Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 34


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat nya dan hari ini adalah hari pernikahan Doni dan Ana.


Semua persiapan sudah selesai , mereka hanya tinggal berangkat saja ke gedung.


Tetapi mereka masih menunggu satu orang lagi yang belum terlihat, Zahra.


"Bu, Pak, ayo kita langsung saja ke gedung karena acara akan di mulai sebentar lagi. Aku yakin, Kak Zahra pasti akan datang dan akan langsung kesana" ucap Aeni dengan lembut.


"Yasudah, ayo berangkat" balas Bapak.


Doni menganggukan kepala nya, mereka lalu masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju ke gedung pernikahannya.


Ting.


"Aku baru sampai Bandara, maaf pesawatku delai. Jangan tunggu aku dan mulai saja acara nya, aku akan langsung ke gedung"


Begitulah isi pesan chat dari Zahra yang mana membuat mereka bernafas dengan lega.


Aeni tetap fokus pada jalanan di depan, mereka memang hanya berempat karena memang tidak punya sanak saudara lagi.


Bapak dan Ibu sama-sama anak tunggal di keluarga mereka.


Sesampai nya di gedung, Doni dan kedua orangtua nya langsung saja melangkah masuk.


Sedangkan Aeni, memarkirkan terlebih dulu mobil nya.


Acara pun berlangsung dengan khidmat dan tenang, Doni melapalkan ijab qobul nya dengan lancar dan lantang meski Zahra belum datang.


Keluarga Wendi pun sudah hadir disana, bahkan Wendi dan Amelia pun hadir disana.


Senyum Doni mengembang saat melihat sang Istri yang duduk di samping nya.


Mereka berdua menyalami banyak tamu yang datang kesana.

__ADS_1


"Mas, tuh" ucap Ana dengan menunjuk ke arah pintu masuk dengan dagu nya.


Doni langsung mengalihkan pandangannya, tak berselang lama senyuman di bibir nya mengembang dengan sempurna.


Ana menggenggam tangan Doni, ia juga ikut tersenyum melihat wanita yang baru saja tiba disana.


Semua mata melihat ke arah Zahra. Ya, wanita itu adalah Zahra, ia datang sendiri dengan gaya nya yang sangat anggun dan elegant.


Bahkan hampir semua tatapan mata orang disana tertuju pada Zahra.


"Zahra" gumam Wendi dengan lirih.


Amelia menatap Zahra, ia hanya bisa tersenyum saat tahu bahwa mantan Istri sang Suami ternyata sangat cantik.


"Padahal cantik, tetapi mereka malah cuek. Bagaimana dengan aku yang hanya begini" batin Amelia dengan lirih.


Zahra berjalan dengan santai, ia tidak mengindahkan tatapan semua orang.


Zahra langsung saja naik ke pelaminan, menghampiri sang Abang dan Kakak ipar nya.


"Mana mungkin aku tidak hadir di hari bahagia, Abangku ini" balas Zahra terkekeh.


Zahra lalu memeluk Ana, ia tersenyum hangat pada sang Kakak Ipar.


"Mana calon mu?" tanya Ana dengan godaan pada Zahra.


"Dia ada urusan, jadi dia tidak akan datang Kak" jawab Zahra terkekeh.


Ana dan Doni langsung tanggap, memang di halayak umum Zahra dan Ray tidak menunjukan hubungan mereka.


Bahkan mereka terkesan sangat cuek dan tidak saling kenal.


Zahra lalu turun dari sana, ia menghampiri sang Ibu dan yang lainnya.

__ADS_1


Aeni langsung mendekat, ia memeluk Zahra dengan erat.


"Ahh aku rindu sekali dengan Kakak, padahal baru 1 minggu gak bertemu" ucap Aeni dengan tersenyum.


"Bagaimana belajar mu?" tanya Zahra sambil memeluk Aeni dengan hangat.


Aeni hanya menganggukan kepala saja, ia lalu melepaskan pelukan sang Kakak.


Zahra memeluk Bapak dan Ibu nya dengan bergantian.


"Bagaimana keadaan Bapak dan Ibu?" tanya Zahra dengan lembut.


"Kami baik-baik saja, Nak" jawab Ibu dengan mengusap lembut pipi Zahra.


Semua interaksi Zahra bersama keluarga nya tak luput dari penglihatan Wendi dan keluarga nya.


Mereka ingin sekali menghampiri Zahra dan meminta maaf, tetapi entah malu atau gengsi yang ada pada diri mereka sehingga mereka memilih untuk melihat saja.


"Mas, ayo temui Mbak Zahra" ajak Amelia dengan tersenyum.


"Hahhh" kaget Wendi dengan menatap Amelia


"Iya temui dia, kamu minta maaf lah pada nya" ucap Amelia kembali.


Wendi menghembuskan nafas kasar, ia menggelengkan kepala nya dan memalingkan wajah.


"Aku malu, lebih baik kita pulang saja dari sini" balas Wendi lirih.


Wendi langsungs aja menggenggam tangan Amelia dan membawa nya pergi dari sana.


Amelia tak habis pikir, bukannya minta maaf atau berbasa-basi tetapi Suami dan Keluarga nya malah menghindari Zahra.


**

__ADS_1


.


.


__ADS_2