Janji Anissa

Janji Anissa
Geregeeeet


__ADS_3

Masih dengan penculikan Anisa dan Zahira. Syabil sudah marah tak karuan melihat kebodohan anak buahnya itu.


" Punya anak buah bodohnya minta ampun" gerutu Syabil. Anisa dan Zahira hanya menunduk, menyembunyikan suara tawanya hingga punggung merekalah yang bergetar menahan tawa. Syabil pun menatap Bondan si anak buah.


" Hubungi pihak pesantren" pinta Syabil.


" Siap bos"


Bondan pun langsung mencari cari suatu kontak yang menurutnya ada hubungannya dengan pesantren dimana Ibra tinggal.


" Ada nama Yusuf Bos" ucap Bondan. Seketika Zahira langsung tersenyum senang.


" Apa Yusuf masih tinggal di pesantren?" ucap Syabil bertanya tanya.


" Itu calon imamku" ucap Zahira antusias. Syabil dan kedua anak buahnya pun mengernyitkan kening masing masing sambil menatap Zahira.


" Sini biar aku yang bicara" pinta Zahira.


"Mau apa kau menelpon Yusuf?" tanya Syabil.


" Tentu saja aku mau mengatakan kalau aku sedang diculik, ka Yusuf pasti kalang kabut merasa panik karna calon istrinya disekap orang" tutur Zahira.


" Eh bocah kecil, kalau kau tidak bisa diam kulakban mulutmu" ancam Syabil. Zahira langsung mengerucutkan bibirnya.


" Ka, mantan pacarnya ka Anisa menyebalkan" bisik Zahira.


" Enak saja, dia bukan mantan pacarku" gerutu Anisa.


Syabil pun menghubungi ustad Usman.


Seketika ustad Usman langsung menerima sambungan telpon itu, iya mengira kalau yang menghubunginya adalah Ibra, karna Syabil menggunakan hp nya Ibra.


" Asalamualaikum" ucap ustad Usman.


" Tidak perlu basa basi, aku hanya ingin bilang kalau aku menculik Anisa" ucap Syabil. Seketika ustad Usman langsung terdiam.


" Ini ustad Ibrahim gila atau gimana?, kenapa dia menculik istrinya sendiri???" batin ustad Usman heran.


" Kau ditunggu dokter Husna di klinik" ucap Ustad Usman hingga Syabil mengernyitkan keningnya.


" Untuk apa dokter Husna menungguku?" tanya Syabil.


" Tentu saja untuk memeriksa kesehatanmu, sepertinya kau sedang sakit" ucap ustad Usman.


" Aku sedang tidak sakit. Aku hanya ingin bilang kini Anisa dan keponakannya si berandalan itu sedang kusekap" tutur Syabil.


" Ini sebenarnya yang gila itu siapa sih?" batin ustad Usman.


" Untuk apa kau menyekap istrimu sendiri?, apa kau kebanyakan meminum obat kuat hingga kau harus menyekap Anisa" tutur ustad Usman. Barulah disitu Syabil tersadar kalau dia lupa mengatakan kalau dia adalah Syabil yang menggunakan hp nya Ibra.


" Aku bukan Ibra, tapi aku adalah Syabil"


Deg


Deg


Deg.


Ustad Usman pun terdiam.


" Jadi kau Syabil?" tanya ustad Usman memastikan.


" Hmmm, aku Syabil"


" Heei bukannya kau itu orang kaya raya?, kenapa kau mencuri hp nya ustad Ibrahim?"


" Tidak perlu membicarakan soal hp, kau bilang saja pada si Ibra berandalan itu kalau istri dan keponakannya sedang kusekap, suruh dia datang menemuiku" pinta Syabil.


" Jadi si Syabil kini sedang menyekap Anisa dan Yusuf" batin ustad Usman.

__ADS_1


Setelah mengakhiri sambungan telepon itu, ustad Usman segera berlari untuk menemui Ibra. Namun tiba tiba langkahnya terhenti saat iya melihat Yusuf sedang berjalan dengan Riziq.


" Itu si Yusuf ada, katanya dia diculik dan disekap sama si Syabil" gumam ustad Usman.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Ustad Usman malah menatap Yusuf. Yusuf pun merasa heran ditatap seperti itu.


