Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 88


__ADS_3

Malam hari nya, Ray , Irwan dan Zahra sudah sampai di mansion utama. Mereka di sambut wajah khawatir dari Bunda dan Citra.


"Sayang, kamu tak apa?" tanya Bunda memeluk Zahra lembut.


"Tak apa, Bun" jawab Zahra membalas pelukan Bunda nya.


"Bang, sudah saat nya kita melawan Niko. Kalian juga sudah mengumpulkan bukti nya kan?" tanya Citra sambil mengusap lembut perut buncit.


"Iya, malam ini aku dan Irwan akan melakukannya" jawab Raymond menatap Zahra yang sedang menatap perut buncit Citra.


"Semoga saja ada keajaiban untuk kita, sayang. Aku tahu kamu pasti ingin merasakan hal yang sama seperti wanita pada umum nya" batin Ray


Zahra langsung saja tersenyum pada Ray, ia tahu Ray mengerti akan sorot mata nya.


"Mas, aku lelah" rengek Zahra yang mencoba mengalihkan perasaannya.


Ray merentangkan tangannya, ia lalu membawa Zahra kepelukannya dan pergi ke kamar.


Bunda, Irwan dan Citra menarik nafas pelan, mereka mengerti bahwa Zahra memang tak sekuat itu.


"Semoga saja Mbak Zahra akan segera hamil, Bun" ucap Citra lembut namun sendu.


"Amin" balas Bunda dan Irwan.


Kemudian Bunda pamit untuk istirahat ke kamar nya, ia juga menyuruh Citra istirahat karena sudah malam.


"Istirahatlah duluan, aku akan ke ruang kerja terlebih dulu bersama Ray" ucap Irwan lembut.

__ADS_1


Citra tersenyum, ia mengangguk dan beranjak dari duduk. Namun sebelum pergi, Irwan mengecup lembut perut buncit sang Istri.


Setelah itu, Citra pergi ke kamar nya dan Irwan naik ke lantai atas dimana ruang kerja Raymond terletak.


Ceklek.


Ray melangkah masuk, ia duduk di sofa dan membuka laptop nya. Semua bukti kejahatan Niko, Ayah Arka serta Kartika sudah ia dapatkan.


Klik.


Semua nya sudah tersebar dengan melesat, Irwan tersenyum kecil dan lansung menghapus akun sosial media nya.


"Tidak ada yang akan bisa menghapus berita ini kecuali aku sendiri, kau sudah salah berurusan dengan kami ,Niko" ucap Irwan dengan tersenyum miring.


Irwan juga sudah mengirimkan bukti tersebut pada polisi , dia tidak akan tanggung-tanggung membalas semua nya.


Ke esokan pagi nya, jagat maya sudah heboh dengan berita tentang Niko sang pembisnis muda, Kartika si model papan atas dan Ayah Arka sang pengusaha ternama.


Mereka bertiga menjadi buah bibir karena kelicikan dan skandal nya. Bahkan mereka juga banyak mendapatkan hujatan dari Netizen.


Di kediaman Niko sendiri, mereka masih terlelap dan tidak mengetahui semua nya. Hingga pintu kamar Niko di gedor kuat oleh anak buah nya.


"Ck, siapa sih ganggu aja pagi-pagi juga" gerutu Niko.


Niko lalu berjalan ke arah pintu, sedangkan Kartika hanya membuka mata nya malas.


Ceklek.

__ADS_1


"Ada ap-" ucapan Niko terpotong saat mrlihat raut wajah anak buah nya panik.


"Gawat bos, semua kelicikan kita terbongkar. Lihat berita di tv dan ponsel mu" lapor anak buah nya dengan nafas memburu.


"Apaaa" teriak Niko dengan kaget.


Kartika otomatis langsung bangun, ia juga kaget mendengar suara Niko yang menggema.


Niko masuk ke kamar dan menghidupkan televisi, setelah nya ia di buat kaget dengan acara berita.


"Ke kenapa bisa begini" ucap Kartika syok.


Belum hilang ke kagetan mereka, mansion Niko sudah di kepung polisi bahkan Niko dan Kartika pun tak sempat melarikan diri.


Karena di mansion itu memang kosong dan hanya ada beberapa orang anak buah saja.


"Sayang, bagaimana ini?" tanya Kartika bangkit dari atas ranjang.


Brak.


"Jangan bergerak" teriak seorang polisi.


Niko dan Kartika hanya bisa pasrah, mereka lalu di bawa oleh polisi dengan tangan yang sudah di borgol.


.


.

__ADS_1


__ADS_2