Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 95


__ADS_3

Sedangkan di belahan dunia lainnya, Wendi dan Amelia membuka toko sembako yang cukup besar dengan beberapa pelayan di dalam nya.


Mereka saat ini tinggal di Kota Surabaya, Indonesia. Keduanya memutuskan membeli Rumah yang lumayan besar dan halaman depan nya luas. Wendi hanya membantu sebisa nya saja karena memang dia masih menggunakan kursi roda.


Amelia sendiri yang mengurus semua nya, Wendi hanya akan membantu untuk pemasaran dan penghitungan saja.


Seperti malam ini, kedua nya sedang duduk di atas ranjang, Wendi mengerjakan keuangan yang sudah 1 bulan ini dari toko nya.


Sedangkan Amelia, dia mencatat barang yang akan di beli besok untuk toko.


Sudah 3 bulan toko mereka berjalan dengan baik, bahkan banyak pelanggan yang membeli kesana dari pada harus ke Kota yang lumayan memakan waktu.


Dalam 3 bulan itu juga, kedua nya sudah bisa membeli mobil pickup dan mobil pribadi.


Berkat terapi dan meminum obat rutin, akhir nya kaki Wendi bisa di gerakan untuk membawa mobil, namun untuk berjalan dia masih belum bisa.


"Ini semua total nya sayang" ucap Wendi setelah semua nya selesai.


Amelia menutup catatan yang sudah sejak tadi selesai, lalu ia mengambil buku keuangan tersebut.


"Alhamdulilah, bulan kemarin naik nya lumayan ya Mas" ucap Amelia dengan bahagia.

__ADS_1


"Iya sayang, insya allah kalau rezeki kita lancar kita bisa membangun supermarket di desa ini" balas Wendi lembut.


Amelia mengangguk, dia lalu memeluk Wendi dengan erat.


"Terimakasih sudah mau bertahan dengan pria yang tak berguna ini, sayang" ucap Wendi lirih.


Amelia meregangkan pelukannya, dia kemudian menatap manik mata Wendi dalam.


"Kamu berguna kok Mas, aku sangat beruntung bisa hidup bersama mu. Karena kita memulai nya dari nol, dimana kita akan bersama-sama berjuang untuk kehidupan kita kedepannya bersama-sama" jelas Amelia.


"Besok kamu jadwal terapi, semoga saja ada kemajuan dan keajaiban untuk kamu, Mas" ucap Amelia.


Wendi mengangguk, dia lalu memeluk kembali Amelia dengan erat.


Kemudian mereka memutuskan untuk tidur, karena besok keduanya akan pergi pagi-pagi sekali.


**


Ke esokan pagi nya, mereka sudah siap dan Wendi juga sudah duduk di balik kemudi.


"Ayo Mas" ucap Amelia setelah selesai memberi pesan pada anak buah nya.

__ADS_1


Pelayan di toko itu rata-rata anak warga Desa disana yang minim ijazah dan pengetahuan.


Warga disana juga merasa sangat terbantu dan beruntung ada Wendi dan Amelia disana.


Bahkan mereka juga sudah tahu cerita kehidupan keduanya di masalalu.


Wendi dan Amelia akan melakukan terapi dulu sebelum berbelanja, karena semua catatan sudah di berikan pada pihak toko, jadi mereka nanti hanya tinggal mengambil saja.


Keduanya langsung masuk setelah sampai disana, Amelia membantu Wendi untuk duduk di kursi roda nya.


Wendi langsung saja di terapi dan ia juga belajar berjalan bersama Amelia dengan arahan dari Dokter tersebut.


"Semua nya sudah lebih baik, sekarang bisa belajar berjalan di Rumah" ucap Dokter setelah selesai semua nya.


Kemudian Wendi di berikan kembali obat, setelah itu Amelia dan Wendi pamit dari sana.


Keduanya langsung saja menuju ke toko dimana mereka berbelanja biasa nya.


Wendi tersenyum bahagia saat dia tahu bahwa kaki nya akan sembuh.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2