Janji Anissa

Janji Anissa
Menyelinap


__ADS_3

Ketika itu ustad Usman sedang berjalan pulang karna sudah selesai mengajar, ia pun bertemu dengan kakaknya, ustad Soleh.


"Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Man kau lihat tidak karyawan toko purnicure yang membawa peralatan meja dan kursi serta beberapa lemari?" tanya ustad Soleh.


" Tidak, memangnya kenapa?"


" Katanya hari ini mau datang untuk mengecek kembali barang yang sudah dikirim. Kau mau kan menunggu mereka datang, aku mau pergi ada urusan di luar pesantren" tutur ustad Soleh. Ustad Usman pun mengangguk.


" Kalau orang orangnya sudah datang, langsung kau suruh membawa kursi kursi dan meja meja ke kelas yang baru, setelah itu tolong suruh bawa lemari lemari kecil ke ruang pengajar, kalau sudah selesai, nanti kau beri uang tips pada mereka, jangan lupa kasih mereka minum" tutur ustad Soleh.


" Iya ka" jawab ustad Usman.


" Ya sudah aku pergi dulu. Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Usrad Soleh pun pergi dari pesantren.


Dari kejauhan nampaklah si kembar Yudi dan Yuda yang sedang berusaha untuk menyelinap masuk ke pesantren. Syabil yang sengaja menyuruh mereka untuk memata matai Ibra. Mereka sudah mengenakan kemeja biru dan celana jeans hitam. Penampilan mereka sama, memakai pakaianpun mereka selalu sama. Saat mereka masuk gerbang pesantren, tiba tiba penjaga pesantren menghampiri mereka.


" Asalamualaikum. Permisi bapak bapak ini ada urusan apa datang ke pesantren?" tanya si penjaga. Yudi dan Yuda nampak kebingungan harus menjawab apa.


" E.. e kami ingin bertemu dengan pemilik pesantren" jawab Yudi bohong.


Dari kejauhan ustad Usman pun melihat mereka. Ia mengira mereka adalah pegawai di toko purnicure.


" Asalamualaikum. Hadeuuuuh sedari tadi aku menunggu kalian, kalian malah baru datang sekarang. Kalau kerja kalian malas malasan, aku aduin pada bos kalian" ucap ustad Usman. Yudi dan Yuda pun terdiam.


"Yud, sepertinya orang ini kenal sama bos Syabil" bisik Yuda.


"Sepertinya begitu" jawab Yudi.


Tiba tiba ustad Usman mengeryitkan keningnya yang baru sadar kalau kedua lelaki yang ada di hadapannya itu kembar.


" Heeeei, wajah kalian di foto kopi ya?" ucap ustad Usman. Yudi dan Yuda pun kembali mengeryitkan keningnya.


" Ini orang norak banget sih, kayanya belum pernah lihat orang kembar kali" ucap Yudi. Yuda pun mengangguk.


" Ya sudah sekarang kalian ikut aku" pinta ustad Usman. Yudi dan Yuda hanya diam saja karna memang mereka tak mengerti. Hingga ustad Usman memanggil mereka dengan sedikit berteriak.


" Heeei kembar siam, ayo ikut denganku" ucap ustad Usman. Yudi dan Yuda malah saling lirik.


" Aku sudah minta izin sama bos kalian, kalau kalian hari ini akan membantu pekerjaan di pesantren" tutur ustad Usman.


" Orang ini sudah minta izin sama bos Syabil. Ya sudah ayo kita ikut dia"


Yudi dan Yuda pun mengikuti ustad Usman. Sesampainya di tempat tujuan. Dilihatnya banyak sekali tumpukan meja dan kursi baru yang baru di pesan dari toko purnicure.


" Kita mau ngapain pak?" tanya Yudi.


" Otakmu amnesia ya?, ya tentu saja memindahkan yang lama dan mengganti dengan yang baru. Satu lagi jangan panggil aku pak, panggil aku ustad Usman. Semua orang memanggilku seperti itu" tutur ustad Usman.


