
Waktu berlalu begitu cepat, sudah 1 minggu sejak kemenangan yang di dapat Zahra dan sudah banyak pula yang meminta bertemu dengannya.
Tetapi Raymond melarangnya dengan keras, sebab Zahra sempat drop karena lelah.
Seperti saat ini, Zahra hanya bisa melakukan pekerjaan dari Rumah saja. Ia di temani oleh Ibu dan Bapak terkadang Bunda juga selalu menjenguk nya.
Kondisi nya semakin hari semakin baik, namun Ray tetap tidak memberinya izin untuk keluar Rumah terlebih dulu.
Zahra meregangkan otot di tangannya, ia lalu menutup laptop milik nya dan beranjak ke dapur.
Ia akan memasak makan siang untuk Raymond yang memang selalu saja pulang.
"Nak" panggil Ibu saat melihat Zahra pergi ke arah dapur.
Zahra menghentikan langkah nya dan menatap sang Ibu heran.
"Iya Bu" balas Zahra.
"Mau kemana?" tanya Ibu sambil melangkah mendekat.
"Aku mau masak Bu, ayo temani aku" jawab Zahra tersenyum.
Ibu menganggukan kepala nya, ia lalu melangkah menuju dapur bersama dengan sang Putri.
Begitulah kegiatan mereka sehari-hari nya, mereka akan selalu berkarya di dapur mansion tersebut.
__ADS_1
Para pelayan langsung menyiapkan bahan-bahannya dan setelah itu mereka undur diri untuk melakukan kegiatan lainnya.
Sedangkan Bapak , ia memilih merawat kebun yang di belakang mansion Raymond. Yang awal nya tidak di tanami apapun kini ia menanam beberapa buah dan juga sayuran.
"Bu, Bapak dimana?" tanya Zahra sambil memotong sayuran.
"Biasa dia ada di belakang, Nak" jawab Ibu tersenyum.
"Bu, ini semua sudah aku siapkan. Aku akan membuat bumbu dulu ya" ucap Zahra.
Ibu hanya menganggukan kepala saja, ia lalu kembali fokus pada daging yang sedang dia potong-potong.
Mereka berdua memasak dengan saling membantu, dan hampir 1 jam lebih mereka baru menyelesaikan masakannya.
"Makasih ya, Bu" balas Zahra lembut.
Zahra dan Ibu tidak menyadari bahwa sejak tadi Raymond dan Bapak memperhatikan mereka berdua yang sedang sibuk.
Bahkan kedua pria tersebut duduk manis di kursi yang ada di bar mini yang ada di dapur.
"Ehemmm" dehem Raymond dengan cukup kuat.
Ehh.
Zahra langsung saja kaget saat akan memasukan puding ke dalam lemari pendingin.
__ADS_1
"Mas, kapan pulang?" tanya Zahra dengan kaget saat melihat Suami nya sudah ada di dapur.
Ray terkekeh gemas karena melihat wajah Zahra yang kaget. Ia pun menghampiri Zahra dan Bapak sendiri sudah pergi menghampiri sang Istri.
"Sudah sejak tadi, sayang. Kamu nya saja yany sibuk dengan teman-teman mu itu" jawab Ray dengan menunjuk peralatan dapur.
Zahra langsung saja tergelak begitu mendengar jawaban Ray. Ia lalu memeluk Ray dengan lembut, rasanya sangat nyaman sekali.
"Ayo makan dulu, Mas" ajak Zahra dengan meleraikan pelukannya.
Raymond pun menganggukan kepala nya, ia merangkul pundak Istri nya dan pergi ke meja makan yang sudah ada Ibu dan Bapak.
Zahra langsung saja mengambilkan makanan untuk Ray, setelah itu baru untuk nya.
Kemudian mereka makan siang dengan hening dan tanpa bicara.
Dan Zahra pun mulai menikmati makanan dengan lahap setelah 4 hari yang lalu sangat susah untuk makan.
Setelah selesai, Ray tak kembali lagi ke perusahaan karena sudah selesai akan pekerjaannya. Dia akan menghabiskan waktu nya bersama dengan Zahra di mansion.
.
.
*Marhaban Ya Ramadhan🙏
__ADS_1