Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 78


__ADS_3

Pagi ini suasana di Amerika sangatlah cerah, bahkan matahari pun sudah menampakan cahaya nya dengan sangat indah.


Zahra dan yang lainnya pun sudah bersiap dan tinggal pergi ke acara event yang terakhir hari ini. Jantung Zahra terasa berpacu sangat cepat karena akan menghadapi babak terakhir.


Raymond senantiasa terus saja memegang tangan Zahra dengan erat, seolah ia sedang menyalurkan kekuatan untuk Istri nya tersebut.


"Ayo kita pergi" ajak Raymond.


Mereka menganggukan kepala nya, setelah itu langsung saja masuk ke dalam mobil masing-masing.


Tepat setelah kepergian rombongan Zahra, kartika keluar dari loby Hotel untuk kembali ke gedung tersebut.


**


Waktu berputar dengan cepat hingga tepat di puncak acara , semua nya menunggu dengan berdebar-debar. Bukan hanya sang peserta saja begitupun dengan keluarga dan penonton.


Di depan sudah ada nama pemenang di pegang oleh juri, dan untuk ke tiga peserta pun sudah duduk berdampingan dengan atasannya dan juga beberapa tim yang lainnya.


"Tenanglah" ucap Ray dengan berbisik.


Zahra hanya menganggukan kepala saja, setelah nya ia mencoba tenang dan menarik nafas panjang.


Hingga atensi mereka teralihkan saat sang juri akan mengumumkan pemenang nya, dan hal tersebut langsung saja di sorot media dari berbagai penjuru.

__ADS_1


"Disini saya tidak akan bertele-tele , di tangan saya sudah ada satu nama yang akan menjadi pemenang event kali ini. Jujur saja, saya sangat kagum akan hasil desain nya dan bahkan saya sendiri yang akan membeli hasil nya tersebut" ucap sang Juri dengan wajah penuh kekaguman dan juga tersenyum.


"Dan ini lah dia Zahra Khoerunisa dari Langit Corp yang memenangkan event tahun ini" teriak nya dengan penuh semangat dan tersenyum lebar.


Prok


Prok


Zahra langsung saja menegang, kaku dan juga gugup saat nama nya di sebut sebagai pemenang.


"Selamat Nona" ucap Irwan dengan bahagia.


Zahra langsung tersadar dan ia langsung membalas senyuman dari Irwan.


Ia pun menatap Raymond dengan penuh binar bahagia bercampur haru.


Terdengar sorak sorai tepuk tangan dari para penonton dan tamu undangan, bahkan di belakang sana Aeni dan Citra sangat heboh saat nama Zahra Khoerunisa yang di panggil.


Zahra melebarkan senyumannya pada semua orang, ia juga membungkukan badannya saat berhadapan langsung dengan sang Juri.


"Ya Allah, Nikmatmu sangat indah" batin Zahra dengan tersenyum haru.


Zahra menjabat tangan semua petinggi event, bahkan ia juga langsung menandatangani surat jual beli hasil nya.

__ADS_1


Bukan hanya kemenangan yang dia dapatkan, melainkan keuntungan juga yang ia dapat.


Setelah selesai, Zahra turun kembali dan mendapatkan ucapan dari sesama peserta dan juga perusahaan lainnya.


Terlihat Kartika pun mendekat dan memberikan selamat pada Zahra.


Dan setelah semua nya selesai, rombongan Zahra memutuskan untuk pergi dari sana dengan membawa piala kemenangan dan nama Zahra yang membanggakan.


Langkah mereka selalu terhenti saat lagi dan lagi para wartawan menanyakan sesuatu hal pada Zahra maupun pada Ray.


Tetapi anak buah Ray langsung saja menghalau nya dan Irwan yang akan memberikan semua jawaban dari pertanyaan tersebut.


Mereka akan langsung ke Restoran dimana sudah di sediakan oleh Ray untuk merayakan kemenangan Zahra.


"Selamat Nak" ucap Bunda dengan penuh haru.


"Terimakasih, Nyonya" balas Zahra dengan formal karena memang masih banyak orang.


Bunda langsung saja tersenyum dan menganggukan kepala nya, lalu ia pergi bersama dengan Citra menaiki mobil yang sudah tersedia disana.


Begitupun dengan kedua orangtua Zahra , Aeni serta Doni dan Ana. Mereka juga masuk ke dalam mobil yang sudah tersedia.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2