Janji Anissa

Janji Anissa
Menculik.


__ADS_3

Pagi pagi sekali Anisa sudah menemani Ibra memasak untuk menyiapkan sarapan. Seperti biasa Anisa hanya menjadi pemanis di sana, hanya memperhatikan dan memberi semangat pada suaminya. Anisa hanya tersenyum saat melihat Ibra membuatkan telor ceplok untuknya.


" Mau ditambahin kecap gak? tanya Ibra.


" Sedikit saja, aku kan sudah manis, jadi tidak perlu banyak kecap" ucap Anisa sambil tertawa kecil. Setelah selesai membuat nasi goreng serta telor ceplok, Ibra pun mencicipinya, lalu mengambil satu sendok lagi dan di sodorkan pada Anisa.


" Gimana rasanya?" tanya Ibra.


" Enak, manisnya pas, pedesnya juga pas"


" Mau tau tidak rasa manis dan pedas yang pas tapi bukan nasi goreng buatanku" ucap Ibra.


" Apaa??"


Ibra pun tersenyum lalu menarik ujung kerudung Anisa hingga dengan terpaksa Anisa berjinjit.


" Manis kan?" ucap Ibra sambil tersenyum senyum hingga Anisa mengerucutkan bibirnya.


" Pagi pagi sudah modus" gerutu Anisa. Ibra malah tersenyum senyum sambil membawa 2 piring nasi goreng ke atas meja, di ikuti Anisa sambil membawa dua gelas air putih. Mereka sudah duduk berhadapan siap menikmati sarapan bersama.


" Habiskan" pinta Ibra. Anisa hanya mengangguk lalu menatap suaminya itu. Ibra pun terdiam.


" Kenapa kau menatapku sperti itu?" tanya Ibra. Anisa pun menunduk malu.


" Aku minta maaf ya Bim, setiap hari selalu kau yang masak, aku hanya bisa menonton dan menikmati masakanmu" ucap Anisa. Ibra pun kembali tersenyum.


" Aku senang bisa melayanimu di meja makan, tapi semua itu tidak geratis"


" Maksudmu?"


Ibra malah tersenyum kembali hingga lesung pipitnya yang hanya sebelah itu terlihat jelas di wajahnya. Terlihat sangar namun menyejukan.


" Kalau aku selalu melayanimu di meja makan, kau pun harus melayaniku di atas ranjang" ucap Ibra sambil menatap Anisa. Tiba tiba Anisa tersendak saat mendengar ucapan suaminya itu.


"Bukankah selama ini aku selalu melayanimu di atas ranjang, siap tidak siap, mau tidak mau, kau selalu sedikit memaksa kalau bersangkutan dengan hal itu" batin Anisa.


Setelah selesai sarapan, Ibra pun bersiap untuk pergi ke toko bukunya.


" Sya, aku berangkat dulu"


Anisa pun tersenyum lalu mencium tangan suaminya itu. Tak lupa Ibra juga mencium keningnya Anisa.


" Asalamualaikum"

__ADS_1


" Waalaikum salam"


Ibra berangkat berjalan kaki sendirian menuju toko bukunya. Anisa pun kini berberes rumah. Dilihatnya hp Ibra tertinggal di meja makan.


" Hp nya ketinggalan, aku harus menyusulnya"


Anisa pun bergegas pergi untuk menyusul Ibra, namun sayang, langkah Ibra begitu cepat hingga Anisa tidak bisa melihatnya, dan mau tidak mau Anisa pun harus menyusul ke toko buku. Anisa berjalan sendirian, iya lupa pesan Ibra agar iya tak keluar pesantren karna di luar masih tidak aman untuknya.


Anisa berjalan tergesa gesa menuju keluar pesantren. Tidak sengaja Zahira melihatnya.


" Ka Anisa mau kemana?, kenapa dia tergesa gesa seperti itu, apa terjadi sesuatu?, jangan jangan ka Anisa di hipnotis sama bos Syabil, jadi dia tidak sadar dan pergi ke luar pesantren. Gawaaaat" tutur Zahira lalu mengikuti Anisa keluar pesantren secara diam diam. Kini Erika lah yang mencari Zahira.


" Ira kemana ya, perasaan tadi dia berjalan tidak jauh dari tempatku berdiri" ucap Erika sambil mencari cari. Di lihatnya Zahira keluar gerbang depan.


