Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 74


__ADS_3

Acara pun di mulai dengan berbagai tampilanndan juga karya dari designer, arsitek dan banyak lagi yang memenuhi layar serta panggung tersebut.


Tepat jam 10 pagi, panitia pun memberikan intruksi untuk para peserta agar menggambar bangunan yang mewah namun tetap terkesan elegant dalam waktu 30 menit.


Zahra dan ke 4 peserta lainnya pun langsung saja bekerja dengan pensil dan kertas.


Terlihat raut wajah mereka yang kadang frustasi, senyum dan banyak lagi.


Di belakang, Ray dan Irwan harap cemas karena ini adalah event mendunia dan tentu saja yang mengikuti nya adalah arsitek kelas atas.


"Tuan" panggil Irwan dengan pelan.


"Hemm" balas Raymond yang masih fokus melihat Zahra.


"Tenanglah, disini ada kekasih Niko dan itu akan membuat dia curiga" bisik Irwan dengan tenang.


Huh.


Raymond membuang nafas pelan, ia kembali fokus pada objek di depannya namun ia tidak fokus pada Zahra saja.


*


Di Aula khusus penonton, Ibu dan Bapak Zahra terus saja berpegangan tangan.


Mereka baru pertama kali melihat Zahra berlomba dengan begini serius dan juga kelas Dunia.

__ADS_1


"Pak, kita kok jadi ikut deg-degan ya" ucap Ibu dengan memegang dada nya.


"Iya Bu, biasa nya kita mendampingi Zahra hanya ikut lomba antar Kota atau dalam Kota saja" balas Bapak dengan terkekeh.


"Apa sebelum nya Zahra memang pernah ikut lomba mendesain?" tanya Bunda dengan wajah terkejut.


Bukan hanya Bunda saja yang merasa terkejut, Citra dan Aeni pun ikut terkejut dengan penuturan dari Ibu dan Bapak.


"Iya Bu, tetapi hanya di Kota Malang dan sekitar nya saja, pernah juga ikut di luar Kota" jawab Bapak dengan tersenyum.


"Wah berarti memang Mbak Zahra itu berbakat" ucap Citra penuh kagum.


Ibu dan Bapak hanya bisa tersenyum saja, bukan hanya oranglain saja yang merasa kagum pada Zahra, bahkan mereka pun orangtua nya sangat kagum.


Begitupun dengan Doni dan Ana, mereka berdua juga sangat kagum akan bakat terpendam dari sang Adik.


*


Ia dapat melihat Raymond dan Irwan yang sedang menunggu hasil karyawannya masuk ke babak selanjutnya.


"Oh itu yang nama nya Zahra, cantik juga sih" gumam Kartika saat melihat Zahra yang sedang duduk di depan.


"Ck, tapi ia tidak akan bisa mengalahkan mereka berempat yang pernah ikut lomba taraf Negara" gumam nya kembali dengan meremehkan Zahra.


Ia kembali fokus melihat , saat tatapan mata nya melihat hasil karya Zahra ia di buat melongo dan bungkam.

__ADS_1


"A apa" kaget Kartika melihat Zahra masuk ke babak 3 besar.


"Tidak mungkin" gumam nya dengan menganga kaget.


Kartika lalu memberitahu Niko, ia tidak percaya bahwa Zahra memiliki skill desain yang bagus.


"Bagaimana bisa Niko dan Daddy meremehkan Langit corp sedangkan mereka punya Zahra yang sangat pintar" ucap Kartika dengan merutuki sikap Daddy dan calon Suami nya.


Kartika terus menyaksikan event yang semakin kesini semakin berat, tetapi ia yakin bahwa dari Langit corp akan lolos dan masuk ke babak yang selanjutnya.


Hingga tepat jam 2 siang event pun selesai dan menyisakan Zahra dan satu oranglain nya yang akan masuk ke babak penentuan esok hari.


Zahra kembali ke belakang dan menghampiri sang Suami, ia hanya memasang wajah senyum kecil nya saja dan perasaan lega.


"Selamat Nona" ucap Irwan dengan wajah datar nya.


"Terimakasih Asisten Irwan" balas Zahra dengan formal.


"Ayo kita pulang" ajak Raymond.


Mereka lalu menghampiri keluarga nya yang sudah lebih dulu menunggu di dalam mobil.


Setelah nya, Ray langsung saja ke penginapan agar Zahra bisa langsung istirahat dan tidak kelelahan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2