
-Indonesia
Hari ini, tepat dengan pernikahan Wendi dan Amelia. Mereka akan menikah dengan sederhana dan pesta yang sederhana juga.
Bahkan Wendi mengundang semua keluarga Zahra, dan ia tidak tahu bahwa Zahra sudah bertemu dengan keluarga nya.
Keluarga Zahra pun pergi ke gedung dimana pernikahan itu di selenggarakan, mereka tidak tahu kenapa pernikahan nya jadi di majukan.
Doni melajukan mobil nya menuju ke gedung pernikahan Wendi, meskipun sibuk dengan urusan pernikahannya akan tetapi ia menyempatkan untuk menghadiri pernikahan mantan Adik ipar nya.
"Don, kenapa pernikahan Wendi di majukan?" tanya Bapak penasaran.
"Kata nya, Wendi di pindah tugaskan oleh Bos nya untuk memegang cabang perusahaan yang ada di Amerika" jawab Doni
"Hmm, semoga saja Ibu dan Ayah nya tidak berlaku seperti pada Kak Zahra dulu" ucap Aeni dengan ketus.
"Hus gak boleh gitu, Nak" tegur Ibu dengan lembut.
Aeni hanya terkekeh saja dan langsung memeluk sang Ibu.
"Seperti nya kamu masih kesal dengan keluarga itu, Dek?" tanya Ana dengan tertawa kecil.
"Ck, bukan kesal lagi Bu Dokter. Rasanya aku ingin tenggelam mereka ke dasar laut" jawab Aeni dengan kesal.
Ibu Aminah mengusap lembut lengan Aeni, sedangkan yang lainnya hanya tertawa kecil saja.
"Kita jangan membalas nya, biarkan saja nanti juga mereka akan dapat teguran dari Allah" ucap Ibu lembut.
"Tapi kenapa tegurannya tidak datang-datang juga" balas Aeni dengan lemes.
"Kau ini Dek" ucap Doni dengan tertawa kecil.
Mereka tersenyum karena Aeni sangat menyayangi Zahra dengan tulus, ia juga bahkan rela mengurus Ibu Aminah kala sedang sakit.
Tak berselang lama , mobil pun sampai di depan gedung pernikahan.
Mereka semua langsung keluar dan segera masuk ke dalam gedung.
*
Di dalam gedung, sepasang pengantin yang baru saja sah menjadi pasangan itu pun duduk di pelaminan.
Amelia terlihat sangat cantik apalagi dengan senyuman yang menghiasi di bibir nya.
Begitupun dengan Wendi, terlihat sangat tampan dan cocok dengan Amelia.
Tetapi terlihat raut wajah Wendi yang biasa saja dan tidak secerah Amel.
__ADS_1
"Ayo kita langsung saja menuju ke pelaminan" ajak Bapak pada Istri dan Anak nya.
"Iyaa Pak, kita juga harus segera pulang kan karena belum mengurus yang lainnya" timpal Doni dengan menggandeng tangan Ana.
Mereka lalu menuju ke pelaminan, di sekitaran pelaminan banyak tetangga Ibu Jeni dan Keluarga inti Ibu Jnei serta Ayah Beni.
"Apa Zahra sudah ketemu?" tanya Bu Rt pada Ibu Jeni saat melihat keluarga Zahra yang naik ke pelaminan.
Keluarga Wendi pun langsung menatap Bu Rt, mereka memang tidak tahu masalah yang sebenarnya yang menimpa Zahra dan Wendi.
"Memang nya kemana, Zahra?" tanya Kakak Ibu Jeni.
"Loh emang Mbak gak tau? Kan Zahra pergi setelah ia pulang dari Rsj karena tertekan mental nya" jawab tetangga Ibu Jeni.
Ibu Jeni langsung menundukan kepala nya, ia memang sengaja tidak memberitahu yang sebenarnya.
"Loh bukannya Zahra minta cerai karena ia sadar diri karena tidak bisa memberikan Anak pada Wendi?" ucap salah satu keluarga Wendi dengan wajah kaget.
Tetangga Ibu Jeni pun langsung menceritakan yang sebenarnya, ia sungguh tidak percaya bahwa Ibu Jeni masih saja membuat Zahra jelek di mata oranglain.
