Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 71


__ADS_3

Setelah di rasa cukup, Niko dan Daddy Arka keluar dari ruangan kerja dan membiarkan Asisten Niko yang ada disana.


"Daddy, sekarang aku yang ingin bermanja pada Niko" ucap Kartika dengan memeluk Niko.


"Ya ya silahkan, Daddy akan pulang dulu" balas Daddy Arka.


Kartika dan Niko mengantarkan sang Dwddy sampai ke depan mansion. Setelah melihat mobil nya pergi, Niko langsung bergegas membawa Kartika ke kamar pribadi nya.


"Kita akan senang-senang malam ini, karena besok aku akan ke Paris untuk melihat event" ucap Kartika dengan manja.


"Dengan senang hati, Baby" balas Niko sensual.


Hingga pada akhir nya mereka melepaskan semua nya di atas ranjang yang panas tersebut.


***


Pagi ini, udara di Bandar Udara Internasional Los Angeles terasa sangat sejuk.


Para penumpang yang akan melakukan perjalanan pun terlihat menggunakan jaket yang lumayan tebal.


Begitupun dengan Ray dan keluarga nya, mereka juga menggunakan jaket cukup tebal.


"Semua nya sudah siap, Tuan" ucap Irwan pada Tuan muda dan keluarga nya


"Ayo kita berangkat" ajak Raymond pada yang lainnya.


Lalu Ray memeluk pinggang ramping Zahra dengan posesif, setelah nya mereka masuk ke dalam jet pribadi milik Raymond.


Ray membiarkan Irwan dekat dengan Citra yang memang sedang mabuk karena kehamilannya.

__ADS_1


Mereka duduk di kursi masing-masing, begitupun dengan Aeni.


Ia juga sudah duduk tetapi ia bersama dengan Bunda Raymond.


"Nasib jomblo ya Bun" ucap Aeni dengan santai nya.


Bunda langsung saja terkekeh dengan celetukan Aeni yang cukup menghibur.


Lalu Aeni memeluk Bunda dengan lembut menirukan pasangan yang lainnya.


"Makannya cari pacar" ledek Zahra menjulurkan lidah nya.


"Jangan, fokus dulu pada kuliah" potong Doni saat Aeni akan menjawab nya.


"Iya iya Abang ku sayang" ucap Aeni dengan terkekeh.


Mereka langsung saja tertawa, ya karena memang Doni dan Aeni yang selalu saja membuat suasana hidup.


*


Hingga Zahra pun tidak gugup untuk esok hari menghadapi event.


Hingga pada akhir nya jet tersebut sampai di Bandara Charles De Gaulle.


Raymond dan rombongan pun langsung keluar dari jet pribadi tersebut.


"Langsung ke Hotel" ucap Ray pada anak buah nya.


"Siap Tuan Muda" balas anak buah tersebut.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam mobil yang sudah tersedia disana, mereka akan langsung ke Hotel untuk istirahat terlebih dulu.


Besok pagi baru mereka akan ke acara untuk menghadiri event dan juga memberi dukungan pada Zahra.


Ray memberikan mereka kamar masing-masing, Aeni dan Bunda satu kamar sedangkan yang lainnya dengan pasangannya masing-masing.


Sedangkan Ray sendiri pun masuk ke dalam kamar nya bersama dengan Zahra yang sudah kelelahan.


"Mandi dulu ya biar enak tidur nya" ucap Raymond pada Zahra.


"Iya Mas, ini juga sudah lengket" balas Zahra.


Raymond menyuruh Zahra terlebih dulu untuk mandi, sedangkan ia memilih duduk di sofa.


Ray membuka beberapa email dari anak buah nya, ia tersenyum miring saat salah satu anak buah nya mengirimkan laporan tentang Niko.


"Heh kau pikir aku akan tinggal diam" gumam Raymond dengan terkekeh.


Ceklek.


Zahra keluar dari kamar mandi sudah rapih dengan pakaiannya, ia lalu menyuruh Ray untuk mandi cepat.


Zahra merebahkan diri nya di atas ranjang, ia memejamkan mata nya karena lelah.


"Lelah sekali" gumam Zahra dengan perlahan-lahan terlelap.


Ray keluar kamar mandi , ia tersenyum kecil saat melihat sang Istri yang sudah terlelap di atas ranjang empuk.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2