
Pagi itu Anisa dan Ibra berangkat bersama menuju toko. Mereka pergi tanpa izin terlebih dahulu karna Anisa menarik Ibra begitu saja.
Yusuf pun pergi ke dapur untuk sarapan.
" Umi"
Panggil Yusuf karna tidak ada orang di dapur. Iya duduk sarapan sendirian. Tanpa sengaja iya menyenggol gelas air hingga tumpah.
" Astaghfirullah alazim"
Yusuf pun mencari kain lap untuk membersihkan tumpahan air itu. Dilihatnya ada kain di dekat kompor, Yusuf pun mengambilnya, namun iya merasa aneh karna di baju lap itu masih tertera lebel baju" ANISA M.A."
" Ini kan lebel baju di butiknya tante Nisa" ucap Yusuf. Karna penasaran, Yusuf pun menatap keseluruhan bentuk baju itu. Keningnya berkerut, merasa aneh dengan bentuk dan bahan baju itu.
" Baju apa ini?, apa ini punya Umi"
" Kenapa Suf?" tanya ustadzah Ulfi menghampiri.
" Apa ini punya umi?" tanya Yusuf sambil memperlihatkan lingrie itu.
" Astaghfirullah Suf, kau dapat dari mana itu?" tanya ustadzah Ulfi. Yusuf menepuk sebelah kompor.
" Ini kain lap bukan mi, tapi masih ada lebel bajunya, sepertinya ini baju baru. Label bajunya punya butiknya tante Nisa" tutur Yusuf.
" Sepertinya ini punya tantemu, tapi kenapa bajunya ada di dapur?" ucap ustadzah Ulfi bingung.
" Ini punya tante Nisa, tapi ini baju apa Mi, bentuk dan bahannya ko aneh" ucap Yusuf penasaran.
" Ssstth, jangan banyak tanya. Usiamu masih di bawah umur" jawab ustadzah Ulfi sambil mengambil baju itu dari tangannya Yusuf.
" Jangan bilang bilang abimu, nanti dia minta umi buat beli" pinta ustadzah Ulfi. Yusuf pun mengangguk mesti tak mengerti. Baju itu pun dimasukan plastik berwarna hitam.
" Kau kasih baju ini sama tante Nisa ya ke butik, umi takut ini pesanan orang yang ketinggalan soalnya masih ada label bajunya"
Yusuf kembali mengangguk.
" Aku berangkat ya Mi, asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Yusuf pun pergi sambil menjinjing kantong plastik itu. Iya berjalan sedikit cepat untuk pergi ke butik, karna sebentar lagi dia masuk kelas. Namun di tengah jalan dia bertemu dengan Zahira dan Erika.
" Asalamualaikum ka Yusuf" ucap Zahira sambil tersenyum senyum.
" Waalaikim salam"
Erika pun menyubit lengan sahabatnya itu.
" Jangan genit" bisik Erika.
" Hmmm" Zahira pun menatap kantong plastik itu yang kini sedang di jinjing Yusuf.
" Ka Yusuf itu apa?, buatku ya" ucap Zahira.
" Ini punya tante Anisa, sepertinya ketinggalan, aku mau mengembalikannya" jawab Yusuf.
" Punya ka Nisa?" tanya Erika.
" Hmmm"
" Biar aku antar ka Yusuf ke butiknya ka Anisa" Zahira menawarkan diri hingga Erika mencubit pinggang Zahira.
" Sudah kubilang jangan genit genit"
" Aku tidak genit, aku hanya ingin menolong, siapa tau ka Yusuf takut jalan sendirian" tutur Zahira.
" Itu cuma alasanmu, kau fikir Yusuf berumur 4 tahun" gerutu Erika.
" Suf, biar aku sama Ira saja yang mengantarkan ke butik" pinta Erika.
" Memangnya tidak apa apa?" tanya Yusuf.
