Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 77


__ADS_3

Hampir pagi tetapi Wendi masih terus saja terjaga dengan banyak nya pikiran yang mendera. Ia berpikir apakah ini teguran atau memang karma nya yang sudah menyakiti Zahra.


Huh.


Terdengar kembali helaan nafas panjang dari mulut Wendi, ia memikirkan bagaimana nasib kedepannya nanti.


Di sofa, Amelia mengerjapkan mata nya saat merasakan ada orang di dalam kamar tersebut. Ia membuka mata dan melihat Wendi sudah bangun.


"Mas, kenapa sudah bangun?" tanya Amelia dengan menghampiri Wendi.


Wendi langsung mengalihkan pandangannya dan menatap Amelia dengan helaan nafas.


"Maaf aku mengganggu istirahat mu ya?" tanya balik Wendi.


"Tidak Mas, aku hanya takut kamu butuh apa-apa" jawab Amelia tersenyum.


"Mel" panggil Wendi lirih.


Amel menatap Wendi dengan bingung, ia lalu duduk di samping ranjang sang Suami.


"Apa ini semua teguran untuk ku?" tanya Wendi pelan.

__ADS_1


"Aku menyakiti Zahra dengan semua sikap dan acuh ku, aku memang tidak mengkhianati nya tetapi aku juga memberikan goresan luka yang cukup dalam untuk nya" ucap Wendi kembali dengan menjeda ucapannya.


Amelia membiarkan terlebih dulu Suami nya menyelesaikan ucapannya.


"Aku mengabaikan segala nya dan mungkin aku juga seolah-olah mengabaikan dia istriku dengan acuh ku. Aku hanya membutuhkan atau ada saat aku butuh saja pada Zahra" ucap nya lagi


"Dan sekarang ini aku merasakan teguran nya, atau lebih tepat nya lagi karma mungkin" lanjut Wendi.


Amelia mengusap lembut lengan sang Suami, ia menatap Wendi dengan wajah teduh dan senyuman manis nya.


"Mas, di setiap masalah selalu ada jalan keluarnya. Aku tidak tahu apa yang membuatmu meninggalkan perempuan sehebat, cantik, baik dan juga pintar seperti Mbak Mora. Tetapi, alangkah baik nya kamu meminta maaf pada nya agar semua nya baik-baik saja" ucap Amelia dengan lembut.


"Aku malu bertemu dengan Zahra nya" balas Wendi menundukan kepala.


"Mas, semua yang di rasakan Mbak Zahra itu sangat menyakitkan dan juga membuat luka di hati nya yang mendalam. Terlepas dia mau memaafkan ataupun enggak nya itu terserah dia" ucap Amelia.


Wendi mengangguk dan mencoba memeluk Amelia dengan erat. Ia menenggelamkan wajah nya di perut datar Amelia. Terdengar isak tangis yang keluar dari mulut Wendi.


Amelia hanya bisa diam saja, ia akan membiarkan Suami nya untuk tenang terlebih dulu.


"Setelah nanti kamu pulang dari sini, kita temui Mbak Zahra dan meminta maaf padanya. Kita mulai kembali perjalanan hidup kita di Negara kamu saja ya, Mas" ucap Amelia lembut.

__ADS_1


"Iya sayang" balas Wendi menganggukan kepala nya


Lalu mereka kembali terdiam dengan pikirannya masing-masing.


**


Di Rumah Mommy dan Daddy Amelia, mereka baru saja datang dan langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


"Bagaimana kalau Amelia tidak mau meninggalkan Wendi?" tanya Mommy dengan helaan nafas panjang.


"Kita akan memaksa nya" balas Daddy nya dengan tegas.


Mereka lalu pergi dari sana dan menuju ke kamar nya langsung.


Mereka akan beristirahat lebih dulu sebelum nanti kembali ke Rumah sakit untuk menemui Anak dan menantu nya.


Daddy Amelia menghembuskan nafas panjang saat mengingat perbincangannya dengan Amelia tadi di Rumah sakit.


"Aku harus bisa memaksa Amelia" gumam Daddy nya dengan kesal.


.

__ADS_1


.


__ADS_2