Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 65


__ADS_3

Di perusahaan, Raymond langsung masuk ke dalam ruang meeting.


Disana sudah banyak karyawan dengan kepala setiap masing-masing devisi nya.


"Selamat pagi, Tuan" sapa mereka dengan sopan.


"Hemmm" balas Raymond yang langsung saja duduk.


Semua peserta meeting pub ikut duduk di kursi nya masing-masing.


Mereka lalu menyerahkan berkas yang memang harus di kumpulkan satu bulan sekali langsung pada Raymond.


"Untuk jalan-jalan ke Hawaii, kita akan lakukan akhir pekan bulan ini. Karena weekend besok saya, Irwan dan Zahra akan mengunjungi event di Paris" ucap Raymond.


"Baik Tuan, dan tolong sampaikan selamat pada Nona Zahra dari kami semua" balas salah satu karyawan Ray.


Ray menganggukan kepala saja, ia lalu memulai meeting nya.


Irwan mengumpulkan semua berkas untuk nanti fi periksa oleh nya dan Ray.


Setelah hampir 2 jam, Ray menghentikan meeting nya karena memang sudah selesai.


Ia dan Irwan langsung ke ruang kerja Raymond.


"Bagaimana perkembangan proyek baru kita?" tanya Ray pada Irwan.


"Semua nya aman Tuan, saya sudah menempatkan beberapa anak buah yang mengawasi mereka dan ada juga yang menyamar jadi pekerja" jawab Irwan dengan cepat.


"Bagus, terus pantau saja" ucap Raymond.


Mereka kembali membahas pekerjaan yang lumayan serius, sehingga mereka berdua melupakan jam makan siang nya.


***

__ADS_1


Di Rumah sakit, Zahra dan Bunda sedang bercerita di dekat jendela besar yang ada di sana.


Sedangkan Citra, ia sedang di dalam kamar mandi.


"Bunda, kenapa orang itu seperti mengawasi ke arah Rumah sakit?" tanya Zahra dengan menunjuk seseorang yang sedang menatap waspada ke arah Rumah sakit.


"Iya Nak, kenapa seperti sedang mencurigai seseorang ya" balas Bunda dengan cepat mengambil ponsel nya.


"Bunda kenapa?" tanya Citra yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Lihatlah disana ada orang yang mencurigakan" ucap Bunda menunjuk seseorang yang seperti menyelinap di pohon besar.


"Lapor sama Kakak, Bun" celetuk Citra dengan cepat.


Zahra pun ikut menganggukan kepala nya, ia juga takut seseorang itu akan berniat jahat.


"Untung kaca ini tidak bisa menembus penglihatan dari luar" ucap Zahra dengan sedikit lega.


"Iya Mbak, lihat dia malah ngumpet di balik pohon besar saat ada satpam yang akan melintas" tunjuk Citra dengan cepat.


"Bun, di angkat gak?" tanya Zahra.


"Tidak sayang, coba sama kamu" jawab Bunda dengan cemas.


Zahra mengangguk, ia lalu menyuruh Citra menenangkan sang Bunda.


Tut.


Tut.


"Hallo sayang ada apa? Kenapa Bunda menelpon kami berkali-kali?" tanya Raymond dengan cepat dan terdengar panik.


"Mas, kamu cepat kembali ke Rumah sakit ya. Tapi jangan lewat depan , seperti nya ada orang yang mencurigakan di depan" jelas Zahra.

__ADS_1


"Tapi coba kamu minta rekaman Cctv saja pada pihak Rumah sakit, aku takutnya bukan hanya di depan saja mereka mengawasi Rumah sakit ini" jelas Zahra kembali dengan sedikit panik.


"Kalian jangan ada yang keluar, aku dan Irwan akan segera pulang kesana. Jangan panik, hmm" pinta Raymond dengan selembut mungkin.


"Cepatlah kami tunggu" ucap Zahra.


Tut.


Zahra mematikan sambungannya saat mendengar jawaban dari Ray.


Ia lalu meminta tolong pada Citra untuk kembali ke ranjang nya.


"Bagaimana kata Ray, Nak?" tanya Bunda.


"Mereka akan segera kesini dan kita jangan keluar dari ruangan ini" jawab Zahra mencoba tenang.


"Bunda temani Mbak Zahra, aku akan tetap melihat pergerakan mereka dengan meminta rekaman cctv dari suami Rena" ucap Citra mengambil ponsel nya.


"Minta sambungkan saja pada laptop Kakak mu, Cit" balas Zahra menunjuk laptop Ray.


"Ah benar juga" ucap Citra dengan tersenyum.


Lalu Citra menelpon Rena dan langsung saja to the point.


Ia takut bahwa ada beberapa oranglain lagi yang memantau Rumah sakit ini, banyak nyawa yang akan bahaya jika mereka bertindak meski bukan Citra dan yang lainnya yang menjadi incaran.


"Sudah terhubung, Bun, Mbak" ucap Citra dengan menunjukan layar laptop Ray.


"Letakan saja disana agar kita bisa melihat nya" ucap Bunda menunjuk ujung ranjang Zahra.


Citra menganggukan kepala, setelah nya mereka fokus pada layar laptop disana.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2