Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 55


__ADS_3

3 hari berlalu.


Ray dan Irwan sudah bersiap dengan pakaian biasa nya , mereka akan pergi ke Desa dimana Zahra , Citra dan Bunda berada.


Ray menyuruh Irwan memakai mobil yang biasa sopir pakai untuk ke pasar, ia takut mata-mata Niko masih berkeliaran disana.


"Ayo berangkat" ajak Raymond.


"Siap" balas Irwan dengan semangat.


Lalu mereka masuk ke dalam mobil, setelah itu Irwan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


"Ah aku sudah tak sabar ingin berjumpa dengan Zahra" gumam Raymond dengan tersenyum kecil.


Irwan mengulum senyum nya saat mendengar gumaman sang Atasan, ia ikut bahagia melihat Ray bahagia.


***


Sedangkan Zahra, saat ini ia sedang fokus menggambar desain yang di minta oleh tim dari event.


Ia duduk di atas tikar yang dia gelar di pinggir danau buatan, ia ditemani oleh Citra dan Bunda.


Kedua nya hanya diam dengan memakan camilan saja, mereka tidak bersuara sama sekali karena takut akan membuat Zahra tidak konsen.


"Ahh selesai juga" ucap Zahra dengan tersenyum bahagia.


"Sudah?" tanya Bunda lembut.


Zahra mengangguk antusias, ia lalu menunjukan hasil nya pada Bunda dan Adik ipar nya.


"Wow amazing" teriak Citra dengan melototkan mata nya kagum.


"Ini sangat indah, sayang" ucap Bunda dengan tersenyum.


Zahra tersenyum kecil, ia hanya menunduk dengan malu karena mendapatkan pujian dari keduanya.


"Terimakasih Bun, Citra" balas Zahra dengan senyuman yang mengembang.


Citra langsung saja memeluk Zahra, ia merasa bangga pada sang Kakak ipar.


"Aku yakin bahwa Kakak akan menjadi pemenang nya" ucap Citra dengan bangga.


"Amin" balas Zahra dan Bunda serentak.


Mereka bertiga saling memeluk dan tersenyum bahagia, setelah itu Zahra mengirimkan hasil gambarannya pada juri dengan online.

__ADS_1


"Ayo kita masak untuk makan siang" ajak Bunda.


"Biar aku saja yang masak ya, Bun" balas Zahra dengan memohon.


Bunda menganggukan kepala nya, ia membiarkan saja karena ia tahu bahwa suasana hati Zahra sedang merasa senang.


Zahra akan memasak Grilled Chicken dan Pot Roast, ia sudah mahir dalam memasak masakan khas Negara tersebut dengan benar.


Citra dan Bunda hanya membantu dengan sedikit-dikit saja, Bunda membuat camilan puding dan salad buah buat makanan penutup nya.


Mereka terus saja memasak dengan kadang saling lempar tawa dan senyum, bahkan mereka tidak sadar sudah menghabiskan waktu hampir 2 jam di dapur.


Hingga jam makan siang pun tiba, tetapi mereka pergi ke kamar nya masing-masing untuk membersihkan diri mereka terlebih dulu.


Setelah itu, mereka kembali ke meja makan dengan bersama-sama.


"Loh" kaget Zahra dan Citra saat melihat Suami mereka sudah ada disana.


"Kenapa sayang?" tanya Raymond dengan tersenyum.


Ray bangkit dari duduk nya, ia menghampiri sang Istri dengan tersenyum pada nya.


Zahra langsung saja memeluk Suami nya, ia sangat senang saat melihat ada Ray disana.


"Ehem, makan dulu saja" ucap Bunda dengan terkekeh.


Lalu mereka duduk di meja makan dan mereka memulai makan siang nya.


Zahra mengambil makanan untuk sang Suami, ia juga mengambil makanan untuk Bunda.


Setelah itu ia duduk bersama dengan sang Suami , mereka makan dengan tenang dan juga damai.


*


Setelah selesai makan, Zahra dan Ray pergi ke halaman belakang.


Sedangkan yang lainnya membiarkan mereka, dan Bunda juga memilih untuk istirahat saja di kamar nya.


Dan Citra, ia dan Irwan pergi ke kamar mereka dengan bergandengan tangan.


Sedangkan di halaman belakang, Zahra dan Raymond duduk di atas tikar yang memang sejak tadi ada disana.


Ray menyuruh Zahra tiduran di atas paha nya, lalu dengan lembut ia mengusap kepala Zahra.


"Bagaimana keadaan kamu disana Mas?" tanya Zahra lembut.

__ADS_1


"Baik sayang, aku hanya rindu saja pada mu" jawab Raymond dengan tersenyum.


"Rindu rindu tapi tidak ngabarin sudah 2 hari" kesal Zahra dengan mencebik.


Ray langsung terkekeh, ia mengecup bibir Zahra dengan lembut.


"Aku sengaja sayang, karena aku tahu kamu pasti sedang sibuk dengan mendesain untuk event itu" balas Raymond lembut.


Zahra tersenyum, ia lalu bangkit dari tiduran nya dan duduk di hadapan sang Suami.


"Ayo ke kamar, aku akan menunjukan hasil karya ku padamu Mas" ajak Zahra dengan semangat.


Ray mengangguk, ia dan Zahra lalu masuk ke dalam kamar dengan senyuman mengembang di wajah mereka.


Ceklek.


Zahra membuka pintu nya dan langsung mengajak Raymond ke atas ranjang.


"Hei kenapa malah di ranjang, apa sudah rindu hemm" goda Ray dengan menaik turunkan alis nya.


Plak.


Zahra memukul lengan Ray dengan kesal, lalu ia pergi ke meja rias nya dan mengambil kertas yang tadi sudah ia corat-coret.


"Ini" ucap Zahra dengan tersenyum.


Ray menerima nya, ia melihat nya dengan penuh decakan kagum dan juga geleng-geleng kepala.


"Ini sangat indah dan juga cantik sayang" puji Raymond dengan terus menatap hasil karya Zahra.


"Terimakasih" balas Zahra dengan malu-malu.


Ray lalu menyimpannya, ia membawa Zahra kepelukannya dan mendudukan Zahra di atas pangkuannya.


Ia memeluk nya dengan erat dan penuh kerinduan, bahkan Ray terus saja mencium pucuk kepala Zahra dengan lembut.


Setelah puas, Ray melepaskan pelukannya dan menatap manik mata Zahra dengan lembut dan dalam.


Perlahan jarak di antara mereka mulai terkikis dan bibir mereka saling memberi kehangatan dalam diri masing-masing.


Hingga pada akhir nya mereka melepaskan kerinduan tersebut dengan bergelut di atas ranjang tersebut.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2