Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 80


__ADS_3

Saat ini, keluarga Zahra bersama dengan Raymond sedang makan malam di Restoran yang sudah di pesan oleh Ray.


Disana mereka layak nya atasan dan bawahan saja, Zahra dan keluarga nya pun sangat profesional dalam memerankan bawahan Raymond.


Aeni terus saja menahan tawa nya saat melihat drama tersebut.


"Rasanya aku ingin tertawa ngakak" batin Aeni dengan terkekeh geli menatap ponsel nya.


Disana banyak sekali orang-orang yang menatap kerumunan dua keluarga tersebut. Dan Raymond menatap tak suka pada kaum laki-laki nya karena menatap Zahra dengan kagum.


"Cih, rasanya aku ingin mencokel mata mereka" gumam Raymond dengan kesal.


Zahra mengulum senyum nya saat mendengar gerutuan sang Suami, ia sebisa mungkin tidak tertawa.


Hingga acara makan malam mereka pun selesai dan mereka kembali ke Hotel dimana mereka menginap.


Zahra ikut mobil bersama dengan kedua orangtua nya, karena disana banyak sekali paparazi.


*


Tiba di kamar, Zahra langsung merebahkan tubuh nya yang lumayan lelah. Bahkan ia merasa agak ngilu di bagian bawah perut nya.

__ADS_1


"Sshhh, padahal hanya lupa makan obat nya satu kali saja" gumam Zahra dengan mengambil obat di atas nakas.


Ceklek.


Pintu terbuka dan masuklah Raymond dengan menatap Zahra mengerutkan kening nya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Raymond saat tahu ada yang tidak beres pada Istri nya.


"Aku lupa minum obat dan rasanya sangat ngilu di perut bagian bawah ku, Mas" jawab Zahra dengan kembali merebahkan tubuh nya.


Raymond langsung saja menghampiri Zahra, ia snagat cemas saat Zahra menyebutkan sakit di bagian perut bawah nya.


Tangan kekar milik Ray langsung mengusap lembut perut Zahra. Ia bahkan mengecup kening Istri nya dengan lembut.


"Hei mana ada aku tak cemas lihat kamu meringis begini sayang, tidurlah agar sakit nya hilang" balas Ray dengan tegas.


Zahra tersenyum lalu ia meminta Ray untuk ikut tidur di samping nya, ia ingin memeluk sang Suami agar nyaman.


Setelah membersihkan tubuh nya, Raymond pun ikut serta merebahkan tubuh nya di samping sang Istri.


Pada akhir nya mereka langsung terlelap karena lelah, dan juga besok mereka akan pulang ke Negara nya.

__ADS_1


Sedangkan Aeni, ia masih bercerita bersama dengan Ibu dan Bapak di kamar nya.


"Bagaimana persiapan mu untuk masuk ke Universitas?" tanya Bapak.


"Semua nya sudah siap, Pak. Minggu besok akan di mulai perkuliahannya" jawab Aeni.


"Maaf ya Nak, Ibu dan Bapak akan disini dulu bersama dengan Zahra" ucap Ibu dengan sendu.


Aeni menatap Ibu dengan tersenyum ia lalu menggenggam tangan sang Ibu.


"Tidak apa Bu, ada Abang dan Mbak Ana disana juga kan jadi Ibu dan Bapak fokus saja pada Kak Zahra. Do'akan saja aku supaya lancar" balas Aeni lembut.


"Do'a kami selalu menyertai kalian, Nak. Jangan membuat kami khawatir ya" timpal Bapak.


Aeni mengangguk, besok Aeni akan kembali ke tanah air bersama dengan Doni dan Ana. Ia tidak bisa ke Amerika karena perkuliahannya akan segera di mulai.


Lalu Aeni merebahkan kepala nya di atas pangkuan sang Ibu. Ia rasanya tak sanggup untuk berjauhan dengan kedua nya.


"Aku merasa kalian adalah kedua orangtua kandungku, Ibu, Bapak. Terimakasih karena mau merawat aku yang tak jelas asal usul nya, kalian dengan tulus memberi kasih sayang dan perhatian kalian padaku. Aku berjanji akan membuat kalian bangga dengan semua ke suksesan ku" batin Aeni sambil memejamkan mata nya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2