Yuda pun mendekati Yudi.


" Dia seorang ustad, itu artinya dia pasti kenal dengan Ibra" bisik Yuda.


" Kita minta info dari orang ini"


Yuda pun mengangguk.


" Ayo cepat kalian pindahkan kursi kursi yang lama yang ada di kelas, setelah itu ganti dengan yang baru" pinta ustad Usman. Yudi dan Yuda pun malah mengeryitkan keningnya.


" Kita dikira tukang kuli kali, di suruh mindah mindahin kursi" bisik Yudi.


" Astaghfirullah, kembar siam ayo kerjakan, kalian mau kuadukan pada bos kalian kalau kerja kalian tidak benar dan malas malasan, kalian mau dipecat" ancam ustad Usman.


" Dia mau mengadu pada bos Syabil" ucap Yudi sedikit takut. Mau tidak mau mereka pun menurutinya, memindah mindahkan kursi dan meja lama dan menggantinya dengan yang baru. Ustad Usman berdiri memperhatikan.


" Kerjanya yang semangat, nanti kuajukan pada bos kalian untuk menaikan jabatan kalian" ucap ustad Usman.

__ADS_1


Setelah selesai memindahkan begitu banyaknya purnicure, Yudi dan Yuda pun merasa kelelahan. Mereka pun terduduk di lantai.


" Sebenarnya apa hubungannya si bos sama orang ini?" tanya Yudi.


" Ia sepertinya dia kenal sekali dengan bos Syabil" jawab Yuda.


" Kalian cape?, sebentar aku pesankan minuman untuk kalian" ucap ustad Usman.


Ustad Usman pun menghubungi Dewi dan memintanya membawa minuman dan beberapa cemilan. Tidak lama kemudian Dewi pun datang dengan membawa pesanan yang diminta ustad Usman.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Dewi pun menaruh pesanan itu di dekat Yudi dan Yuda yang kini nampak kelelahan.


" Silahkan" ucap Dewi.


Yudi dan Yuda mengangguk. Yudi pun berbisik pada Yuda.


" Untung kita cuma disuruh ngangkatin kursi sama meja, bukan ngangkatin perempuan ini, gila badannya 3 kali lipat dari badan kita" bisik Yudi.


" Bisa remuk semua tulang kita" jawab Yuda sambil berbisik.


Sebelum pergi, Dewi pun mendekati ustad Usman yang duduk tidak jauh dengan mereka.


" Ustad siapa mereka, ko mukanya seperti di foto kopi begitu" bisik Dewi.


" Karyawan di toko purnicure, kenapa Wi, apa kau berniat untuk mengadopsi mereka?" tanya ustad Usman hingga Dewi mengeryitkan keningnya.


" Aku pulang asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Dewi pun pergi.


Kini Yudi berbisik kembali pada sodara kembarnya.


" Yud, kita mulai introgasi tentang Ibra pada ustad ini"


" Hmmm"


" Ustad, kau sudah lama tinggal di sini?" tanya Yuda.


" Tentu, pesantren ini punya keluargaku. Aku anak yang punya pesantren" jawab ustad Usman.


" Berarti kau kenal dengan yang namanya Ibrahim?" tanya Yuda. Hingga Yudi berbisik.


" Ibra, bukan Ibrahim" bisik Yudi pada kembarannya.


" Tapi di sini dia di kenal Ibrahim" bisik Yuda pula.


" Ibrahim?" ucap ustad Usman.


" Hmmm"


" Ya tentu saja aku kenal, diakan abiku" jawab ustad Usman. Hingga Yudi dan Yuda mengeryitkan kening masing masing.


"Kenapa abi jadi terkenal sejak dia pensiun" batin ustad Usman heran.


Yudi menarik Yuda sedikit menjauh dari ustad Usman.


" Masa ia dia anaknya Ibra, usianya saja lebih tua si ustad Usman dari pada si Ibra" bisik Yudi.


