
Hari semakin hari tingkah Zahra selalu ada saja yang membuat mereka menggelengkan kepala, namun pada usia kandungan nya yang 3 bulan dia sudah tidak berlebihan mengidam nya.
Seperti saat ini, mereka semua sedang menunggu di Rumah sakit karena Citra yang akan lahiran.
Sedangkan sang Ibu tidak jadi ke sana karena Ana juga sudah melahirkan.
"Sayang, kamu istirahat dulu di mansion ya" ucap Bunda dengan lembut.
"Lalu Bunda akan sama siapa disini?" tanya Zahra.
"Bunda akan bersama penjaga disini, ada Irwan juga bukan" jawab Bunda.
Ray mengusap lembut kepala Zahra, dia lalu mengangguk dengan tersenyum lembut.
"Apa yang di katakan oleh Bunda benar sayang, ayo kamu harus banyak istirahat" ucap Raymond.
Zahra akhir nya mengangguk, dia lalu berpamitan pada sang Bunda. Lalu kedua nya pergi dari Rumah sakit.
Banyak orang yang bertanya-tanya karena Ray keluar bersama Zahra yang sedang hamil.
Bahkan ada salah satu karyawan Ray yang melihat nya.
"A apa benar kalau Zahra itu Istri Tuan muda" gumam nya dengan syok.
"Aku harus memastikan ini" gumam nya kembali.
Lalu Zahra dan Ray masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan.
Ray membantu Zahra dengan gerakan lembut dan juga perhatian.
__ADS_1
"Uh kamu semakin menggemaskan dengan perut besar begini sayang" ucap Ray dengan mengecupi perut yang sudah terlihat membuncit.
Ray menutup penghalang antara diri nya dan sang sopir pribadi.
"Sehat-sehat ya sayang, jangan membuat Bunda kelelahan hemm" ucap Ray kembali dengan lembut.
"Iya Ayah, aku baik kok sama Bunda" balas Zahra mengusap lembut kepala Ray.
Cup
Cup
Ray mengecupi seluruh wajah Zahra, hingga pada akhir nya Ray mencium bibir sang Istri dengan lembut.
Zahra hanya bisa menikmati hal tersebut, mereka terus saja melakukan hal tersebut hingga merasakan pasokan nafas nya sudah habis.
Huh
"Hehe , Maaf ya sayang aku selalu gemas dengan kamu" kekeh Raymond dengan tersenyum manja.
"Ish tapi lihat situasi ih" kesal Zahra dengan merajuk.
Tawa Ray pecah melihat sang Istri yang merajuk, dia memeluk Zahra dengan gemas.
Cup.
"Istri ku sayang, hemmmm" ucap nya dengan gemas.
Zahra hanya diam dan ikut tertawa kecil, dia juga balik memeluk sang Suami.
__ADS_1
"Suamiku sayang" balas Zahra lembut.
"Kenapa sih menggemaskan sekali bumilku ini" ucap Ray terkekeh.
Mereka berdua lalu tertawa dengan tubuh saling memeluk satu sama lainnya.
Hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi pun sampai di mansion utama.
Ray dan Zahra langsung saja masuk ke dalam mansion, Ray membawa Zahra masuk ke kamar nya.
"Kita istirahat dulu ya, nanti malam baru ke Rumah sakit lagi" ucap Ray lembut.
"Iyaa Mas, kamu juga istirahat ya" balas Zahra dengan tersenyum malu.
Ray memicingkan mata nya, dia lalu tertawa kecil setelah tahu alasannya.
Dengan semangat Ray langsung saja membawa sang Istri ke dalam pelukan nya di ranjang.
Setelah nya mereka langsung saja memulai ritual yang selalu saja Zahra inginkan saat setelah hamil. Mungkin karena hormon kehamilan jadi dia selalu saja ingin berdekatan dengan sang Suami.
Siang yang lumayan terik itu jadi saksi dimana keduanya yang tengah bersemangat menuju puncak yang sangat memanas.
Sehingga setelah merasa puas, kedua nya langsung saja berhenti dan saling memeluk satu sama lainnya.
"Anak pinter" ucap Ray sambil mengecup perut Zahra.
Zahra langsung saja terkekeh dan memeluk Ray dengan lembut.
Kemudian mereka terlelap karena lelah.
__ADS_1
.
.