" Si Ira mau kemana berjalan ke luar pesantren?, apa dia masih di tugaskan untuk jadi sekuriti dadakan?" Erika bertanya tanya. Saat iya mau menyusul sahabatnya itu, terdengar bunyi bel yang menunjukan kalau pelajaran akan segera dimulai.


" Bel sudah bunyi, kalau aku menyusul Ira, pasti aku akan terlambat, aku tidak mau dihukum" ucap Erika sambil berjalan menuju kelasnya.


Setelah Anisa hampir sampai di toko buku, tiba tiba ada mobil yang berhenti di sebelahnya. Anisa pun menghentikan langkahnya menatap aneh pada mobil itu. Zahira yang melihat pun ikut terdiam tidak jauh dari posisi Anisa.


Seseorang yang memakai topeng keluar dari mobil itu.


" Ikh pengangamen bertopengnya pake mobil bagus, idiiih kereeeen" ucap Zahira takjub.


" Buka pintunya" teriak Zahira. Kedua lelaki bertopeng itu tak memperdulikan Zahira, hingga Zahira mendengus kesal dan langsung berdiri di hadapan mobil itu.


" Kalau tidak buka pintunya aku teriak" ancam Zahira. Dengan terpaksa lelaki bertopeng itu membuka pintu belakang.


" Aku ikut" ucap Zahira hingga kedua lelaki itu mengernyitkan keningnya.


" Geser duduknya, aku mau ikut" ucap Zahira kembali.


" Tidak boleh"


" Pokoknya ikut"


" Tidak boleh"


" Ikuuuuut" teriak Zahira sambil menerobos masuk dan duduk di sebelahnya Anisa yang kini sedang tidak sadarkan diri.


" Keluar" pinta lelaki itu.


" Tidak mau" bentak Zahira.

__ADS_1


" Aku tidak membutuhkanmu, jadi sekarang kau keluarlah, main boneka sana" pinta si penculik.


" Aku tidak suka main boneka, kalian mau bawa kemana tanteku?" ucap Zahira.


" Dia tantemu?"


" Hmmm"


Mau tidak mau mobil pun melaju membawa Anisa dan Zahira.


" Kita mau kemana om bertopeng?" tanya Zahira.


" Kau jangan banyak bicara bocah kecil, sekarang kau dan perempuan ini sedang kami culik" ucap lelaki itu.


" Diculiiik?????" tanya Zahira terkejut.


" Hmmmm"


" Ikhhh kereeeeen" ucap Zahira. Hingga kedua lelaki itu mengernyitkan keningnya saat melihat reaksi Zahira yang bukannya takut tapi malah senang.


" Kau ini sedang diculik, kenapa kau gembira seperti itu?"


" Tentu saja aku gembira, ini bukan pertama kalinya aku diculik, aku pernah di culik sebelumnya, dan itu rasanya sangat menyenangkan" tutur Zahira hingga kedua lelaki itu dibuat menganga.


" Bungkam mulutnya, aku pusing dengar ocehannya" pinta lelaki yang kini sedang mengemudi.


" Siap"


Lelaki yang ada disebelah Anisa pun mengambil sapu tangan yang sudah ada obat biusnya, dan dengan sigap langsung menempelkannya pada mulut dan hidung Zahira. Seketika Zahira langsung memukul lengan lelaki itu.


" Bauuu, sapu tangannya bau, tidak pernah di cuci ya?, mengerikan. Lagi pula untuk apa kau menempelkan sapu tangan ke hidungku, aku tidak ingusan" gerutu Zahira.


" Perempuan kecil ini tidak mempan dibius" ucap lelaki itu.


"Mungkin obat biusnya sudah habis, coba kau cium" pinta lelaki yang menyetir hingga temannya itu mencium sapu tangan itu dan akhirnya dia yang pingsan.


" Dasar bood*h" gerutu si lelaki yang menyetir, kesal melihat temannya yang pingsan akibat kebodohannya.


" Ha ha ha ha, senjata makan tuan" ucap Zahira sambil tertawa tawa. Zahira pun mendorong lelaki pingsan itu menjauh darinya.


" Menjauhlah, bukan mahrom suh suh suh" ucap Zahira sedikit mengusir. Hingga sang supir di buat menganga dan hampir tak percaya. Zahira pun bergeser mendekati Anisa dan bersender di pundak Anisa lalu sengaja tidur di sana.


" Sebenarnya yang diculik itu siapa sih?, kedua perempuan itu apa aku dan temanku" batin si lelaki supir bingung.

__ADS_1


__ADS_2