
Dokter Key berusaha biasa saja , ia bergantian menatap mereka dengan seksama tanda ia tidak mengerti.
"Bu Dokter, saya tahu bahwa anda sudah berjanji pada Zahra agar tidak memberitahu kami. Tapi kami mohon, beritahu dimana dia, bagaimana keadaannya. Saya tahu anda pasti tahu dimana Zahra" ucap Bapak Tora dengan nada memohon.
"Bun" panggil sang Suami Key yang sudah ada disana.
Key menatap Suami nya dengan pandangan tak menentu dan semua itu di saksikan oleh Ibu Aminah.
"Apakah saya perlu bersujud di kaki anda Dok? Agar anda bisa memberitahu kami?" celetuk Ibu Aminah.
Hah.
Dokter Key langsung menggeleng cepat, ia tidak ingin hal itu terjadi.
Suami Key, mengusap lembut pundak sang Istri dan ia juga menganggukan kepala nya.
"Ya saya tahu kemana Zahra pergi dan berkat Suami saya juga dia tidak bisa di lacak ataupun di temukan oleh kalian" ucap Dokter Key dengan jujur.
"Tapi maaf, sudah 2 bulan ini saya tidak bisa berkomunikasi dengan Zahra" ucapnya lagi dengan menundukan kepala.
Deg.
Jantung Bu Aminah serasa berhenti, ia bahagia bahwa ada yang tahu dimana Putri nya tetapi ia juga merasa sesak saat ini tidak ada yang tahu juga dimana Putri nya.
"Maksudmu apa, Key?" tanya Ana dengan sejuta penasaran.
"Aku akan ceritakan semua nya dari awal" ucap Key dengan helaan nafas kasar.
-Flsback-
Saat tengah malam, Key melihat Zahra yang seperti orang sehat pada umum nya. Bahkan ia juga menggambar desain Rumah dengan sangat megah bak istana.
Dan mulai saat itu, Dokter Key curiga pada Zahra hingga suatu saat Dokter Key mendesak Zahra agar mengaku sesuatu pada nya.
Dan benar ternyata bahwa Zahra hanya pura-pura gila demi sebuah misi.
Dokter Key membantu nya hingga genap 1 minggu Zahra di Rumah sakit jiwa.
Malam sebelum dinyatakan sembuh, Key dan Zahra bercengkrama serius di ruangan tersebut.
"Apa kamu yakin dengan semua keputusan mu, Zah?" tanya Dokter Key.
"Aku sangat yakin, Dok. Aku sudah tahu bahwa Suami ku tidak sibuk tetapi ia enggan meninggalkan hobby nya. Aku juga merasa terbuang saat mertua ku tidak berkunjung kesini" jawab Zahra dengan sendu.
__ADS_1
"Baiklah kalau itu mau mu, saya akan membantu mu" ucap Dokter Key yakin.
Hingga hari kepulangan Zahra pun sudah tiba, bahkan Key dan Zahra sudah menggugat cerai Wendi karena memang Zahra sudah tidak ingin bersama nya lagi.
Zahra pulang dan pertengkarannya dengan Wendi beserta keluarga nya pun terjadi.
Disana Zahra sudah sangat sabar akan perlakuan mertua dan Suami nya yang sangat cuek, tetapi ia pun merasakan sakit dan memilih pergi dari sisi Wendi.
Saat Zahra berlari, disana Key dan Suami nya sudah menunggu. Setelah kedatangan Zahra, mereka bertiga pergi ke Desa tempat Zahra tinggal dulu untuk mengambil surat-surat penting.
Setelah dari sana, Zahra langsung ke Bandara dan pergi ke Amerika.
-FlshNow-
"Hingga 2 bulan terakhir dia tidak memberi kabar dan saya pun tidak tau dimana dia" ucap Dokter Key lirih.
"Apa dia bilang akan kemana saat di Amerika?" tanya Doni.
Dokter Key menggelengkan kepala nya, ia memang tidak tahu akan kenana pergi nya Zahra.
"Aku tidak tahu, tetapi dia pernah memberitahu bahwa dia bekerja di perusahaan Langit Crop" jawab Dokter Key.
