
Zahra dan keluarga nya tidak terlalu sibuk mengurusi semua pernikahan Zahra.
Karena semua sudah di urus oleh anak buah Ray, mereka hanya tinggal menyiapkan diri saja.
Doni dan Ana pun sudah di beritahu dan mereka akan kembali ke Jakarta besok pagi.
Suasana di kediaman Ibu Aminah biasa saja, tidak ramai ataupun bising dengan sesuatu yang menandakan akan di adakannya pernikahan.
"Kak, apa Kakak bahagia?" tanya Aeni saat mereka sedang berkumpul di teras belakang.
"Kakak akan selalu bahagia bersama dengan orang yang membuat Kakak nyaman, merasa di cintai dan tidak di abaikan! Kakak membenci orang yang mengabaikan, karena apa? Karena kita tidak bisa intropeksi diri sendiri karena bingung akan apa kesalahan kita" jawab Zahra dengan lembut.
"Do'a kan aku ya, Kak. Agar kelak aku bisa mendapatkan pria yang sangat mencintai ku dan menerimaku apa adanya" ucap Aeni dengan tersenyum.
"Aminnn" balas mereka dengan serempak.
Aeni lalu memeluk Zahra, ia ingat awal dekat dengan Zahra hanya sebatas teman yang mengantar jemput, hingga suatu hari Zahra bercerita dan mereka saling dekat.
Dan pada akhirnya hingga sekarang dan selamanya , Zahra akan selalu mengatakan pada oranglain bahwa Aeni adalah Adik nya.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan? Suntuk nih" ajak Zahra dengan semangat.
"Kalian berdua saja, tapi sebelum malam harus sudah kembali. Apalagi besok keluarga Ray akan datang" ucap Bapak dengan tegas.
"Siap komandan" balas Aeni dan Zahra.
Mereka berdua lalu berganti pakaian, setelah itu langsung saja menuju ke Mall yang ada di pusat Kota.
Zahra dan Aeni memakai pakaian yang sama, hingga mereka sangat manis jika di sandingkan.
Mereka memakai dress dengan panjang setengah kaki nya, dreas yang sangat pas di tubuh mereka dan juga indah walaupun hanya dress sederhana.
Sepanjang jalan, Aeni dan Zahra terus saja berbincang dengan tersenyum bahagia.
"Ayo kita belanja dan bersenang-senang" ucap Zahra dengan tertawa kecil.
"Lets Go" balas Aeni dengan bahagia.
Kaki jenjang mereka melangkah masuk ke dalam Mall, suasana disana sedang ramai karena memang sudah siang.
__ADS_1
Ada yang hanya jalan-jalan, ada pula yang hanya nongkrong.
Zahra membawa Aeni ke toko baju, mereka akan membeli beberapa pakaian untuk mereka dan keluarga nya.
Setelah itu, Zahra membawa Aeni juga ke toko tas, sepatu , sendal dan yang lainnya.
Mereka berdua sama-sama menikmati hal itu, apalagi buat Aeni ini adalah moment yang sangat langka apalagi Zahra yang akan menetap di Negara orang.
Setelah puas belanja, Zahra dan Aeni menuju ke Restoran yang ada di lantai yang sama.
Mereka akan makan terlebih dulu sebelum pulang.
"Pesan makanan yang kamu suka saja, kita jangan makan terlalu banyak karena nanti malam Abang dan Kak Ana akan pulang" ucap Zahra.
"Bukannya besok ya, Kak?" tanya Aeni bingung.
"Gak jadi , nanti jam 05 sore mereka take off kemari" jawab Zahra.
Aeni manggut-manggut saja, mereka lalu memesan beberapa makanan saja.
Setelah itu, mereka hanya diam dengan lelah yang menderu dalam diri nya.
"Tapi seneng kan?" olok Zahra dengan tawa kecil.
"Ish tentu saja dong, apalagi di traktir begini pasti seneng" balas Aeni dengan santai.
Lalu kedua nya tertawa renyah, dan hal itu mengundang mata yang ada disana.
Zahra dan Aeni bersikap biasa saja, hingga tak lama kemudian datanglah pesana mereka.
Mereka berdua lalu fokus pada makanan yang ada di hadapannya.
**
Sedangkan di dalam pesawat, Ray sudah sangat gelisah karena sudah ingin sampai di tanah air.
Dia bahkan sampai menghembuskan nafas kasar berkali-kali dan juga tak diam dalam duduk nya.
"Diam kenapa sih Kak, kayak anak kecil gak di kasih makan saja" gerutu Citra dengan kesal.
__ADS_1
Sedangkan sang Bunda hanya terkekeh saja, ia cukup geli melihat tingkah sang Putra.
Begitupun dengan Irwan, ia juga merasa sangat bingung dengan sikap sang Tuan nya.
"Kayak ABG saja" batin Irwan dengan geli.
"Ck, salahkan saja pesawat nya, kenapa dia lambat sekali melaju nya" balas Raymond tak kalah kesal nya.
"Sabarlah Nak, sebentar lagi juga sampai di tanah air" ucap Bunda dengan lembut.
"Masih 7 jam lagi" celetuk Citra dengan mengolok Kakak nya.
Hah.
Raymond membuang nafas kasar, ia merasa sangat rindu pada Zahra. Padahal wanita nya itu baru beberapa hari pergi tetapi ia sudah sangat rindu sekali.
"Irwann" panggil Ray.
"Ya Tuan muda" jawab Irwan dengan cepat.
"Besok kau harus membeli helikopter dan jet pribadi yang lebih bagus dari ini. Ini sangat lambat sekali dan membuatku jengkel" ucap Raymond dengan kesal.
Hah.
Bunda, Citra dan Irwan langsung menganga dengan wajah kaget nya. Mereka seakan berhenti bernafas saat keinginan Ray yang baru saja di ucapkannya.
"Mengerti tidak" sentak Ray dengan kesal.
"Baik Tuan muda" balas Irwan dengan patuh dan kembali akan pada kesadarannya.
"Di kira nya membeli camilan apa ya" gerutu Irwan dalam batinnya.
Sedangkan sang Tuan muda hanya cuek saja dan malah melenggang pergi ke kamar pribadi nya yang ada disana.
Citra dan Bunda hanya bisa geleng-geleng kepala saja dengan menghela nafas kasar.
Mereka tidak habis pikir dengan keinginan sang Tuan muda.
.
__ADS_1
Mana nih Vote, Like , Coment dan hadiah nya🥳