
Setelah mengerjakan shalat Isya, Ibra dan Riziq pun berjalan bersama untuk pulang menuju rumah masing masing. Diikuti oleh ustad Usman dan ustad Soleh di belakang mereka.
" Ustad Ibrahim, bagaimana keadaan istrinya?" tanya Riziq.
" Alhamdulilah, sudah membaik, cuma kadang dia sedikit ketakutan saat ditinggal sendirian" jawab Ibra.
" Mungkin istrinya masih trauma ustad"
" Hmmm, sepertinya begitu"
Tiba tiba dari arah berlawanan, Zahira berlari, berniat pergi ke rumahnya Riziq. Zahira tidak sengaja menabrak kakaknya sendiri yaitu Riziq.
BRUUUGHH.
Zahira terpental ke belakang.
" Awww" ringis Zahira sambil mengaduh.
" Astaghfirullah alazim" ucap Ibra dan Riziq. Mereka pun terkejut saat melihat Zahira terpental dan tersungkur di jalan.
" Iraaa" panggil Riziq memastikan karna hari sudah gelap. Perlahan Riziq pun membangunkan Zahira.
" Sakit ka"
" Kau ini apa apaan, kenapa kau lari lari malam malam begini?, lagi pula untuk apa kau keluar dari asrama putri, malam malam pula" ucap Riziq heran. Zahira langsung tersenyum senyum.
" Kenapa kau tersenyum begitu?" tanya Riziq.
" Sebenarnya aku keluar asrama mau ke rumahnya ka Riziq" ucap Zahira.
" Untuk apa kau malam malam begini ke rumahku?" tanya Riziq kembali.
" Aku mau kasih kabar gembira" ucap Zahira antusias. Ibra hanya memperhatikan saja.
" Kabar gembira apa?"
" Aku sudah khatam iqro, mulai besok aku mengaji di kitab suci al quran. Ikkh seneng banget" ucap Zahira sedikit berjingkrak jingkrak.
" Alhamdulilah" ucap Riziq dan Ibra.
" Tidak usah berjingkrak jingkrak seperti itu, ayo kita pulang" ajak Riziq.
" Gendong, aku habis jatuh"
" Nggaaaaak"
Zahira langsung mengerucutkan bibirnya. Riziq langsung menarik tangan Zahira untuk pulang ke rumahnya.
" Ustad Ibrahim, saya duluan ya asalamualaikum" Riziq berpamitan.
" Waalaikum salam"
Ibra pun menatap kepergian Riziq dan Zahira sambil tersenyum. Ibra selalu merasa kalau kehidupan Riziq dan keluarganya yang sederhana begitu sangat harmonis meski kadang selalu ada keributan keributan kecil yang dibuat adik perempuannya itu.
Sesampainya Riziq dan Zahira di rumahnya. Dilihatnya Aisyah sudah menunggu di depan pintu sambil tersenyum.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Aisyah pun menyambut kedatangan suaminya, mencium tangan Riziq dan memperlihatkan senyum manisnya.
" Ira tumben malam malam ke sini?" tanya Aisyah.
" Aku punya kabar gembira ka, aku sudah khatam iqro ka" ucap Zahira antusias. Aisyah terdiam, lalu tersenyum.
" Waaah selamat ya Ira, kau hebat" ucap Aisyah. Meskipun teman teman seumuran Zahira di asrama sudah khatam al quran berkali kali, tapi meskipun baru khatam iqro, Zahira senangnya bukan main. Iya tak pernah malu dengan ketertinggalannya, apalagi kalau dibandingkan dengan Erika, kecerdasan Erika yang jauh lebih tinggi darinya. Zahira merasa senang dan bangga bisa khatam iqro. Zahira baru mengenal agama saat Riziq membawanya ke pesantren sekitar satu tahun lebih. Sejak saat itulah dia baru mengenal agama dan tuhannya (Allah).
" Ka buatkan aku bubur merah sama bubur kuning dan hijau ya, aku kan sudah khatam iqro, biasanya dikampungku dulu suka begitu ka, kalau hatam itu suka bagi bagi makanan" tutur Zahira. Aisyah hanya mengernyitkan keningnya, lalu menatap Riziq. Riziq malah cekikikan tak bersuara.
" Ira, tapi biasanya kalau membuat bubur pelangi seperti itu, biasanya kalau mau mengganti namanya" ucap Aisyah.
" Benarkah???"
" Hmmm, dikampung ka Aisyah dulu, biasanya kalau sudah hatam iqro atau al quran, suka bikin nasi tumpeng atau nasi uduk, terus dibagiin sama temen temen satu pengajian" tutur Aisyah.
" Ya sudah, buatkan aku nasi tumpeng ya ka" Zahira penuh harap.
