Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 91


__ADS_3

Terjadi kehebohan dimana-mana lantaran ada seseorang yang mengunggah poto mesra Ray dan Zahra.


Apalagi di Rumah sakit, mereka terlihat bisik-bisik dan memperhatikan bagaimana posesif nya Ray yang memeluk pinggang Zahra.


Bahkan mereka datang bersama keluarga nya dan masuk ke poli kandungan.


"Wih ada yang bakal tranding topik nih" ucap Citra dengan tertawa kecil.


"Biarkan saja, toh seharus nya memang sudah harus di publikkan" balas Raymond dengan tenang dan santai.


Zahra hanya tersenyum, dia terlihat sangat manja pada Ray.


Mereka sampai di ruangan Dokter Rena, Adik dari Irwan sendiri.


"Selamat datang" ucap Rena dengan senyum bahagia.


Rena langsung saja memeluk sang Kakak dan Citra bergantian. Dia sudah rindu pada mereka karena Rena sendiri baru kembali sehabis menengok sang mertua.


"Apa kabar Mbak? Eh kenapa terlihat pucat?" tanya Rena pada Zahra.


Sontak Ray langsung menatap sang Istri yang sejak tadi di samping.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ray panik.


"Kok perut aku mual ya mencium bau obat" ucap Zahra.

__ADS_1


Rena tersenyum, lalu ia menuntun Zahra untuk duduk di atas ranjang pasien.


"Kak, aku periksa Mbak Zahra dulu ya" ucap Rena pada Citra.


"Iya sayang" balas Citra dengan tersenyum.


Zahra lalu merebahkan tubuh nya, dan Ray tetap di samping nya dengan menggenggam tangan Zahra erat.


Kemudian Rena memeriksa Zahra menyeluruh, dan setelah nya ia tersenyum bahagia.


"Ini sangat ajaib, padahal Mbak Zahra baru sembuh 1 bulan terakhir ini dan sekarang Mbak Zahra sudah hamil serta kandungannya kuat dan sehat" ucap Rena dengan binar bahagia.


Hah.


Zahra dan Ray syok, mereka memang baru-baru 1 bulan ini melakukan hubungan intim lagi. Dan mereka tak menyangka bahwa itu akan membuahkan hasil yang indah.


"Iya Mbak, selamat ya Mbak. Kandungannya baru berumur 3 minggu, jangan terlalu lelah dan banyak aktifitas dulu ya" jelas Rena dengan yakin dan tersenyum.


Begitupun dengan Citra, Irwan dan Bunda, mereka tersenyum bahagia dengan berita yang baru saja mereka dengar.


Hiks.


"Aku aku hamil Mas" ucap Zahra dengan terisak.


Ray mengangguk dengan senyuman yang haru, dia memeluk Zahra dengan perasaan yang membuncah bahagia.

__ADS_1


"Selamat sayang, kita akan menjadi Mommy dan Daddy" ucap Ray lembut.


Zahra tak mampu berkata apapun, dia hanya bisa menangis dengan penuh haru dan bahagia. Dia hanya mampu menganggukan kepala saja.


Begitu pun dengan Dokter Rena, dia ikut bahagia atas apa yang mereka dapat.


Setelah selesai, kini tinggal Citra yang akan di periksa oleh Dokter. Dan Zahra ia sudah duduk di kursi samping Bunda.


Bunda langsung memeluk Zahra dan mengecup perut rata Zahra.


"Jaga diri baik-baik ya, ingat disini sudah ada nyawa yang harus kamu jaga" ucap Bunda lembut.


"Iya Bunda, aku akan menjaga nya dengan baik" balas Zahra tersenyum.


Zahra memeluk Bunda kembali tanda ia sangat bahagia dan ah rasanya susah di ungkapkan dengan kata-kata.


Hingga setelah selesai semua nya, mereka langsung saja pulang ke mansion.


Di sepanjang jalan, Zahra tak henti-henti nya tersenyum dengan mengelus pelan perut rata nya.


"Terimakasih Ya Allah, aku bahagia dengan kejutan indah ini. Aku sangat bahagia untuk semua ini" batin Zahra.


Ray memeluk Zahra dan mengecupi pucuk kepala nya dengan lembut.


Terlihat sorot mata bahagia dari kedua mata mereka yang sangat terpancar.

__ADS_1


.


.


__ADS_2