Keluarga Wendi sangat malu saat mengetahui yang sebenarnya, apalagi Zahra pura-pura gila demi meminta perhatian keluarga Suami nya.
"Mbak, apa benar?" tanya Adik Ipar Jeni yang sangat menyayangi Zahra.
Ibu Jeni tidak mampu menjawab, ia hanya bisa menunduk dan diam saja.
"Kami tidak tahu, nanti kita tanyakan pada Ibu Aminah saja" jawab Bu Rt.
Adik Ipar Ibu Jeni pun langsung pergi dari sana, ia sudah tak sanggup akan kebenaran yang sang Kakak ipar nya sembunyikan.
Dia langsung saja menghampiri Ibu Aminah yang kebetulan sudah turun dari atas pelaminan.
"Ibu, dimana Zahra?" tanya nya dengan wajah sudah memerah nahan tangis.
Ibu Aminah menatap Mila dengan tersenyum, ia sangat tahu bahwa wanita ini sangat menyayangi Putri nya dengan tulus.
Bahkan ia dan Suami nya menganggap Zahra sudah seperti Putri kandung nya.
Dan sontak saja pertanyaan dari Mila dapat membuat mereka yang ada di sekitar sana menatap ke arah Mila dan Keluarga Zahra.
Suami Mila pun langsung menghampiri sang Istri, ia juga tidak tahu bahwa Zahra sebenarnya hilang.
"Iya Bu, dimana Zahra? Kenapa kami tidak melihat nya? Saya sudah sangat merindukan dia" timpal Suami Mila dengan menatap Keluarga Zahra satu persatu.
Di atas pelaminan, Wendi langsung saja mematung saat Paman yang paling menyayangi nya menanyakan mantan Istri nya.
"Apakah benar Zahra hilang setelah keluar dari Rsj?" tanya Mila kembali dengan sesak.
__ADS_1
Deg.
"Bagaimana bisa Zahraku masuk ke Rsj, jangan ngawur kamu sayang" ucap Suami Mila dengan tatapan tak percaya dan marah.
Keluarga Zahra hanya diam, mereka bingung harus menjawab bagaimana pada sepasang suami istri ini.
Dan untung saja tamu disana hanya tetangga Rumah Wendi dan keluarga besar nya saja.
Keluarga Amelia pun sudah pamit pulang karena harus terbang kembali ke Negara nya.
Tanpa di minta, Mila lalu menceritakan kembali apa yang ia baru dengar dari tetangga Kakak Ipar nya.
Bahkan air mata nya pun sudah menetes dengan sendiri nya.
Suami Mila langsungs aja mematung, ia tidak percaya apa yang sudah dia dengar.
Bahkan ia tidak menyangka bahwa keponakannya akan membuat wanita sebaik dan sesabar Zahra terluka.
"Paman" panggil Wendi dengan cepat turun ke bawah.
Suami Mila langsung saja mengangkat tangannya, ia menatap Kakak, Kakak ipar dan Wendi dengan pandangan sangat menyeramkan.
"Tenanglah Nak, Zahra sudah ketemu dan dia baik-baik saja. Nanti Ibu akan sampaikan bahwa kalian mencari nya, Zahra pasti bahagia mendengar nya" ucap Ibu Aminah dengan mengelus lembut tangan Suami Mila.
"Benarkah Bu?" tanya Mila bahagia.
Ibu menganggukan kepala nya, lalu ia memberikan nomer ponsel Zahra pada Mila.
"Kami permisi dulu" ucap Doni langsung saja membawa kedua orangtua nya, Ana dan Aeni pergi dari sana.
Sedangkan Wendi, ia masih menatap sang Paman yang membuang muka pada nya.
"Paman, maafkan aku" ucap Wendi dengan lirih.
"Diam kau" bentak Suami Mila dengan lantang.
"Aku sudah katakan padamu dulu, jika hanya ingin menyakiti Zahra maka lepaskan saja dia. Dia wanita yang baik, sabar dan ceria, dan saat kau tau dia punya kekurangan sama seperti Paman yang tak bisa punya keturunan, kalian cuek padanya? Paman kecewa padamu Wendi" ucap Paman nya kembali.
Dia lalu melangkah keluar dari gedung itu bersama dengan Mila, ia sangat kecewa pada keluarga Kakak nya.
"Pamannnn" teriak Wendi dengan sesak.
.
.
.
__ADS_1