
Hampir semua orang tau dan melihat event yang sedang berlangsung di Paris, begitupun dengan Wendi dan yang lainnya.
Mereka kaget, dan bahkan terlihat sangat syok saat melihat siapa pemenangnya. Bukan hanya keluarga Wendi yang ada disana, bahkan keluarga dari Amelia pun berada disana.
"Bukankah itu mantan Istri mu, Wendi?" tanya Daddy Amel.
Perhatian mereka langsung buyar saat Daddy Amel bertanya, Wendi sendiri pun menganggukan kepala pada sang mertua.
"Hebat juga dia, sudah wanita baik, cantik dan sekarang pemenang event bergengsi lagi" puji Mommy dengan tersenyum kecil.
Sedangkan kedua orangtua Wendi hanya bisa diam saja tanpa memberi komentar apapun.
"Benarkah dia Zahra mantan menantu kita? Tetapi Zahra kan tidak bisa apapun karena hanya lulusan sekolah SMA saja" batin Ibu Jeni dengan menggelengkan kepala nya.
Dan bukan hanya mantan keluarga mertua nya saja yang kaget dengan tayangan berita hari ini. Hampir seluruh karyawan perusahaan Langit Corp pun merasa bangga dan tentu nya kaget saat Zahra memenangkan event itu.
Mereka semua banyak terharu karena mereka juga tahu bagaimana kehidupan Zahra sampai bisa ia berada di Negara tersebut.
"Lihatlah Zahra, dia sangat hebat"
"Aku bangga sekali padanya, meskipun bukan teman dekat tetapi aku merasa ikut bangga"
__ADS_1
"Woah ya ampun Zahra, dia sangat menakjubkan"
"Kita harus memberikan ucapan dan hadiah"
Dan masih banyak lagi ucapan dari para karyawan tentang Zahra. Mereka tidak tahu saja bahwa Zahra adalah Istri dari Tuan Muda, Raymond.
**
Begitupun dengan Niko, ia mengepalkan tangannya kuat saat lagi dan lagi perusahaan Raymond lebih unggul daripada milik nya.
Niko langsung melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan tetapi belum sampai ia ke pintu lift, lift tersebut terbuka dan menampilkan Kartika.
"Kapan dia kembali dari Paris" gumam Niko dengan bingung.
"Aku ingin ke tempat latihan, sayang. Aku merasa sedang tidak baik-baik saja" jawab Niko dengan gurat wajah yang kesal, emosi dan marah.
Kartika terkekeh, ia lalu membawa Niko masuk kembali ke ruangannya.
"Dengarkan aku, suruh anak buah mu mencari latar belakang Zahra. Aku yakin, bahwa dia adalah kelemahan bagi Raymond" ucap Kartika dengan percaya diri.
"Ck, jangan membuat emosi ku naik kembali Kartika. Aku sudah lebih dulu mencaritahu siapa Zahra, dia hanyalah janda tanpa anak yang di tinggalkan suami nya pergi" balas Niko dengan kesal.
__ADS_1
"Ray dekat dengannya karena Zahra adalah pendatang pundi uang untuknya dan perusahaannya. Dia adalah wanita berbakat yang di pelihari oleh Ray" lanjut Niko dengan beranjak pergi dari ruangannya.
"Tapi Nik" ucap Kartika
"Aku akan pergi, aku sedang tidak ingin bertemu siapapun hari ini" balas Niko dengan datar.
Niko lalu pergi menuju ke Club malam yang sudah biasa ia datangi.
Dia akan menenangkan pikirannya disana dengan cara happy-happy.
Sedangkan Kartika hanya menghela nafas kasar dan ikut pergi dari sana. Entah kenapa hati nya begitu yakin bahwa Ray mempunyai hubungan spesial dengan Zahra.
"Aku akan memastikannya sendiri" gumam Kartika dan pergi untuk kembali ke mansion nya.
Kartika memang langsung pulang ke Amerika siang tadi. Ia sudah sangat merindukan calon Suami nya, tetapi yang di rindukannya pun malah menyebalkan.
"Hih aku harus segera mencaritahu nya dan membuktikan pada Niko" gumam Kartika dengan memukul stir nya pelan.
Lalu Kartika melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, ia menikmati suasana malam di Negara yang sedang musim dingin.
.
__ADS_1
.