
Matahari sudah tinggi dan cahaya nya sudah sangat menyengat.
Bahkan orang-orang sudah beristirahat dari penat nya pekerjaan.
Begitupun dengan Irwan, ia juga sudah istirahat dan akan pulang ke mansion mertua nya untuk makan siang bersama dengan Istri.
Ia melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, ia menikmati udara yang cukup cerah meski panas menyengat.
Tak berselang lama, mobil yang ia kendarai pun sudah sampai, Irwan langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam mansion.
"Mas" panggil Citra tersenyum.
"Kemana Bunda?" tanya Irwan saat tak melihat mertua nya bersama dengan sang Istri.
"Bunda sedang ke Panti asuhan yang biasa, disana sedang di adakan acara dan Bunda di undang" jawab Citra sambil mengambilkan makanan untuk sang Suami.
"Apa Kak Ray ke perusahaan?" tanya Citra.
"Kau tidak tau seperti apa pengantin baru saja, sayang" jawab Irwan dengan terkekeh.
Citra tersenyum kecil, ia lalu ikut makan siang bersama dengan sang Suami.
**
Sedangkan di mansion Ray, Zahra masih terlelap setelah subuh karena Ray meminta kembali jatah nya.
Zahra masih bergulung dengan selimut tebal nya, ia sangat enggan untuk membuka mata.
Raymond? Dia sudah bangun dan sedang memangku laptop nya untuk memeriksa pekerjaan dari Irwan.
Sesekali ekor mata Ray melirik Zahra yang masih nyaman akan tidur nya.
Hingga hampir jam 1 siang, Ray membangunkan Zahra karena ia melupakan sarapan pagi dan makan siang nya.
Ray menyimpan laptop nya dan beranjak menghampiri Zahra ke atas ranjang.
"Sayang, bangun hey sudah siang" ucap Ray dengan mengusap lembut pipi Zahra.
"Hemmm" gumam Zahra sambil menggeliat tanpa membuka mata nya.
Ray langsung saja terkekeh gemas, ia mengecup seluruh inci wajah sang Istri karena gemasnya.
__ADS_1
"Hemm geli Mas" ucap Zahra lirih.
Zahra lalu mengerjapkan mata nya, ia membuka mata nya dengan perlahan.
Ia mencebik kesal karena di ganggu oleh sang Suami.
"Makan dulu oke, nanti lanjut lagi tidur nya gak apa" ucap Ray dengan lembut.
Zahra menganggukan kepala karena memang sudah lapar tetapi lelah.
"Aku suapi ya, kamu duduk saja dulu" ucap Ray kembali.
"Terimakasih, Mas" balas Zahra tersenyum.
Cup.
Ray mengecup kening Zahra dengan lembut, ia lalu pergi mengambil makanan untuk Zahra yang memang sudah di siapkan oleh nya tadi.
Zahra sendiri langsung saja duduk di atas ranjang, ia mengambil air minum yang ada di nakas.
"Mas, jam berapa ini?" tanya Zahra.
"Jam setengah 2" jawab Ray santai.
Zahra langsung saja kaget, ia lalu melihat dalam ponsel dan ternyata benar bahwa sudah siang.
"Makan dulu" ucap Ray sambil menyodorkan makanan ke mulut Zahra.
Zahra menurut, ia makan sesuap demi sesuap dari tangan Ray.
Hingga makanan dalam piring pun habis oleh Zahra.
"Aku mandi dulu ya, Mas" ucap Zahra dengan Lembut.
"Yaudah, mau aku bantu?" tawar Ray dengan tersenyum kecil.
Zahra langsung menggelengkan kepala, ia melilitkan handuk yang di berikan oleh Ray.
Dan setelah itu masuk ke dalam kamar mandi.
Sedangkan Ray, hanya terkekeh sendiri dengan tingkah sang Istri.
__ADS_1
Lalu ia menyiapkan pakaian santai untuk Zahra.
Semua perlengkapan Zahra sudah di siapkan oleh Ray disana, ia juga menyiapkan semua perlengkapan kerja untuk Zahra.
Hingga pada akhir nya, ia kembali duduk dengan memangku laptop yang ada di atas meja.
*
Sore hari nya, Ray dan Zahra duduk di atas kursi yang ada di balkon kamar mereka.
Mereka bersantai dengan Zahra duduk di atas pangkuan Ray.
"Kapan Ibu dan Bapak akan kemari?" tanya Ray.
"Entahlah, sekarang Aeni sedang ujian dan akan masuk ke UI" jawab Zahra lembut.
Ray hanya manggut-manggut saja, ia memeluk tubuh Zahra dan wajah nya bersemanyam di leher jenjang sang Istri.
Sedangkan Zahra, ia memejamkan mata nya menikmati ke hangatan tersebut.
Mereka diam saja tanpa bicara, bahkan Zahra pun diam saja saat Ray terus menerus mengecup pipi dan menghirup aroma wangi tubuh nya.
"Masuk yuk Mas, aku ingin masak buat makan malam" ucap Zahra dengan lembut.
"Yasudah, besok baru akan ada Bibi yang biasa di mansion Bunda" balas Ray mengusap lembut pipi Zahra.
Zahra menganggukan kepala nya, ia dan Ray lalu bergegas ke dalam kamar dan langsung keluar menuju dapur.
Ray memang sengaja mendatangkan pelayan besok karena ia ingin menikmati suasana berdua dengan sang Istri.
Zahra memasak khas Indonesia karena Ray menginginkan nya, ia juga memasak stick karena Zahra menginginkan makanan itu.
Ray ikut serta membangu Zahra, walaupun hanya merecokan tetapi Zahra membiarkan saja.
Hingga tepat magrib, masakan Zahra sudah selesai dan di tata di atas meja makan.
Zahra dan Ray masuk ke kamar terlebih dulu, mereka akan makan setelah magrib saja.
.
.
__ADS_1
.