" Kenapa ustad?" tanya Yusuf.


" Suf tadi ada yang menelponku, katanya kau dan Anisa sedang disekap"


Riziq dan Yusuf pun terdiam saling lirik.


" Hati hati ustad Usman, itu bisa jadi penipuan, nanti yang menelpon minta tebusan" ucap Riziq.


" Aku pun sempat berfikir seperti itu, tapi anehnya yang menghubungiku itu ustad Ibrahim. Masa iya ustad Ibrahim menculik istrinya dan keponakannya sendiri, dan lebih anehnya lagi dia mengaku kalau dia itu Syabil"


" Syabil?" tanya Riziq memastikan.


" Iya, anehkan Syabil menghubungiku pake nomer ustad Ibrahim"


Riziq pun terdiam dan merasa aneh.


" Kenapa tidak dihubungi lagi nomer ustad Ibrahim" pinta Riziq. Seketika ustad Usman menghubungi nomer Ibra, dan seketika itu pula Syabil langsung menerimanya.


" Hallo"


Ustad Usman pun menlodspekerkan suara hp nya.


"Asalamualaikum. Kalau kau benar Syabil, coba aku ingin dengar suara Anisa dan Yusuf" ucap ustad Usman. Syabil pun terdiam lalu menatap Zahira.


" Namamu Yusuf?" tanya Syabil pada Zahira.


" Namaku Zahira, Yusuf itu nama calon imamku" jawab Zahira. Syabil pun kembali bicara pada ustad Udsman.


Seketika Riziq terkejut.


" Zahira diculik??" Riziq sudah nampak cemas.


" Apaaaa, kau menculik si selebor????, astaghfirullah, sial sekali nasibmu" ucap ustad Usman. Riziq langsung memicingkan matanya.


" Apa maksudmu?" tanya Syabil.


" Dia itu perempuan menyebalkan seantera pesantren, kau akan sial jika menculiknya, rugi" ucap ustad Usman hingga Riziq menggeram membuat ustad Usman tersenyum getir.


" Maaf aku keceplosan"


Ustad Usman pun kembali fokus pada Syabil.


" Kuberitau padamu sebelum kau menyesal, lepaskan Zahira, kau tidak akan mendapatkan keuntungan apapun, hanya kerugian yang akan kau dapatkan" tutur ustad Usman.


" Aku tidak menculik Zahira, dia sendiri yang maksa pengen ikut, dia yang minta diculik" ucap Syabil. Ustad Usman dan Riziq pun langsung mengernyitkan keningnya masing masing, sementara Yusuf malah tersenyum menunduk.


" Astaghfirullah kelakuan adikmu ustad Riziq" ucap ustad Usman tak percaya dengan kelakuan si bocah selebor yang minta ikut di culik.


" Bocah sempruuuul, awas kalau kau pulang nanti, kugantung kau di pohon mangganya ustad Azam" batin Riziq.


" Aku ingin bicara dengan Zahira" pinta Riziq.


Syabil pun langsung memberikan hp nya pada Zahira.


" Asalamualaikum haaaai semuanya" Zahira mengucap salam lalu menyapa dengan riangnya.


" Eh bocah semprul, bisa bisanya kau minta ikut diculik, fikiranmu di taruh dimana?" gerutu Riziq.


" Sabaaar dong ka, tidak usah khawatir seperti itu, anggap saja aku sedang pergi liburan" jawab Zahira.

__ADS_1


" Astaghfurullah, dosa apa aku" ucap Riziq sambil mengelus dadanya.


" Ustad Riziq, aku penasaran, sebenarnya ibu tirimu saat mengandung Zahira dia ngidam apa sih?" tanya ustad Usman.


" Ngidam paku" jawab Riziq kesal.


" Astaghfirullah, ngidamnya jadi pemain debus"


" Kaaaa, aku baik baik saja disini, tidak perlu khawatir seperti itu ok" ucap Zahira.


" Sekarang katakan kau ada dimana, nanti ka Riziq jemput" ucap Riziq.


" Belum juga sehari udah mau dijemput, ka Riziq gak asik" gerutu Zahira.


