
Masih dengan mereka yang berkumpul di butiknya Anisa. Ustad Riziq dan ustad Rasyid pun sudah melaporkannya pada polisi.
" Ya Allah semoga adiku cepat ditemukan , amiin" batin Riziq.
Aisyah sudah sedari tadi banjir air mata. Ia menangis sesegukan dipelukan suaminya.
" Sebenarnya apa motif penculikan ini?" ucap ustad Soleh. Perlahan Elina mendekati Anisa sambil berbisik.
" Nis, apa kau merasa laki laki penculik itu mirip anak buahnya si Syabil"
Anisa langsung menatap Elina.
" Maksudmu Yudi dan Yuda?" tanya Nisa sambil berbisik juga.
"Aku merasa seperti itu, laki laki itu sekilas mirip sikembar, tapi itu masih dugaanku saja" bisik Elina. Anisa dan Elina tak membicarakan dugaannya pada yang lain karna belum mempunyai bukti. Tiba tiba Ibra datang, ia memarkirkan mobilnya di depan butik. Mereka semua langsung menghampiri, berharap Zahira berhasil diselamatkan.
" Ustad, bagaimana?, apa kau bisa menyelamatkan adiku?" tanya Riziq. Ibra pun terdiam sambil menundukan kepalanya.
" Maaf, aku kehilangan jejak mereka" jawab Ibra dengan rasa bersalah.
BRUUUGH.
Aisyah pingsan mendengar Zahira belum ditemukan.
" Uniii"
Riziq nampak terkejut melihat istrinya tiba tiba pingsan. Riziq pun membawa Aisyah kekursi dan membaringkannya di sana, Anisa menghampiri dan memberikan minyak angin.
Semua orang nampak khawatir tentang kehilangannya Zahira. bahkan kalau seisi pesantren tau, mereka pun pasti sangat kehilangan santri putri paling menyebalkan seantera pesantren.
" Ya Allah, dimana pun dia berada, semoga dia dalam lindunganmu, amiin" Yusuf berdo'a dalam hatinya.
Ustadzah Ulfi pun menepuk pundak putranya itu.
" Dia pasti kembali" ucap ustadzah Ulfi. Yusuf pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
* * * * * *
Sementara dengan Zahira yang kini berada disebuah gedung tua namun masih di kota A. Ia baru tersadar dari pingsannya akibat obas bius yang di dapatnya.
"Aku dimana ini?" gumam Zahira sambil menatap sekeliling ruangan. Zahira nampak aneh dengan ruangan tua itu. Ia mulai mengingat ngingat kembali kejadian sebelum ia pingsan.
" Ya aku ingat, tadikan ada laki laki yang menanyakan usiaku"
Zahira nampak terkejut saat menyadari kalau dirinya di culik laki laki itu.
" Aku di culik? ? ? ?, waaah ini pengalaman pertamaku merasakan yang namanya diculik, ini harus berkesan, nanti aku akan bercerita pada Erika, biar dia iri padaku, hi hi hi" ucap Zahira sambil tersenyum senyum. Zahira pun mencari cari si penculik itu untuk dibukakan ikatan ditangan dan kakinya.
" Om penculiiiik" teriak Zahira.
Seketika Yudi dan Yuda masuk ke gudang itu.
" Kau berisik sekali Erika" ucap Yudi sambil mendekatinya.
" Namaku Zahira, aku lebih cantik imut dan menggemaskan dari Erika" ucap Zahira.
" Kau mau membohongi kami ya agar kami melepaskanmu?" ucap Yuda.
Zahira pun tersenyum geli melihat Yudi dan Yuda karna mereka kembar.
" Om mukanya di bajak ya?" tanya Zahira pada Yuda.
" Eh bocah ingusan, mukaku bukannya dibajak tapi aku memang kembar" gerutu Yuda.
" Oh kembar, keponakanku pun kembar tapi mukanya beda"
" Massa? ? ?"
" Hhmmm, mereka laki laki sama perempuan anaknya si berondong" ucap Zahira.
" Kalau kita menyelinap lagi ke pesantren boleh kita berkenalan dengan keponakanmu itu?"
" Tentu saja" jawab Zahira.
" Ngomong ngomong om kembar tolong lepasin ikatan di tanganku dong, tanganku pegal" pinta Zahira.
" Tidak mau, nanti kau kabur" ucap Yudi.
" Aku janji tidak akan kabur" tegas Zahira.
" Beneran ya tidak akan kabur"
Zahira pun mengangguk.
" Om kembar, sebenarnya alasan om kembar menculiku itu apa?" tanya Zahira penasaran.
" Kau kecil kecil kepo ya, pengen tau saja urusan orang dewasa" gerutu Yudi.
