Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 53


__ADS_3

Zahra memutuskan masuk ke kamar setelah malam sudah semakin larut, begitupun dengan Bunda dan Citra.


Mereka akan beristirahat karena lelah seharian perjalanan dan juga memang belum sama sekali istirahat sejak tiba disana.


Drrtt Drrrtt.


Ponsel Zahra terus bergetar, lantas ia melihat siapa yang memanggil nya dan ternyata Ray.


"Halo Sayang, kemana saja? Apa kamu sudah tidur?" tanya Ray dengan nada yang cemas.


"Maaf ya Mas, tadi ponsel nya aku tinggal di kamar dan aku bersantai bersama Bunda dan Citra di teras belakang" ucap Zahra lembut.


"Syukurlah, aku hanya terlalu cemas dan rindu padamu sayang" balas Raymond dengan tersenyum kecil.


Zahra langsung tertawa, ia sangat lucu melihat wajah Ray yang malu-malu tapi mau.


Mereka memang sedang melakukan panggilan vidio, dan posisi mereka sama-sama sedang berbaring.


"Apa sudah makan malam?" tanya Zahra.


"Sudah, namun terasa hambar" jawab Raymond dengan mengeluh.


Zahra mengernyitkan dahi nya bingung.


"Biasa nya berdua sama kamu eh ini malah sama Irwan" rajuk Raymond dengan kesal.


"Biasa nya juga kan sama Irwan sebelum sama aku" olok Zahra dengan terkekeh.


Raymond ikut terkekeh , mereka terus saja berbincang dengan dalih melepas rindu.


Hingga pada akhir nya , panggilan masih berlangsung dan Zahra sudah terlelap.


Ray memandangi Istri nya yang sudah terlelap , terlihat sangat damai dan juga cantik.

__ADS_1


Ingin rasanya ia menyusul kesana tetapi keadaan sedang tidak memungkinkan.


Anak buah Niko terus saja mencaritahu kelemahan Ray dan perusahaan nya, bahkan mereka kehilangan jejak untuk membuntuti Bunda dan Citra waktu itu.


"Selamat tidur kesayangan" ucap Raymond dengan lembut.


Ray lalu memutuskan panggilan vidio nya, ia membiarkan Zahra untuk terlelap karena terlihat sangat kelelahan.


***


Pagi hari, Raymond sudah bangun dan bersiap untuk pergi ke perusahaan.


Hari ini adalah hari yang sibuk bagi diri nya dan Irwan, apalagi mereka akan meninjau langsung lokasi untuk pembuatan Hotel , Wisata dan Restoran yang akan di bangun Tahun ini.


Irwan dan Raymond sudah kembali ke mansion utama, mereka sengaja tinggal disana agar tidak ketahuan oleh Niko bahwa Ray masih punya mansion lainnya.


"Sebelum event, aku harus sudah biasa membuat Niko jera" gumam Raymond dengan geram.


Ray melangkahkan kaki menuju keluar, ia dan Irwan jarang sarapan pagi di mansion.


"Baik Tuan muda" patuh Irwan.


Mereka lalu masuk ke dalam mobil, Ray mengecek ponsel nya dan ternyata ada pesan dari Zahra.


"Tuan, kita langsung ke lokasi saja karena disana ada demo yang tak menginginkan bangunan Hotel disana" ucap Irwan dengan serius.


"Ya kita langsung kesana, jangan lupa untuk membawa anak buah karena aku takut akan ada penyerangan" balas Raymond dengan tegas.


Irwan mengangguk, ia mendapatkan laporan bahwa para pekerja di halangi oleh sejumlah warga yang tak menginginkan ada Hotel disana.


"Apa kamu tahu penyebab nya, Irwan?" tanya Raymond.


"Salah satu anak buah kita sudah menangkap orang yang memprovokasi warga disana agar menentang kita. Dan dia hanyalah orang suruhan saja" jawab Irwan tenang.

__ADS_1


"Aku sudah yakin bahwa Niko akan mengalihkan kita dengan permasalahan di luar perusahaan agar kita lengah" tebak Raymond.


"Anda benar Tuan, dia akan selalu menggunakan taktik yang sudah pernah di ketahui oleh musuh" ucap Irwan.


Ray memejamkan mata nya sejenak, ia sudah tahu bagaimana ganas nya Niko saat menginginkan sesuatu. Bahkan ia juga tahu watak Niko yang sangat keras kepala dan tak pandang bulu.


"Masukan Angga di perusahaan, dan buat dia jadi HRD" ucap Raymond.


"Baik Tuan" balas Irwan.


Mereka lalu kembali diam dengan pemikirannya masing-masing, mereka memikirkan antara masalah yang di hadapi dan juga Istri mereka yang jauh dari jangkauan.


Hingga berselang satu jam, mereka sampai juga di lokasi proyek.


Anak buah dan para pekerja langsung saja membungkuk hormat pada Ray dan Irwan.


Sedangkan warga disana terdiam dan merasakan aura yang sangat berbeda saat kedatangan Raymond.


"Kenapa kalian menghalangi pekerja ku untuk bekerja di lahan ini?" tanya Raymond dingin.


"Karena kami tidak ingin ada pembangunan Hotel disini" jawab salah satu warga dengan lantang.


"Baik jika tidak ingin ada pembangunan Hotel ini, kalian bisa kembalikan uang saya yang sudah membeli tanah ini dari kalian sekarang juga" gertak Raymond dengan datar.


"Atau kalian bisa meminta nya pada Bos yang menyuruh kalian untuk membayar tanah ini ke perusahaan Langit Corp" ucap Raymond kembali dengan melangkah pergi dari sana.


Para warga langsung kalang kabut, lalu mereka meminta maaf dan pergi dari sana.


Ray tersenyum kecil saat melihat warga yang pergi dari sana , ia lalu menyuruh pekerja untuk memulai nya.


Setelah memeriksa semua nya, Raymond mengajak Irwan untuk kembali ke perusahaan karena akan ada meeting dengan klien.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2