" Boleh, tapi masalahnya semua teman temanmu di sini banyak sekali Ira, kau bisa hitung semua teman temanmu di asrama, banyak banget kan?"
" Gak apa apa ka bikinnya sedikit juga, yang penting ka Yusuf kebagian" ucap Zahira.
Riziq dan Aisyah malah saling lirik.
" Kelakuan warisanmu Le, kalau sudah kumat dia pasti nyebut nyebut nama Yusuf" ucap Aisyah.
* * * * *
Sesampainya Ibra di rumah. Iya pun mengetuk pintu, karna rumahnya sering di kunci. Anisa selalu berhati hati hingga selalu mengunci pintu.
Tok tok tok.
__ADS_1
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam" jawab Anisa sambil membukakan pintu. Anisa pun tersenyum lalu mencium tangan suaminya.
" Kau tidak merasa ketakutan kan?" tanya Ibra sambil masuk kedalam.
" Sedikit he he"
" Makan malam dulu ya Bim" ajak Anisa menuju meja makan. Dilihatnya di atas meja sudah tersedia berbagai makanan.
" Siapa yang masak?" tanya Ibra sambil tersenyum.
" Bi Ratna, kau kan tau Bim aku tidak bisa masak" ucap Anisa sedikit malu. Ibra tersenyum, lalu mengajak Anisa untuk makan malam.
Setelah selesai makan malam, Anisa dan Ibra pun duduk bersantai diruang tamu.
" Bim, boleh tidak besok aku ke butik, aku sudah rindu suasana butik, sudah rindu juga sama patung patung manekin" tutur Anisa penuh harap kalau suaminya itu mau mengijinkannya untuk pergi ke butik.
" Kalau kau rindu dengan patung patung manekin, aku bisa pinjamkan patung manekin punya istrinya ustad Usman, mereka kan punya satu patung manekin yang dibelinya dulu di butikmu" tutur Ibra sambil tersenyum senyum.
" Tidak lucu" gerutu Anisa.
Anisa pun bersandar dipundaknya Ibra.
" Bim, apa kau pernah merasa cemburu padaku, jika aku dekat atau hanya sekedar tegur sapa dengan laki laki lain?" tanya Anisa.
" Maksudnya?"
" Maksudnya pernah tidak kau merasa cemburu padaku saat aku melayani pengunjung butik terutama laki laki"
Ibra pun tersenyum.
" Aku mengerti pekerjaanmu, asal kau harus hati hati dan jaga diri. Kau pun harus ingat kalau kau adalah seorang istri, jadi usahakan jaga jarak dan harus berinteraksi sewajarnya dengan para pengunjung" tutur Ibra. Anisa pun mengangguk.
" Aku tanya sekali lagi, cemburu tidak?" tanya Anisa penasaran hingga Ibra menatapnya.
" Rasa cemburu itu harus ada asal jangan berlebihan" ucap Ibra. Anisa pun tersenyum lalu membalas tatapan suaminya itu.
" Saat aku siculik kemarin, aku melihat sesuatu yang lain darimu Bim"
" Maksudnya?"
" Aku melihat kemarahan darimu Bim, aku merasa kalau darahmu mendidih, urat urat ditanganmu itu menonjol keluar, auramu pun tiba tiba berubah menjadi menyeramkan saat Syabil menyentuh tanganku, saat Syabil menunjuk belati itu ke jari jariku, dia sempat menyentuh tanganku, apa saat itu kau cemburu?" tanya Anisa. Ibra pun terdiam.
" Sudah kubilang, rasa cemburu itu harus ada asal jangan berlebihan. Saat kejadian itu, aku hanya tidak suka kalau ada seseorang yang menyentuh miliku, apalagi mau menyelakainya"
Anisa pun tersenyum lalu memeluk Ibra.
Ibra pun tersenyum. Dulu Anisa yang merasa takut jika bertemu dengannya, dan menolak untuk menikah dengannya. Tapi kini keadaannya berubah, Anisa sudah menjadi istrinya, dia sendiri yang memohon untuk diperjuangkan. Dan sekarang Anisa sendiri yang selalu mengatakan cinta pada Ibra.
" Bim, kalau ada laki laki lain yang mencintaiku bagaimana?" tanya Anisa.
" Maksudmu Syabil?" tanya balik Ibra.
" Hmmm, atau ada laki laki lain lagi yang mencintaiku" ucap Anisa. Ibra malah tersenyum.
" Kau percaya diri sekali Sya, memangnya ada laki laki yang mencintaimu selain aku?" tanya Ibra.
" Ini seibaratnya saja Bim"
" Itu hak mereka"
" Kau tidak marah??" tanya Anisa.
Ibra pun menggelengkan kepalanya.
" Kenapa?"
" Karna aku percaya kau tidak akan menghianatiku"
Anisa pun tersenyum.
