Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 44


__ADS_3

Hari ini, hari baru bagi Zahra dan Ray. Hari dimana mereka akan bekerja dalam satu gedung, satu tim tapi tidak saling kenal.


Zahra dan Ray memang akan bersikap profesional dalam bekerja, mereka berdua akan memajukan perusahaan Ray bersama-sama.


"Hati-hayi di jalan, jangan terlalu ngebut membawa mobil nya" pesan Ray dengan mengecup kening Zahra lembut.


"Iya Mas, kalau begitu aku duluan ya" pamit Zahra dengan menyalami Raymond.


Ray memeluk Zahra terlebih dulu, setelah nya ia melepaskan pelukan itu dan membiarkan Zahra pergi dengan membawa mobil nya.


"Apa kau sudah mengatur penjagaan untuk Zahra dan Istrimu?" tanya Raymond.


"Sudah Tuan, mereka di jaga dengan berlapis tetapi kita juga jangan terlalu lengah karena takut kecolongan" jawab Irwan dengan jelas.


"Hemmm, aku takut rekan bisnis kita akan menjadikan mereka target dan aku juga takut akan ada pengkhianat. Teruslah waspada meski di mansion juga" ucap Ray.


Irwan menganggukan kepala, ia fokus pada jalanan di depannya.


Mereka akan langsung ke perusahaan karena hari ini akan ada meeting dengan beberapa kolega bisnis nya.


*


Zahra masuk ke dalam perusahaan seperti biasa nya, semua karyawan tahu bahwa Zahra telah cuti untuk pulang ke tanah air.


"Zahra" panggil rekan kerja nya.


Zahra menghentikan langkah nya, ia lalu membalikan badannya dan melihat Dewi yang sedang berjalan menghampiri nya.


"Ada apa Dew?" tanya Zahra.


"Kau sudah daftar belum untuk mengikuti event tingkat Internasional yang akan di adakan di Paris?" tanya Dewi dengan antusias.


"Iya bener tuh Zah, kamu harus ikut daftar dan semoga saja menang. Hasil desain mu itu sudah sangat bagus dan memukau" timpal rekan lainnya.


"Aku sudah mendaftat berkat bantuan Tuan Irwan, dia merekomendasikan aku secara pribadi untuk ikut, do'akan saja ya semoga aku berhasil lulus seleksi" jawab Zahra sambil berjalan bersama Dewi dan yang lainnya.


"Aku yakin kau akan lulus seleksi dan akan menjadi juara musim ke 3 ini" ucap Dewi dengan sangat yakin.


Zahra mengangguk, ia bersyukur karena mendapatkan teman kerja yang baik dan juga mengerti dirinya.


Tetapi hanya Dewi dan Sulis saja yang selalu dengannya. karena yang lain selalu saja sinis pada Zahra karena ia bisa selalu dekat dengan Tuan muda dan Asistennya.


Dewi dan Zahra sudah sampai di ruangannya masing-masing, Zahra memang di fasilitasi ruangan sendiri karena ia aset perusahaan.


Zahra yang akan mendesain dan memberi denah untuk semua bangunan yang di pesan dari kolega Raymond.

__ADS_1


Zahra menyiapkan semua desain dan berkas untuk meeting siang ini, ia juga akan menampilkan yang terbaik untuk persaingan ini supaya bisa di menangkan oleh perusahaan Langit Corp.


"Kalau proyek ini bisa di dapatkan oleh Ray, maka perusahaan akan untung besar karena proyek ini akan terus berlanjut dan bercabang" gumam Zahra.


Zahra mengerjakan pekerjaan nya dengan serius, ia tidak ingin membuat kecewa kolega bisnis Ray.


*Tok


Tok*


"Zah, ayo ke ruang meeting" ajak Dewi dengan membuka pintu ruangan Zahra.


"Oke" balas Zahra dengan membawa berkas nya.


Zahra dan Dewi langsung saja menuju ke ruangan meeting yang kebetulan satu lantai dengan ruangan mereka.


"Eh Zah, katanya ketua Divisi pemasaran baru loh. Dari Indonesia juga katanya" ucap Dewi dengan tersenyum.


"Ya ampun Dewi, Indonesia itu luas lah dan aku juga belum tentu kenal" kekeh Zahra dengan memukul lengan Dewi pelan.


"Hehe siapa tau aja kan" balas Dewi cengengesan.


Lalu mereka masuk ke ruangan meeting, disana sudah ada beberapa orang dan hanya menunggu sang Tuan muda saja bersama Asistennya.


Hingga tak lama kemudian, terdengar derap langkah yang mendekat ke ruangan.


Ceklek.


"Hmmm" balas Ray dengan wajah yang sangat dingin dan datar.


Ceklek.


"Maaf saya terlambat" ucap sorang pria dengan sopan.


Deg.


"Wendi" batin Zahra kaget.


Zahra langsung saja mengubah raut wajah nya dan langsung duduk dengan tenang.


"Perhatian semuanya, ini adalah Wendi ketua Divis pemasaran yang di rekomendasikan dari cabang yang ada di Indonesia" ucap Irwan dengan tegas.


Mereka hanya mengangguk kepala saja, Wendi lalu duduk di hadapan Zahra.


Wendi sangat kaget saat mengetahui bahwa Zahra bekerja di sana.

__ADS_1


"Nona Zahra, silahkan di mulai dan anda Dewi siapkan juga" ucap Irwan dengan tegas.


Zahra menganggukan kepala, ia lalu maju ke depan dengan membawa laptop dan berkas nya.


Zahra langsung saja menampilkan beberapa desainnya dan menjelaskan semua nya dengan keseluruhan.


Mereka langsung saja fokus pada layar dan juga keterangan dari Zahra.


Mereka selalu saja di buat kagum dan bangga dengan karya Zahra.


Setelah Zahra selesai, Dewi langsung menampilkan beberapa alat furniture nya untuk melengkapi bangunan itu.


Ray menatap nya dengan fokus, ia harus benar-benar teliti dengan semua ini karena ini proyek yang besar.


Setelah selesai, mereka semua berunding untuk menentukan pilihannya.


Dan mereka memilih bangunan yang cukup kuno tetapi sangat menarik dengan perbatan mewah namun elegant.


"Jika proyek ini jatuh ke perusahaan kita, kita akan liburan ke Hawaii untuk menikmati suasana Pantai Waikiki" ucap Raymond.


Semua nya langsung bertepuk tangan dan menampilkan wajah bahagia, apalagi Zahra.


Ia sudah sangat lama ingin pergi ke Hawaii.


Setelah selesai dengan meeting nya, mereka bubar untuk mengisi perut nya masing-masing.


Zahra keluar bersama denga Dewi , ia tidak peduli dengan kehadiran Wendi yang ada di sekitarnya.


*


Ray duduk di kursi kebesarannya, ia menunggu Irwan yang sedang memesan makanan.


"Ray" panggil Irwan.


"Apa kau memang tidak tahu bahwa yang di rekomendasikan oleh anak cabang itu adalah Wendi?" tanya Ray to the point.


"Aku tidak tahu , dia hanya memberitahu bahwa orang itu sangat bagus dalam kerja nya" jawab Irwan dengan cepat.


"Yasudah, awasi saja" balas Ray dengan tenang.


Irwan hanya mengangguk saja, ia juga tidak tahu bahwa Wendi yang di rekomendasikan oleh bawahannya.


Lalu Irwan menata makan siang untuk Ray dan dirinya, setelah itu ia dan Ray langsung saja makan siang dengan diam.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2