" Yeeee, fikiranku kan lebih dewasa dari usiaku, kalau kalian menculiku karna kalian naksir padaku, jawabannya maaf ya, hatiku sudah terpaut untuk ka Yusuf" tutur Zahira.
Yudi dan Yuda yang mendengarpun langsung mengeryitkan keningnya.
" Yud kau naksir bocah ingusan ini?" tanya Yuda sambil berbisik.
__ADS_1
" Nggak, dia cerewet, bawel, rewel, sama rese. Aku tidak suka perempuan di bawah umur" jawab Yudi.
" Kita tidak naksir padamu, tapi bos Syabil cinta banget sama kakakmu" ucap Yudi. Zahira yang mendengarpun langsung menganga.
" Astaghfirullah alazim, bos kalian tidak normal, jeruk makan jeruk" ucap Zahira sedikit terkejut. Yudi dan Yuda kembali mengeryitkan keningnya.
" Yud, ini bocah kayanya bukan lahir di bumi deh, dia malah ngebandingin si bos sama buah buahan" bisik Yuda.
" Iya kayanya dia lahir di planet pluto deh"
" Kalian bisik bisik apa sih?" tanya Zahira kepo.
" Oh iya yang ditaksir bos kalian itu ka Riziq apa ka Rasyid?" tanya Zahira. Hingga Yudi dan Yuda saling lirik.
" Tentu saja Anisa" jawab Yudi tegas.
" Ka Anisa??"
" Hmmm"
" Kalau bos kalian naksir ka Anisa kenapa kalian menculiku?" tanya Zahira.
" Bos Syabil menculikmu untuk mengancam Anisa biar dia mau menikah sama si bos"
" Kenapa harus culik menculik, untuk mengancam ka Anisa, kenapa tidak lamar langsung saja ka Anisanya, kalau bos kalian tampan, kaya raya dan soleh pasti ka Anisa terima" tutur Zahira.
" Bos Syabil memang tampan, kaya raya, royal tapi sayang tidak soleh" ucap Yudi sambil tertawa kecil.
" Iya masih kalah sama si Ibra"
" Siapa Ibra?" tanya Zahira.
" Ustad Ibrahim yang mengajar di pesantrenmu" jawab Yuda.
" Kalian mengenalnya?" tanya Zahira.
" Tentu, dia musuh kami di Jakarta. Dia saingannya bos Syabil untuk mendapatkan kakakmu"
" Ustad Ibrahim suka sama ka Anisa?" tanya Zahira penasaran.
" Hmmm, dari 7 tahun yang lalu"
" Kereeeeen" ucap Zahira. Tiba tiba zahira teringat sesuatu.
" Kalau ustad Ibrahim menyukai ka Anisa, itu artinya ka Anisa tidak akan menusuku dari belakang, berarti selama ini ustadzah Ulfi bersikap lembut pada ka Anisa bukan untuk dijadikan menantu tapi dijadikan sebagai adik ipar. Alhamdulilah itu artinya ka Yusuf masih aman" tutur Zahira.
" Siapa Yusuf?" tanya si kembar.
" Dia calon imamku"
"Yud, si bocah ingusan ini sudah punya calon imam, sepertinya si Yusuf itu bukan terlahir di bumi juga" bisik Yuda.
" Om kembar, aku laper" ucap Zahira.
" Kau tahan ya sampai si bos datang kemari"
" Kalau aku mati kelaparan bagaimana?, nanti aku adukan pada ka Anisa" ancam Zahira.
" Jangan dong nanti kita bisa habis sama si bos"
" Ya sudah belikan aku makanan ya" pinta Zahira. Mau tidak mau Yudi pun pergi untuk membeli makanan.
" tunggu om, boleh aku riques?" tanya Zahira.
" Menangnya kau ingin makan apa?"
" Aku ingin makan martabak bangka rasa keju sama coklat, tapi coklatnya sedikit saja aku takut sakit gigi dan kejunya harus banyaaaak banget, satu lagi minumnya es jeruk maroko ya" tutur Zahira. si kembar pun langsung menganga tak percaya.
" Kau ini sedang diculik, kenapa kau banyak maunya" gerutu Yudi.
" Om kembar tidak pernah dengar istilah sandera (korban penculikan) adalah raja"
" Yang sering kudengar adalah pembeli adalah raja" timpal Yudi sedikit kesal.
" Yud cepat kau carikan saja makanan yang diinginkannya, kepalaku mulai pusing ini" ucap Yuda. Mau tidak mau pun Yudi melangkah pergi untuk mencari martabak disiang bolong.
" Jangan lupa kejunya yang banyaaaaak" teriak Zahira.
" Sakarepmu" gerutu Yudi.
" Om, boleh aku pinjam hpnya untuk menghubungi kakaku, dia pasti menghawatirkanku" ucap Zahira pada Yuda.
" Pasti si bos sudah menghubungi kakakmu"
" Memangnya bos Syabil punya nomernya ka Riziq?"
