
Bunda terus saja menatap wajah cantik Zahra, dia mengusap lembut wajah menantu nya dengan sayang.
"Nak, kau ini adalah wanita istemawa. Setiap wanita yang sudah mempunyai karir matang di depan mata nya pasti mereka akan memilih karir, tapi tidak dengan mu. Kamu memilih bertahan bersama Suami mu tanpa menghiraukan itu semua" ucap Bunda.
"Bunda bangga sekali padamu, Nak. Semoga kelak sifat baik ini dan lembut ini menurun pada anak-anak kalian" ucap nya lagi lembut.
Bunda mengusap lembut perut Zahra, dia bisa merasakan tendangan dari dalam perut menantu nya.
"Hei Nak, sehat-sehat ya sayang bersama Bunda kalian" ucap nya dengan tersenyum bahagia.
Zahra tertidur dengan pulas, dia selalu akan tertidur jika ada Ray atau Bunda yang menemani nya. Dia selalu merasa aman saja jika berada di dekat kedua nya.
Hingga sore, Zahra masih terlelap dengan berbantalkan pangkuan sang Bunda.
Bunda tidak mengeluh sama sekali, dia malah tersenyum bahagia.
"Nyonya" panggil pelayan.
"Iya Bi" balas Bunda.
"Kita akan memasak untuk makan malam, apa Nyonya ada makanan khusus?" tanya Pelayan tersebut.
Bunda memikirkannya, dia tidak ingin makan sesuatu namun Zahra belum tentu.
"Em bagaimana kalau kalian masak makanan Indonesia saja" ucap Bunda.
__ADS_1
"Baik Nyonya, kalau begitu kami permisi" pamit pelayan dan hanya dapat anggukan serta senyuman saja dari sang majikan.
Zahra sudah pernah pulang ke tanah air saat kandungannya sudah menginjak usia 5 bulan. Mereka disana cukup lama karena Ray ada pekerjaan.
Namun saat ini, Ibu, Bapak dan Aeni sudah pindah ke Dubai. Karena Aeni mendapatkan beasiswa dan di rekomendasikan sekolah disana oleh pihak kampus.
Doni dan yang lainnya sangat mendukung, mereka merasa bangga pada Aeni. Meski dia bukan Adik kandung nya tetapi dia sudah mempunyai tempat di hati mereka.
Bahkan Ray dan Doni sendiri yang mengantar mereka, memilih tempat yang layak untuk mereka tempati.
Ray juga memperkerjakan pelayan serta beberapa boddyguard untuk menjaga mereka.
**
"Nak, apa mau makan sesuatu?" tanya Bunda menghentikan makan nya.
"Tidak Bunda, aku ingin makan ini semua namun ingin bersama Mas Ray" jawab Zahra tersenyum.
Bunda tersenyum, kemudian dia mengusap lembut lengan Zahra.
"Makan saja duluan, takut nya Ray akan pulang larut" ucap Bunda.
Zahra menggelengkan kepala, entah kenapa dia ingin makan malam bersama Ray. Mungkin karena sudah terbiasa jadi dia merasa ada yang berbeda.
"Yasudah, Bunda habiskan ini dulu ya, nanti Bunda temani makan puding buah" ucap Bunda kembali.
__ADS_1
"Iya Bunda" balas Zahra semangat.
Setelah menyelesaikan makan malam nya, Bunda lalu mengambil puding yang ada di dalam kulkas.
Dia menyiapkannya di tempat yang sudah ada.
"Makanlah, sayang" ucap Bunda lembut.
"Terimakasih, Bunda" balas Zahra tersenyum.
Bunda menganggukan kepala nya, kemudian dia mengusap lembut kepala Zahra.
Hingga puding nya tandas pun Ray belum juga datang ke mansion.
"Sayang makan dulu ya, kasihan baby nya" bujuk Bunda dengan lembut.
Zahra menghembusnan nafas kasar, kemudian dia menganggukan kepala.
Kemudia Zahra mengambil makanan untuk nya, dia hanya mengambil sedikit saja.
Bunda hanya tersenyum saja, dia juga mengalami yang di alami oleh Zahra sekarang.
.
.
__ADS_1