Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 49


__ADS_3

Ray melepaskan pelukannya, ia menatap Zahra dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Niko sedang mengincar mu, entah apa alasannya tetapi aku merasakan hal tidak baik yang akan dia lakukan padamu" ucap Raymond dengan nafas memburu.


Zahra mengusap lembut wajah Ray, ia tersenyum lembut agar Ray juga ikut tenang.


"Niko dari perusahaan X?" tanya Zahra lembut.


"Ya, dia adalah musuh dalam bisnis aku dan dia juga yang sudah membuat rumah tanggaku berantakan" jawab Raymond dengan memejamkan mata nya.


-Flsback-


Saat perusahaan Raymond masih merintis, ia sudah menikah dengan Intan, mantan Istri nya yang sudah meninggal.


Sampai saat Intan hamil, ia sangat bahagia dan perusahaan nya juga ikut berkembang pesat hingga menyaingi perusahaan besar lainnya.


Dari mulai disana badai menghantam nya, Intan berselingkuh dengan Niko yang memang teman Raymond dan Irwan sejak sekolah menengah atas.


Tetapi Niko selalu saja iri pada Ray yang hanya anak sederhana tetapi bisa sukses dan selalu menjadi juara.


Niko terus saja merasa iri dan tersaingi oleh Raymond, dia juga merintis perusahaan dengan bidang yang sama dengan Ray. Tetapi perusahaan Niko tak semaju dan melesat seperti perusahaan milik Ray.


Dan dari sanalah ia selalu dendam dan ingin menghancurkan apapun yang di miliki Raymond.


Hingga pada saat nya ia juga tertarik pada Istri Ray, dia mendekati nya dan bahkan melakukan hubungan gelap bersama Intan.


Sampai dengan tega nya Intan memberikan dokumen penting tentang perusahaannya pada Niko dan membuat perusahaan Ray hampir gulung tikar.


Ray dan Irwan terus saja mempertahankan nya semampu mungkin, hingga Ray mengetahui fakta dimana Istri nya berkhianat.


Intan memilih pergi bersama Niko dan meninggalkan Ray dengan segala keterpurukannya.


Hingga pada saat Ray sudah bangkit kembali, Intan datang dengan perut besar.


Hingga pada saat itu juga Intan merasakan sakit dalam perut bawah nya.


Raymond dan Irwan membawa nya , hingga beberapa saat nyawa Intan tak tertolong begitupun dengan Putri nya.


Ray kembali terpuruk dan mengakibatkan perusahaan oleng kembali dan hal itu di manfaatkan oleh Niko, tetapi Irwan segera bertindak dan membujuk Ray.


Hingga saat ini, perusahaan itu semakin besar dan kokoh namun semakin besar juga ambisi Niko untuk membuat Raymond runtuh.


-Flshbacknow-

__ADS_1


Zahra memeluk Ray dengan erat, ia tidak tahu bahwa beban yang Ray pikul sangatlah besar.


"Ingat, jangan jadikan aku kelemahan mu sayang. Aku akan selalu menjadi penyemangatmu" ucap Zahra dengan tegas.


"Aku akan selalu bersamamu walaupun kamu jatuh miskin" ucapnya lagi dengan lebih tegas.


Ray menatap Zahra, ia mengecup kening Zahra dengan sangat lembut.


"Aku tidak takut kehilangan harta, aku hanya takut kehilangan mu dan orang-orang yang aku sayangi" balas Ray lirih.


"Dengarkan aku sayang, jangan jadikan kami sebagai kelemahan mu tetapi jadikan kami sebagai penyemangat dan juga ambisi mu untuk menang" ucap Zahra.


Ray menganggukan kepala nya, ia bersyukur mempunyai Istri yang sangat pengertian dan juga baik seperti Zahra.


Mereka kembali berpelukan dengan bibir keduanya berpangutan.


Zahra dan Ray mencurahkan semua nya dalam pangutan itu, mereka juga terus memberi ketenangan dan kecanduan di dalam nya.


Setelah di rasa puas, mereka melepaskan pangutannya dan saling memeluk dengan erat.


"Kita masuk yuk, sudah malam" ajak Ray dengan lembut.


"Iya , Mas" balas Zahra tersenyum.


Ray lalu menggendong Zahra, ia tersenyum saat melihat wajah kaget dari sang Istri.


**


Ke esokan pagi nya, Zahra dan Ray masih bergulung selimut karena memang hari weekend.


Mereka berdua kelelahan setelah pertempuran semalam mereka dan bahkan Ray meminta nya kembali tadi selepas subuh.


Mereka terlelap dengan saling berpelukan, bahkan mereka juga belum sempat berpakaian sama sekali.


Para pelayan pun tidak berani untuk membangunkan mereka ataupun mengganggu nya.


Bunda, Citra dan Irwan sudah sampai di mansion Raymond. Mereka langsungs aja masuk dan di sambut oleh Nany.


"Diaman menantuku, Ny?" tanya Bunda celingukan.


"Hemm, mereka masih di kamar Nyonya Besar" jawab Nany dengan sopan.


Bunda kembali duduk, ia tahu pasti Ray yang membuat menantu nya hingga terlambat bangun.

__ADS_1


"Yasudah tak apa, tolong buatkan kami minum saja" ucap Bunda


Nany mengangguk patuh, ia lalu pergi ke dapur untuk menemui pelayan yang lainnya.


Irwan dan Citra terkekeh melihat wajah Bunda nya yang terlihat kesal karena Zahra tidak ada.


"Awas saja kau Ray, aku akan menculik Zahra agar kau tidak bisa bermesraan" gerutu Bunda dengan kesal.


Lalu ia mengambil camilan yang ada di atas meja, dan tak lama kemudian datanglah minuman yang ia pesan tadi pada Nany.


"Silahkan Nyonya" ucap Nany


"Hemmm" balas Bunda.


Nany kemudian pamitan pada majikannya, ia membiarkan mereka bertiga menunggu kedua majikannya yang masih terlelap.


Irwan menyalakan televisi yang ada disana, ia memilih menonton tv daripada harus mendengar gerutuan mertua nya yang kesal akan Raymond.


Hingga hampir jam 10 pagi mereka disana dan belum ada tanda-tanda Zahra serta Raymond yang hadir.


"Ya ampun kemana mereka ini" gerutu Bunda kembali.


Tap


Tap


"Rayyyyyyyy" teriak Bunda saat melihat Raymond dan Zahra turun ke bawah.


Zahra terperanjat kaget, ia tidak tahu bahwa sang mertua datang kesana dan saat ini ia melihat bagaimana wajah kesal mertua nya.


"Bunda berisik" protes Raymond


"Heh kau anak durhaka ya, Bunda nunggu disini hampir 3 jam dan kau malah enak-enakan tidur" kesal Bunda dengan berkacak pinggang.


Tanpa menunggu ucapan Ray, Bunda langsung saja memeluk Zahra dan membawa nya ke ruang makan.


Sedangkan Ray? Ia melongo karena di tinggal oleh Istri dan Bunda nya.


Ray pun ikut serta ke ruang makan, ia juga merasakan lapar yang memang jam sarapan pagi sudah terlewati.


Sedangkan Irwan dan Citra cekikikan melihat Ray yang akan di buat pusing oleh Bunda nya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2