" Si bos pasti sudah menghubungi Anisa" ucap Yuda.
" Aku ingin menghubungi ka Riziq, dia pasti sedang mencariku, ayo om pencilik aku pinjam sebentar" rengek Zahira.
" Ga boleh, nanti kau minta dijemput sama kakakmu itu"
" Ya sudah om penculik saja yang bicara pada kakaku" pinta Zahira penuh harap. Mau tidak mau Yuda pun mengambil hpnya.
__ADS_1
" Sini aku yang pencet nomernya, tapi om ya yang bicara pada kakaku" Zahira lun membisikan sesuatu pada Yuda.
Zahira sudah menghubungi Riziq. Setelah telpon tersambung, Riziq yang sedang berkumpul di pesantren pun langsung menerimanya. Kebetulan setelah Aisyah sadar dari pingsannya, mereka semua pergi ke pesantren menunggu kabar dari polisi.
" Asalamualaikum" ucap Riziq.
" Hallo Anisa" ucap Yuda hingga Zahira menepuk pundaknya.
" Bukan ka Anisa tapi ka Riziq" bisik Zahira.
" Hallo siapa ini?" tanya Riziq.
" Ini saya yang menculik adikmu" ucap Yuda. Riziq yang mendengarpun langsung terkejut. Hingga membuat yang lain pun ikut terkejut karna sambungan telpon di load speker.
" Dia penculik Zahira Le?" tanya Aisyah.
Riziq pun mengangguk.
" Katakan dia minta tebusan berapa?" tanya ustad Usman.
" Kenapa kau menculik adiku?, apa tujuanmu?" tanya Riziq tegas.
" Penculik, kau yang sabar ya menghadapi si selebor" ucap ustad Usman. Hingga Aisyah langsung memukul pundaknya.
" Aku memang menculik adikmu, dan aku ingin tebusan 600.000" ucap Yuda hingga Zahira memukul pundaknya.
" Bukan 600.000 tapi 6 milyar" bisik Zahira.
" Maaf salah sebut, bukan 600.000 tapi 6 milyar" ucap Yudi kembali di telpon. Semua nampak terkejut.
" 6 MILYAAAAAR"
Semua nampak menganga mendengar jumlah tebusannya.
" Tidak salah 6 milyar?, si selebor di jual 1 juta saja belum tentu ada yang mau" ucap ustad Usman hingga Riziq dan ustad Rasyid memicingkan matanya.
" Maaf bercanda" ucap ustad Usman takut.
" Kami tidak punya uang sebanyak itu" ucap Riziq.
" Kalau begitu aku punya pilihan kedua" ucap Yuda.
" Apa?"
" Kau tidak perlu membayar tebusan 6 milyar, kau cukup nikahkan adikmu dengan Yusuf" pinta Yuda yang sudah dibisik bisik oleh Zahira sebelumnya. Semua nampak ternganga dan langsung menatap ke arah Yusuf semua. Kini giliran Yusuf lah yang kebingungan.
" Suf, kau yang menculik Zahira?" tanya Aisyah.
" Tidak, aku tidak ada hubungannya dengan hilangnya Ira" ucap Yusuf membela diri.
" Mungkin itu temannya Yusuf yang iseng" ucap ustadzah Ulfi membela putranya.
Riziq pun kembali menghubungi si penculik.
" Hallo, aku ingin dengar suara Zahira" pinta Riziq.
" Tidak ada yang namanya Zahira yang ada namanya Erika"
Semua kembali terdiam kebingungan.
" Ini sebenarnya yang diculik itu Erika apa Zahira?" tanya ustad Usman bingung.
" Aku ingin dengar suaranya" pinta Riziq. Tiba tiba.
Tuuuuut tuuuuuuuuut.
Sambungan telpon terputus.
Zahira pun terdiam kesal karna Yuda memutuskan sambungan telpon.
" Kenapa telponnya diputus" gerutu Zahira.
" Kuotanya habis" jawab Yuda.
Zahira pun menganga tak percaya.
" Memalukan sekali, kuota sampai habis begitu, ka Riziq kan belum mengiyakan untuk menikahkanku dengan ka Yusuf" ucap Zahira kesal. Yuda sudah memijat mijat kepalanya yang mulai pusing 7 keliling.
" Kalau disuruh milih, aku lebih baik disuruh menculik srigala berekor 4 dibanding menculik sibocah ingusan ini. Booos kau dimana bos aku nyeraaah"
-
-
-
-
-
**Cerita ini dibuat hanya untuk menghibur semata, kalau ada perkataan atau perbuatan yang menyinggung atau tidak sesuai sama kenyataan, tolong jangan ditiru.
Tidak ada sedikitpun niat dalam hati untuk merendahkan apapun, siapapun.
__ADS_1
Terima kasih**.