Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 46


__ADS_3

Ray terjaga saat akan subuh datang, ia melihat Zahra dengan tersenyum kecil.


"Sayang" ucap Ray dengan mengecup seluruh inci wajah sang Istri.


"Hemmmm" balas Zahra dengan menggeliat.


Zahra mengerjapkan mata nya, ia kaget saat Ray sudah ada di atas tubuh nya.


Ray tersenyum kecil saat Zahra menatap nya dengan tatapan penuh selidik.


"Jatah pagi, sayang" bisik Ray dengan mengecup leher jenjang Zahra.


"Jangan bikin tanda di sana" lirih Zahra dengan merasakan geli dan nikmat.


Ray tersenyum, ia terus mengecup area tubuh atas milik Zahra.


Hingga pada akhir nya mereka sama-sama polos dan juga saling sentuh memberikan kenikmatan.


Hingga akhir nya mereka melakukan ritual nya dengan saling memberi kenikmatan.


*


Tepat jam 6 pagi, mereka baru saja selesai mandi dan bersiap.


Ray sudah menyuruh Nany untuk memasak sarapan untuk mereka.


"Ya ampun, pinggangku rasa nya mau patah" gerutu Zahra dengan meraba pinggang nya.


Ray terkekeh, ia memeluk Zahra dengan erat dan mengecup pucuk kepala nya lembut.


"Maafkan aku ya, sayang" ucap Raymond dengan mengusap lembut pinggang Zahra.


Zahra hanya mengangguk, dan ia langsung duduk di kursi makan.


"Hei jangan ngambek dong" bujuk Raymond dengan memeluk Zahra kembali.


"Tidak Mas, duduklah kita sarapan" ucap Zahra dengan lembut.

__ADS_1


Raymond mengangguk, ia ingin makan kembali sepiring berdua dengan Zahra.


Setelah selesai sarapan dan berpamitan pada Raymond. Zahra langsung saja menuju ke perusahaan.


"Kenapa bisa Wendi bekerja bersama Ray? Aku yakin sekali bahwa Ray dan Irwan tidak tahu menahu soal Wendi yang di pindahkan kesini" gumam Zahra


"Hih males sekali aku harus menanyakan hal ini pada Ray, biarkan saja" gumam nya kembali dengan menggedikan bahu nya.


Lalu ia kembali fokus pada jalan, setelah berselang lama akhir nya ia sampai juga di perusahaan.


Zahra langsung saja menuju ke ruangan nya, ia akan menyiapkan beberapa berkas yang akan di bawa ke meeting nanti.


Wendi sendiri, ia sudah sampai di ruangan nya dan langsung bekerja meski hati dan pikirannya masih berkelana entah kemana.


"Bagaimana ini, aku sudah sejauh ini melupakan Zahra bahkan aku juga sudah rela menjauh sampai disini demi menjauhi Zahra" ucap Wendi dengan menatap ke layar laptop nya.


"Hah, aku harus berusaha biasa saja dengan keadaan ini" ucap nya lagi.


Wendi kembali fokus, ia berusaha membuang semua nya demi karir dan masa depannya.


Ia berusaha cuek dan biasa saja saat satu mobil bersama dengan Zahra.


Begitupun dengan Zahra, ia biasa saja bahkan ia hanya fokus pada berkas yang ia bawa bersama dengan Dewi.


Raymond menghela nafas nya, ia sempat melirik ke belakang dimana Zahra duduk bersampingan dengan Wendi dan hanya terhalang oleh Dewi saja.


Ray mencoba mengalihkan perhatiannya dengan melihat berkas, hingga manik mata nya melihat berkas yang ia bawa ke mansion sudah selesai.


"Loh kok sudah selesai, apa Zahra yang mengerjakannya ya" batin Ray dengan bingung.


Ray lalu mengambil ponsel nya, ia mengetikan pesan pada sang Istri.


Setelah itu, ia menyimpan kembali ponsel nya ke dalam saku celana.


*Drrtt


"Terimakasih sayang, nanti malam kita makan malam di mansion dengan tema dinner*"

__ADS_1


Isi pesan yang di terima oleh Zahra dengan gambar berkas yang tertera disana.


Zahra hanya tersenyum kecil melihat itu, ia lalu membalas nya dengan emoticon hati saja.


Tak berselang lama, mereka semua sampai di Hotel mewah tersebut dan langsung saja menuju ke Aula dimana meeting yang akan di selenggarakan.


Disana sudah banyak para pengusaha muda, tua dari berbagai Negara.


Mereka juga membawa tim nya masing-masing dan membawa desain terhebat mereka.


Raymond duduk di tempat yang sudah di sediakan disana untuk Langit Corp dan tim nya.


Zahra duduk tepat di samping Ray, sedangkan Dewi dan Wendi duduk di belakang mereka.


Hingga akhir nya meeting pun berlangsung, semua mengeluarkan hasil terbaik nya.


Dan tiba saat nya giliran Langit Corp, Raymond dan Zahra maju ke depan.


Mereka berdua mengeluarkan hasil terbaik nya buatan Zahra langsung.


Zahra menjelaskan secara keseluruhan tentang hasil desain nya, ia juga menunjukan beberapa furniture nya.


Hampir semua orang berdecak kagum akan semua desain pilihan dari Langit Corp.


Tetinggi utama perusahaan ternama itu pun langsung saja menunjuk Langit Corp sebagai pemenang dalam proyek tersebut.


Zahra langsung saja mengukir senyumannya, ia sangat puas akan hasil kerja keras nya yang langsung di pilih oleh CEO perusahaan X.


Sorak tepuk tangan terdengar menggema disana untuk sang pemenang.


"Kau memang hebat, sayang" batin Raymond dengan bangga.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2