" Sekarang aku yang tanya padamu, bagaimana jika ada perempuan lain yang menyukaiku?" tanya Ibra. Anisa langsung mengerucutkan bibirnya, ada rasa tak suka dengan ucapannya Ibra. Ibra hanya tersenyum melihat reaksi istrinya itu.
" Kenapa?, apa kau tidak suka jika ada perempuan lain yang menyukaiku?" tanya Ibra.
" Tentu saja, aku tidak senang jika ada perempuan lain yang menyukaimu, ini mungkin egois, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri, aku tidak suka ada perempuan lain yang berusaha mendekatimu, apalagi saat kau meresponnya, sudah jangan ditanya apa yang akan kulakukan padanya" tutur Anisa dengan nada emosi.
" Memangnya apa yang ingin kau lalukan padanya?" tanya Ibra sambil menahan tawanya.
" Sudah kubilang jangan tanya"
" Kenapa memangnya?, aku hanya ingin tau apa yang akan dilakukan istriku saat dia merasa cemburu"
" Baiklah kalau kau ingin tau, sudah pasti aku akan memakinya, menjambaknya kalau perlu aku menyentilnya dan bilang jangan ganggu suamiku" tutur Anisa dengan marahnya hingga Ibra tertawa tawa.
" Kenapa kau tertawa?" tanya Anisa sambil memicingkan matanya.
" Aku baru tau kalau istriku sedang cemburu iya lebih menyeramkan dari si Syabil" ucap Ibra sambil tertawa tawa hingga Anisa mengerucutkan bibirnya.
" Apa kau yakin bisa melakukan semua itu?" tanya Ibra. Anisa langsung tersenyum getir. Hingga Ibra kembali tertawa.
__ADS_1
" Ha ha ha ha"
Dengan kesalnya Anisa memukul pelan dadanya Riziq.
"Kau rese Bim"
Ibra pun menatap Anisa.
" Dengarkan aku, ketika wanita yang bersuami dicintai laki laki lain. Bagaimana menyikapinya agar tetap suci dan terjaga.
1.HINDARI INTERAKSI terlalu sering. Seperlunya saja, baik itu dunia maya maupun dunia nyata.
Jangan memberikan peluang. Ada pepatah mengatakan bahwa perselingkuhan tidak akan terjadi jika si perempuan punya HARGA DIRI meskipun si laki laki memaksa. Laki laki yang punya malu biasanya akan mundur sendiri ketika tidak direspon.
Jangan mudah terbuai KATA KATA MANIS yang MEMABUKAN tapi sangat MEMATIKAN. Tidak semua yang kelihatan manis itu enak. Permen yang manis saja bisa berpotensi membuat gigi bolong.
Jangan jadi wanita yang haus pujian. Yang mudah tergelincir biasanya adalah yang haus pujian. Jadi bersikaplah biasa saja. Wanita (istri) sudah amazing tanpa harus disertifikasi dengan pujian orang terlebih laki laki yang bukan suaminya.
Segala perbuatan akan ada balasan. Ada aksi, ada reaksi, ada perbuatan ada konsekuaensi.
Merasa sudah tua, sadari itu. Masa penuh pesona sudah lewat, perbanyaklah mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk menghadapnya.
Merasa bangga karna meskipun sudah laku masih tetap banyak yang naksir. Astaghfirullah!.
Kecantikan yang dimiliki tidak ada apa apanya dibanding dengan muslimah zaman dulu yang dijamin masuk surga salah satunya karna menjaga kesuciannya.
Wahai para wanita, godaan dari luar itu seperti Virus. Kalau iman kita kuat, insya allah virus tersebut akan mental dengan sendirinya. Tapi kalau tidak maka kaulah yang akan hancur.
Maka tingkatkanlah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Semoga kau bisa menjadi sebaik baiknya perhiasan dunia." tutur Ibra.
Anisa pun terdiam lalu mengangguk.
" Terima kasih Bim, akan kuingat kata katamu. Semoga aku bisa menjadi sebaik baiknya perhiasan dunia, amiin"
" Amiin"
Anisa pun tersenyum begitu pun Ibra.
" Sudah malam, apa kau belum ngantuk?" tanya Ibra. Anisa malah menaruh curiga.
" Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Anisa. Ibra malah tersenyum senyum.
" Aku hanya berusaha meminta hak ku"
" Bilang saja minta jatah" gerutu Anisa.
Ibra malah tertawa.
-
-
-
-
-
-
-
"*Cerita ini dibuat hanya untuk menghibur semata. Jika ada ucapan atau perbuatan yang kurang menyenangkan saya minta maaf. Tidak ada niat sedikitpun dalam hati untuk merendahkan atau menyinggung, baik tempat, apapun dan siapapun. Ambil positifnya saja"
__ADS_1
Terima kasih*.