" Atau jangan jangan, ibunya seorang janda, terus di nikahin sama si Ibra, biar si Ibra bisa menguasai pesantren ini" bisik Yuda.


" Waaah si Ibra licik sekali ya"


Yudi dan Yuda pun menghampiri ustad Usman kembali.


" Ustad, usia umimu berapa tahun?" tanya Yuda.


" Usia umiku 64 tahun, tapi dia masih cantik" jawab ustad Usman. hingga Yudi dan Yuda menganga tak percaya.

__ADS_1


" Si Ibra menikahi perempuan berusia 64 tahun????, sungguh miris" batin Yuda.


" Uminya ustad punya anak berapa?" tanya Yuda.


" Umiku punya anak 3, cucunya punya 5, dan sebentar lagi nambah satu."


Yudi dan Yuda pun saling lirik.


" Umurnya 64 tahun, punya 3 anak dan sebentar lagi punya cucu 6"


" Gila ya si Ibra, demi harta dan kekuasaan dia rela menikahi perempuan tua" bisik Yudi.


" Si bos kalau dengar pasti langsung pingsan" ucap Yuda.


" Kenapa kalian menanyakan soal umiku, jangan bilang kalau kalian naksir sama umiku, kau tau, abiku kalau sedang cemburu, dia nampak menyeramkan, kalian mau dibabad habis oleh abiku?" tutur ustad Usman hingga Yudi dan Yuda bergidik ngeri.


Setelah selesai ngopi dan istirahat, Yudi dan Yuda pun dipersilahkan untuk pulang.


" Karna pekerjaannya sudah selesai kalian boleh pulang, dan ini untuk kalian" ucap ustad Usman sambil memberikan uang 30.000 pada si kembar.


" Bagi dua ya" pinta ustad Usman. Mereka malah terdiam saat menerima uang itu karna tidak mengerti.


" Apa ini ustad?" tanya Yudi.


" Waaah, kalian lahir di pelanet mana sih?, masa tidak tau itu apa, itu namanya uang, kalau masih tidak tau, itu namanya duit" tutur ustad Usman.


" Bayi yang baru lahir pun tau ini namanya uang, maksudnya kenapa ustad memberi kami uang?"


" Itu namanya uang tips, karna kalian sudah membantu memindahkan kursi kursi dan meja meja yang baru, kalian bagi dua uangnya jadi satu orang 15.000" ucap ustad Usman.


" Ooh uang tips"


Yudi dan Yuda pun mengangguk ngangguk sambil membagi dua uang itu.


"Pura pura tidak mengerti tapi di embat juga" gerutu ustad Usman.


" Ya sudah ustad kami permisi"


" Hmmm"


Saat Yudi dan Yuda hendak pergi, tiba tiba ustad Usman menghentikan langkah mereka.


" Tunggu"


Yudi dan Yuda pun menghentikan langkahnya.


" Kenapa lagi ustad?"


" Sepertinya ada yang lupa, lemari di ruanganku belum di ganti, tolong kalian pindahkan yang lama lalu ganti dengan yang baru" ucap ustad Usman. Yudi dan Yuda langsung melotot.


" Zona bahaya" bisik Yudi.


" Sepertinya kita harus segera kabur dari sini"


Yudi pun mengangguk.


" Ustad, itu ada perempuan rok nya melorot" tunjuk Yudi ke arah belakangnya ustad Usman.


" Astaghfirullah alazim" ucap ustad Usman sambil menutup kedua matanya dengan tangan. Seketika itulah si kembar langsung mengambil kesempatan.


" Kabuuuuur"


-


-


-


-


-


**Cerita ini dibuat hanya untuk menghibur semata, jika ada perkataan atau perbuatan yang menyinggung atau tidak sesuai dengan kenyataan, harap jangan ditiru.

__ADS_1


Tidak ada sedikitpun niat dalam hati untuk merendahkan apapun, siapapun.


Terima kasih**.


__ADS_2