"Langit Crop?" tanya Doni memastikan.
"Itu salah satu perusahaan menDunia yang menghasilkan arsitek hebat. Tetapi yang aku dengar mereka mempertahankan 1 seorang wanita yang sangat ahli dalam desain, biasanya CEO itu akan selalu memberikan modal untuk arsitek tersebut agar berkarir lebih maju" jelas Doni dengan pengetahuannya.
"Kalau begitu coba kau tanyakan saja Nak, kata nya kan besok kau akan pergi ke sana untuk pekerjaan" ucap Bapak.
"Memang nya Zahra ngerti soal desain, Pak?" tanya Doni sedikit bingung.
Ibu menganggukan kepala, ia lalu menceritakan semuanya dari mulai Zahra kuliah yang karena beasiswa dan sampai ia lulus saat Doni sedang berjuang di Semarang dengan karir nya.
"Mas, aku akan temani kamu kesana kalau begitu" ucap Dokter Ana.
"Ehhhh kalian jangan aneh-aneh" celetuk Ibu Aminah dengan cepat.
Key dan Aeni sontak saja langsung tertawa, mereka cukup terhibur dengan wajah kaget Ibu Aminah.
"Abang, lu akan di habisi Bapak ya" olok Aeni dengan tawa nya.
Sedangkan Doni dan Ana, mereka hanya menggaruk kening nya yang tak gatal.
Bapak sendiri hanya tertawa kecil saja.
__ADS_1
"Bukan begitu, Bu. Ana punya teman yang memang kebetulan bekerja disana" jelas Ana dengan sedikit malu.
"Ibu juga hanya bercanda, Nak. Pergilah, Ibu akan menunggu kabar baik dari kalian" ucap Ibu Aminah dengan lembut.
Key menatap Ibu Aminah dengan sorot mata yang bersalah, ia tak tahu bahwa selama ini banyak yang terluka atas kepergian Zahra.
"Ibu, maafkan Key" ucap Key dengan penuh penyesalan.
Ibu mengalihkan pandangannya, ia menatap Dokter Key dengan tersenyum.
"Ibu tidak marah padamu, Nak. Ibu cukup lega saat tahu bahwa Zahra baik-baik saja dan juga sehat meski jauh dari kami" balas Ibu Aminah dengan lembut.
"Tolong bantu Ibu sekarang, tolong bantu temukan Zahra ya. Ibu sangat rindu" mohon Ibu Aminah.
"Ibu tenang saja, aku akan membantu kalian menemukan Zahra, setelah Doni sampai di Amerika dia bisa menemui sahabat ku yang ada disana" ucap Suami Key dengan tersenyum.
Mereka lalu membahas semua nya, sampai sore hari tiba mereka berpamitan pada Key dan Suami nya.
Ibu , Bapak dan Aeni sangat bahagian. Mereka terus saja tersenyum di sepanjang jalan menuju pulang.
Sedangkan Doni, ia mengantarkan Ana ke Rumah nya dan akan menyiapkan barang-barang untuk besok pergi ke luar negeri.
Doni sudah memesan tiket nya online, ia tidak akan membuang waktu nya lagi.
Sementara dia bekerja disana, maka Ana yang akan mencari Zahra.
"Mas, ayo masuk dulu" ajak Ana lembut.
"Tidak perlu, tolong sampaikan salam ku pada Ayah dan Bunda ya dan maaf tidak singgah dulu. Aku juga akan mengurus pekerjaan dan menyiapkan barang-barang nya" tolak Doni lembut.
"Baiklah nanti aku bilang sama mereka, semoga pencarian kita akan berbuah ya, Mas" ucap Ana dengan tersenyum.
"Amin, terimakasih sudah mau menemani" balas Doni mengusap lembut pipi Ana.
Ana mengangguk dengan wajah yang memerah karena gugup, biasa nya Doni tidak akan berlaku manis seperti ini.
Ana lalu keluar dari dalam mobil, ia melambaikan tangannya saat mobil Doni akan berlalu pergi dari sana.
Setelah itu, Ana langsung masuk ke dalam Rumah untuk menyiapkan semua nya.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa untuk hadiah, vote , like dan coment nya ya readers🤗🥳