Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 54


__ADS_3

Ray kembali ke perusahaan seorang diri karena Irwan akan menemui Asisten Tuan X untuk membahas kerjasama mereka.


Derap langkah Ray menggema di loby perusahaan, para karyawan langsung saja menunduk hormat pada mereka.


Ray langsung masuk ke dalam lift khusus atasan, ia menghela nafas lelah.


"Haih aku rindu sekali pada Zahra" gumam Ray dengan frustasi.


Ting.


Ray langsung masuk ke dalam ruangan nya, ia akan mengecek beberapa berkas yang akan ia bahas dalam meeting 1 jam lagi.


Ray sengaja tidak menghubungi Zahra supaya ia fokus dalam mengerjakan beberapa hal tentang event.


Ia hanya dapat laporan dari Adik nya saja untuk kegiatan event.


1 jam kemudian, Ray berjalan ke ruang meeting bersama dengan Sekertaris nya.


Disana sudah ada beberapa orang yang menunggu Ray, Ray langsung duduk di kursi kebesarannya.


Disana juga ada Niko yang entah sejak kapan sudah ada di Amerika kembali.


Bahkan ia rela menggantikan rekan nya untuk ikut meeting di Langit corp, karena Raymond memang tidak bekerja sama dengan Niko.


Sekertaris Ray langsung memulai saja meeting nya, mereka hanya mendengarkan dan juga melihat berkas di hadapannya.


"Kapan pembangunan Hotel di Kota X ini selesai, bukannya sudah terlalu lama?" tanya Niko sinis.


Ray menatap nya dengan santai, ia bahkan sebenarnya ingin sekali tertawa.


"Bukan nya sudah selesai sejak 2 bulan yang lalu? Meeting ini kan hanya untuk pembubaran saja" jawab salah satu rekan bisnis Ray dengan enteng.


"Lalu kenapa Sekertaris Tuan Ray menyebutkan pembangunan terhambat?" tanya Niko kembali yang memang ingin memojokan Ray.


"Dengarkan saja dulu Tuan, dan Anda memang nya siapa? Kalau Anda membaca berkas tersebut maka anda akan tahu, dia hanya sedang menjelaskan dari awal pembangunan saja hingga akhir nya selesai" jawab yang lainnya dengan lantang.


Raymond mengangkat tangan, pertanda agar mereka diam dan jangan terbawa emosi.

__ADS_1


Niko pun langsung bungkam karena memang ia sudah malu karena tidak memahami nya, ia juga takut mereka tahu bahwa ia tidak suka pada Raymond.


"Lanjutkan" ucap Ray pada Sekertaris nya.


Sekertaris pun melanjutkannya, setelah itu mereka kembali tenang dan memperhatikan semua nya.


Hampir 2 jam mereka di ruang meeting dan pada akhir nya selesai juga, Niko keluar terlebih dulu karena ia merasa geram melihat Ray lagi dan lagi mendapatkan pujian dari banyak orang.


"Kau akan terus iri hingga melupakan bahwa kau juga bisa melebihi semua pencapaian ku, Niko" batin Raymond dengan helaan nafas.


Raymond melangkahkan kaki nya menuju ke ruangan CEO, ia akan makan siang disana bersama dengan Irwan.


"Irwan, bagaimana bisa Niko masuk ke dalam ruang meeting?" tanya Raymond.


"Dia menggunakan identitas Tuan X yang ternyata adalah masih kerabat nya, tetapi semua nya aman?" balik Irwan menanya.


Raymond mengangguk dengan tersenyum kecil, ia tentu saja selalu ingin tersenyum saat mengingat bagaimana Niko yang seolah tahu tentang proyek tersebut padahal dia tidak tahu sama sekali.


Irwan sudah menebak pasti ada hal yang mengejutkan di ruang meeting tadi, ia memutuskan akan melihat nya di cctv nanti setelah makan siang.


"Lusa kita kunjungi Bunda" ajak Raymond dengan santai.


"Tentu" balas Irwan setelah meneguk habis air minum nya karena tersedak mendengar ucapan Raymond.


"Biasa saja kali, aku tahu kau pasti rindu pada Citra" ledek Raymond dengan terkekeh.


"Heh aku pernah yah berpisah dengannya hampir 3 bulan karena di utus oleh mu, jadi ini hanya 1 minggu saja tidak masalah bagiku. Kau yang rindu secara kau kan pengantin baru" olok Irwan dengan tertawa kecil.


"Sialan kau" decak Raymond dengan memalingkan wajah nya.


Tawa Irwan kembali pecah karena melihat Ray yang sedang salah tingkah dan wajah nya memerah malu.


**


Sore hari nya, Irwan dan Ray memilih bersantai di cafe yang tak jauh dari perusahaan.


Mereka melepaskan penat disana sebentar sebelum akhir nya pulang ke mansion.

__ADS_1


"Hei duo bujang lapuk" sapa Niko yang baru saja tiba dengan wanita yang mungkin kekasih nya.


Irwan menatap nya malas, sedangkan Ray dia hanya diam saja bahkan tidak menatap nya sama sekali.


"Siapa mereka sayang?" tanya Wanita yang ada di pelukan Niko.


"Dua pria yang tak laku" jawab Niko dengan santai sambil mere*as bo*ong sang wanita.


"Pergilah jika ingin membuat mesum, aku jijik melihat nya" ucap Raymond datar.


Heh.


"Bilang saja kau syirik bro" balas Niko percaya diri.


"Jika pun aku ingin, aku akan melakukannya di ruang tertutup karena tak mau citra bisnisman ku tercoreng karena kelakukan busuk ku" sindir Ray dengan sarkas.


"Ahh sayang" desah wanita tersebut yang memang tangan Niko masih berada di bo*ong nya.


Ck.


Irwan dan Raymond sama-sama berdecak dengan menggelengkan kepala nya.


"Kau menyindirku bung" ucap Niko dengan menahan amarah.


Tetapi Niko langsung pergi karena wanita nya sudah terlihat terang*ang oleh kelakuannya.


"Hei itu yang ingin menyaingi mu? Tidak punya etika sama sekali" celetuk Irwan dengan sinis.


Sedangkan Ray, ia mengangkat bahu nya acuh saja.


Mereka lalu memutuskan untuk pulang karena hari sudah mau malam.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Like, Coment dan Hadiah nya ya.


__ADS_2