Izinkan Aku Pergi

Izinkan Aku Pergi
Bab 51


__ADS_3

Malam hari, Bunda dan Citra sudah kembali lagi kesana dengan di antarkan oleh Irwan.


Zahra menyambutnya dengan suka cita, ia memeluk Bunda dengan erat.


Seolah tau kalau Zahra sedang bersedih, Bunda membawa nya duduk bersama di ruang keluarga.


"Kenapa hem?" tanya Bunda dengan lembut.


Ray menatap wajah Istri nya yang sendu, ia hanya bisa menghembuskan nafas kasar saja.


"Tidak apa Bunda, aku hanya keberatan saja kalau harus pergi sendiri" jawab Zahra dengan lirih.


"Kita tidak akan lama Nak, disana kamu bisa fokus akan event yang membuat nama mu melambung dan bangga kami" ucap Bunda lembut.


Zahra mengangguk, ia kembali memeluk Bunda dengan lembut.


Bunda hanya bisa membalas nya, ia mengusap lembut punggung Zahra.


"Maafkan aku sayang, aku juga sebenarnya tidak ingin berpisah denganmu tetapi ini semua demi kebaikan dan keselamatan kalian" batin Ray dengan sendu.


Hingga setelah makan malam, Ray membawa Zahra masuk ke dalam kamar mereka.


"Gak apa kalau tidak ingin pergi, kamu bisa tinggal disini saja hemm" ucap Ray lembut dengan mengusap lembut wajah Zahra.


"Tidak apa Mas, aku akan fokus dengan event dan aku akan membuatmu bangga dengan keberhasilan ku" balas Zahra penuh semangat.


Ray tersenyum, ia lalu mencium bibir ranum sang Istri dengan sangat lembut.


Dan pada akhir nya, mereka melakukan kembali penyatuannya bersama dengan sang Istri.


Setelah puas, mereka kembali merebahkan tubuh nya dan juga saling memeluk tubuh satu sama lainnya.

__ADS_1


Ray mengecup pucuk kepala Zahra dengan lembut, bahkan ia sangat enggan untuk melepaskannya.


**


Pagi-pagi sekali, Zahra , Citra dan Bunda sudah berangkat dengan anak buah Ray.


Sedangkan Ray dan Irwan hanya menatap nya dari dalam mansion, mereka pergi lewat jalan rahasia yang hanya anak buah Ray yang tahu.


"Ah aku pasti akan rindu pada mereka" ucap Ray dengan sendu.


"Kita harus berjuang untuk melawan Niko, jangan beri dia ampun dan membuat kita terpuruk kembali" balas Irwan dengan datar.


Ray menganggukan kepala nya, ia juga sudah merasa geram pada Niko.


Ray dan Irwan langsung saja berangkat ke perusahaan, mereka masih banyak pekerjaan yang belum selesai.


"Tuan, bagaimana dengan keluarga Zahra?" tanya Irwan


Ray tersenyum saat ponsel nya ada chat masuk dari Zahra, ah rasanya ia sudah sangat rindu akan Istri nya tersebut.


Ray terus saja fokus pada ponsel nya, ia tersenyum kecil lalu kembali datar. Dan begitu saja seterus nya sampai pada akhir nya mobil yang ia tumpangi sudah sampai.


Irwan dan Ray masuk ke dalam perusahaan , mereka berjalan dengan penuh wibawa dan wajah yang sangat datar nan dingin.


Para karyawan menganggukan kepala pertanda memberi hormat pada kedua nya.


Ray dan Irwan berpisah saat sudah sampai di lantai tempat ruangannya.


"Aku harus memastikan Zahra aman dan yang lainnya" gumam Ray dengan serius.


Ia kembali mengambil ponsel nya , lalu ia kembali menelpon sang Istri.

__ADS_1


Setelah di rasa cukup, ia kembali fokus pada pekerjaannya untuk menyelesaikan pekerjaan yang menggunung.


*


Jam makan siang, Irwan dan Ray tidak keluar dan mereka memutuskan makan siang di dalam ruangan Ray.


"Aku mendengar, Niko akan kembali ke sini dan menetap disini" ucap Irwan dengan fokus makan.


"Ya aku juga tau, mungkin dia sudah menyusun rencana untuk ku" balas Raymond.


Irwan mendelik, ia tidak suka akan ucapan Raymond.


"Kita hadapi bersama-sama" ucap Irwan dengan tegas.


Raymond mengangguk, ia tetap saja fokus pada makanannya dengan helaan nafas kasar.


"Hari ini ada jadwal apa saja?" tanya Raymond.


"Tidak ada, kita hanya banyak kerjaan yang harus di kerjakan di ruangan saja" jawab Irwan dengan membereskan bekas makanan mereka.


"Hemm baiklah, yasudah aku akan kembali bekerja" ucap Raymond sambil melangkah ke kursi kebesarannya.


Irwan mengangguk, ia lalu pergi kembali ke ruangannya dan meninggalkan Ray sendirian disana.


Mereka akan kembali bekerja dengan beberapa tumpukan dokumen yang ada di meja nya.


Ray memeriksa kembali beberapa berkas yang belum ia tandatangani, ia akan memastikannya kembali sebelum menandatangani nya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2