu menemani nya berkencan.
Malam ini Niko ingin sekali kepuasaan agar pikirannya tenang dan terlupakan sejenak tentang Raymond.
"Hai sayang" sapa wanita itu dengan manja.
Niko langsung saja memeluk nya dan melabuhkan ciuman panas nya di area gunung himalaya wanita tersebut.
"Ayo kita ke Apartemen ku" ajak wanita itu.
"Dengan senang hati sayang" balas Niko semangat.
Mereka lalu keluar dari club bersama-sama dan langsung menuju ke mobil Niko.
Niko melajukan mobil nya menuju Apartemen si wanita dengan tangan yang terus mengusap paha wanita nya.
"Apa kau senang dengan liburannya?" tanya Niko lembut.
"Tidak terlalu, disana tidak seru karena tidak ada kamu Niko" jawab Wanita itu cemberut.
Niko hanya terkekeh, ia dan wanita tersebut memang sudah menjalin kasih sudah lama tetapi mereka membebaskan dirinya masing-masing agar tidak terlalu di kekang.
Hingga pada akhir nya mereka sampai juga di Apartemen, Niko dan wanita masuk ke dalam.
__ADS_1
Mereka sudah sangat tak sabar untuk melepaskan ha*rat yang membelenggu di dalam diri mereka.
*
Terdengar suara erangan, ******* dan juga lenguhan di dalam kamar Apartemen tersebut.
Niko dan wanita nya melepas semua rindu yang sudah hampir beberapa bulan tidak bertemu.
Wanita tersebut anak dari kolega bisnis Niko yang mempunyai investasi besar di perusahaanya.
Dan Niko memanfaatkannya agar Ayah si wanita terus berinvestasi pada perusahaan dirinya.
"Ahhhhhh sayang" jerit mereka bersahutan setelah melepaskan semua nya.
Wanita tersebut terkulai lemas di pelukan Niko, ia bermanja dengan Niko.
"Sayang, kata Ayah dia akan berinvestasi lagi ke perusahaan mu secepat nya, tetapi" ucap wanita itu terjeda.
"Tetapi apa sayang?" tanya Niko dengan penasaran.
"Dia ingin kamu memajukan perusahaan mu agar lebih untung banyak untukmu dan Ayah" jawab nya dengan manja.
"Baiklah sayang, aku akan usahakan semampu ku ya" balas Niko dengan lembut.
"Aku akan terjun kembali ke perusahaan agar semuanya stabil dan aku juga bisa bergerak bebas untuk menghancurkan Raymond" batin Niko tersenyum licik.
Lalu kedua nya pun tertidur karena kelelahan setelah bermain, mereka saling memeluk memberikan kehangatan yang tiada kira.
.
.
.
__ADS_1