" Ustad Riziq, adikmu benar benar sudah gila" ucap ustad Usman hingga Riziq memicingkan matanya. Mereka berdua pun membujuk Zahira untuk pulang atau memberitau lokasi penyekapan itu.


" Ayo Ira katakan kau dan Anisa ada dimana?" tanya Riziq sedikit memohon.


" No no no no" jawab Zahira sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Saat Anisa mau memberitau lokasinya, Syabil langsung mengarahkan belati pada Anisa. Anisa hanya bisa bungkam ketakutan.


" Eh selebor ayo pulang, heran deh kau ini senang sekali diculik" gerutu ustad Usman.


" Aku pulangnya nanti om ustad, sekarang belum apa apa, belum nemu geregetnya, belum nemu takutnya, belum nemu senengnya dan belum nemu asiknya" tutur Zahira.


" Astaghfirullah alazim, lama lama aku 3S inimah (Setres, Setruk, Sekarat) menghadapi bocah ingusan ini" gerutu ustad Usman.


" 3 S nya kurang 3 om ustad, Somplak, Semprul, Selebor ha ha ha" Zahira tertawa tawa.


Riziq dan ustad Usman pun mulai putus asa menghadapai Zahira. Hingga ustad Usman teringat sesuatu.


" Iraaaa, aku yakin kau membawa ponsel yang kukasih kemarin. Sekarang kau tekan tombol merahnya biar kita bisa tau dimana lokasi kalian" tutur ustad Usman.


" No no no, aku belum puas dan belum mendapatkan pengalaman berkesan, jadi tunggu waktu yang tepat untuk menekan tombol merah itu"


Ustad Usman pun berbisik pada Yusuf.


Dan Yusuf pun langsung mengangguk dan mau menuruti ucapannya ustad Usman.


" Asalamualaikum Ira" ucap Yusuf. Seketika Zahira langsung tersenyum senang saat mendengar suara Yusuf.


" Ka Yusuf"


" Ira pulanglah" pinta Yusuf.


Zahira malah tersenyum senyum.


" Apa ka Yusuf rindu padaku?" tanya Zahira. Yusuf hanya diam, iya tidak tau harus bilang apa, apalagi di sana ada Riziq, ada rasa takut dan malu dalam diri Yusuf.


" Mengangguk Suf" pinta ustad Usman. Yusuf hanya diam hingga ustad Usman menangkup kepala Yusuf dan mengangguk nganggukannya.


" Mau Yusuf mengangguk 1000 x pun, Zahira tidak akan melihatnya" ucap Riziq.


" Oh iya aku lupa" ucap ustad Usman.


" Ira, kalian pulang ya, kita menunggu di pesantren" ucap Yusuf kembali.


" Siap ka Yusuf aku pulang sekarang" ucap Zahira antusias. Setelah menutup sambungan teleponnya, Zahira pun langsung menarik tangan Anisa untuk berdiri.


" Ayo ka kita pulang" ajak Zahira hingga Syabil marah.


" Heeeei bocah ingusan, berani beraninya kau mau kabur dari sini" Syabil marah.


" Calon imamku sedang menunggu di pesantren, jadi aku harus pulang sekarang" ucap Zahira.


"Kalian fikir aku akan membebaskan dan membiarkan kalian pergi dari sini, sayangnya tidak, aku tidak akan membiarkan kalian pergi sampai si berandalan itu datang kesini lalu kubunuh" tutur Syabil. Anisa pun terlejut dan ketakutan dengan ucapannya Syabil yang ingin membunuh Ibra.


Zahira pun merogoh saku bajunya. Mengambil ponsel yang diberikan ustad Usman.


" Aku akan memanggil satu pesantren untuk datang kesini" ucap Zahira sambil menggenggam ponsel itu. Namun saat Zahira mau menekan tombol merahnya, tiba tiba Syabil langsung merebut dan membantingkan ponsel itu hingga hancur. Anisa pun terkejut, ponsel itu adalah satu satunya harapan untuk memberitau lokasi penyekapannya pada orang orang pesantren.

__ADS_1


" Tenang ka Anisa, di dalam saku tadi aku sudah menekan tombol merahnya 3 kali, aku yakin ustad Ibrahim dan ka Yusuf sebentar lagi datang sebagai pahlawan bertopeng" bisik Zahira.


__ADS_2