Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 67


__ADS_3

Selama perjalanan pulang dari Rumah sakit, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Amelia. Sedangkan Wendi, ia terus saja mencoba mengajak bicara Istri nya tetapi ia tak dapat respon apapun.


Hari ini, Wendi izin masuk setengah hari ke perusahaan karena memang akan menemani Amelia di Rumah.


Setiba nya di Rumah, Amel dan Wendi melihat ada dua buah mobil yang terparkir di halaman nya.


"Siapa yang datang?" tanya Wendi.


"Entahlah, ayo masuk saja" jawab Amel sedikit acuh.


Wendi dan Amelia langsung saja melangkah menuju ke dalam Rumah nya.


Hingga manik mata mereka melihat kedua orangtua nya yang sedang mengobrol.


"Ayah, Ibu" panggil Wendi.


"Mom, Dad" panggil Amelia


Yang di panggil langsung saja menghentikan obrolannya dan menatap kedua Anak nya yang baru saja masuk.


"Hei kalian dari mana?" tanya Mommy Amel.


"Biarkan mereka duduk dulu, Mom" ucap Daddy Amel dengan terkekeh.


Mommy menganggukan kepala dengan tersenyum, lalu Amel dan Wendi pun duduk di hadapan mereka.


"Kapan kalian sampai disini?" tanya Wendi pada kedua orangtua nya.


"Iya Bu, kenapa gak memberitahu kita? Nanti kita jemput" timpal Amel dengan tersenyum.


"Tadi Nak, kita malah di jemput sama Mommy dan Daddy mu" jawab Ayah dengan tersenyum.


Amel tersenyum juga, ia lalu mengambil air dan makanan kecil untuk kedua orangtua dan mertua nya.

__ADS_1


"Maaf ya gak ada apa-apa, Amel belum belanja lagi" ucap Amel dengan menata makanan kecil di atas meja.


"Gak apa sayang" balas Ibu dengan lembut.


"Kalian dari mana?" tanya Mommy.


Amel menghela nafas kasar, ia lalu menatap wajah keluarga nya dengan sendu.


"Kami dari Rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan kita" jawab Wendi dengan cepat.


"Iya, karena kita sudah hampir 1 bulan lebih tidak kunjung hamil. Dan ternyata memang ada yang bermasalah" timpal Amelia dengan sendu.


"Siapa diantara kalian yang kalian bermasalah?" tanya Ayah dengan cepat.


"Amelia yang bermasalah" jawab Wendi dengan cepat.


Deg.


"Apa apaan kamu Mas, kata Dokter itu kamu yang bermasalah dan mempunyai penyakit seperti Paman mu" bentak Amel tak terima.


"Mana yang benar?" tanya Mommy dengan tegas.


Sebelum Wendi berbicara kembali, Amelia langsung memberikan hasil pemeriksaannya.


Glek.


"Baca saja itu adalah hasil dari Dokter" jawab Amelia dengan tegas dan sorot mata yang tajam pada Wendi.


"Kenapa kamu malah menuduh ku yang berpenyakit, Mas?" tanya Amelia dengan tegas.


"Bu bukan begitu maksud aku, sayang" jawab Wendi terbata.


"Terus apa maksud nya? Apa kamu malu setelah mempertanyakan kesuburan mantan Istri mu dulu? Apa kamu takut kalau keluarga Mbak Zahra sampai tahu bahwa kamu yang bermasalah?" tanya Amelia kembali dengan sinis.

__ADS_1


Kedua orangtua dan mertua nya hanya diam dengan menatap Wendi yang seperti gelagapan akan menjawab. Bahkan Ayah beni pun sudah menundukan kepala nya karena malu.


"Apa benar begitu, Wendi?" tanya Daddy Amelia.


"Bukan Dadd" jawab Wendi cepat.


"Lalu apa, Mas?" bentak Amelia.


Mommy langsung mengelus lembut lengan sang Putri, ia menggelengkan kepala agar Amelia tenang dan tidak terbawa emosi.


"Jelaskan, Nak" ucap Ayah Beni tegas.


Hah.


Wendi menghela nafas kasar, ia mengusap kasar wajah nya dan menatap mereka yang ada disana.


"Ya aku malu dan aku takut akan kebenaran ini, aku takut bahwa Zahra mengetahui nya dan dia akan mencomoohku karena aku selalu menyalahkan dia yang tak kunjung punya Anak" jelas Wendi dengan tak tahu malu


"Dan aku juga tak ingin di anggap penyakitan oleh kalian, aku ini sehat dan aku juga mampu memberikan keturunan untuk kalian" ucap nya lagi dengan lantang.


Wendi menatap Amelia dengan sorot mata yang tajam, ia juga mengepalkan tangannya kuat.


"Sekarang apa maumu? Mau meninggalkan aku? Silahkan" ucap Wendi.


Setelah mengucapkan kata tersebut, Wendi langsung saja pergi dari sana.


Wendi mengambil kunci mobil nya dan pergi keluar dari dalam Rumah.


"Mas, kamu mau kemanaaaa?" teriak Amelia dengan khawatir.


Begitupun dengan Ayah dan Ibu nya, mereka berteriak memanggil Wendi tetapi semua nya sia-sia karena Wendi sudah pergi melesat jauh.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2