" Tidak apa apa, kebetulan aku ada perlu sama ka Nisa" jawab Erika. Yusuf pun mengangguk lalu memberikan plastik berisi baju itu pada Erika.
" Terima kasih, aku pergi dulu. Asalamualaikum" ucap Yusuf.
" Waalaikum salam"
__ADS_1
Zahira pun melambai lambaikan tangannya pada Yusuf, lalu merebut plastik itu dari tangan Erika.
" Aku yakin ini bukan punya ka Nisa, ka Yusuf hanya alasan saja, ini pasti untuku, ka Yusuf pasti malu memberikannya" tutur Zahira sambil membuka kantong plastik itu. Dilihatnya lingri itu.
" Ini baju apa Erika?" tanya Zahira.
" Tidak tau"
" Seperti kain untuk menanak nasi" ucap Zahira. Tiba tiba Zahira baru mengerti.
" Astaghfirullah, Erika ini baju wanita penggoda, ikhhh ka Yusuf genit ya, dia ko ngasih baju ini buat aku" ucap Zahira sambil tersenyum senyum hingga Erika mengernyitkan keningnya.
" Ini bajunya punya ka Nisa, bukan punya Yusuf" tegas Erika.
" Kalau ini punya ka Nisa, lalu ka Nisa mau menggoda siapa pakai baju ini" ucap Zahira.
" Tentu saja mau menggoda ustad Ibrahim, diakan sekarang suaminya ka Nisa" tegas Erika.
" Buatku saja, aku akan menganggapnya dari ka Yusuf"
" Tidak boleh, itu punya ka Nisa"
" Ka Nisa pasti punya banyak baju seperti itu di butiknya, lagi pula kata ka Anisa dan ka Elina, baju berbahan transparan seperti jaring ikan itu diskon 100 %. Artinya baju ini geratis, jadi buat aku aja, aku akan memakainya di depan ka Yusuf setelah menikah nanti" tutur Zahira hingga Erika mengerutkan keningnya.
" Kalau kau memakai baju itu, Yusuf pasti akan langsung kabur, dikira kau wanita akhir zaman pengikut dajjal" gerutu Erika hingga Zahira mengerucutkan bibirnya. Tiba tiba ustad Usman datang menghampiri.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Ustad Usman pun nenatap baju yang kini di genggam Zahira. Zahira yang sadar pun langsung menyembunyikan baju itu dibalik punggungnya.
" Apa yang kau sembunyikan itu?" tanya ustad Usman. Zahira dan Erika menjadi gugup.
" Jangan bilang itu punya ka Nisa, nanti kakaku dibuli sama ustad Usman" bisik Erika.
" Kalau aku jawab ini punya ka Yusuf untuku, dia marah gak ya, apa aku akan langsung dinikahkan sama ka Yusuf" bisik Zahira sambil tersenyum senyum.
" Kau jangan gila Ira, kau bukannya akan dinikahkan, tapi kau dan Yusuf akan dihukum. Belum lagi kau akan mendapatkan hukuman tambahan dari kakakmu, ustad Riziq" tegas Erika. Zahira menjadi ketakutan.
" Selebor, aku ingin lihat apa itu" pinta ustad Usman.
" Coba kulihat"
" Tidak boleh"
" Lihat"
" Nggak"
Seketika ustad Usman langsung memberi tatapan menusuk. Zahira yang takut pun langsung mrmberikan baju itu. Mata Ustad Usman langsung membelalak melihat baju itu.
" Ini punya siapa?" tanya ustad Usman sambil memicingkan matanya. Zahira dan Erika mulai kebingungan.
" Eeeeee"
" Jawab" bentak ustad Usman.
" Punya ka Aisyah" jawab Zahira bohong.
" Ampuni aku ya Allah, maafkan aku juga ka Aisyah" batin Zahira.
" Punya Aisyah??????" tanya ustad Usman sedikit tak percaya. Zahira mengangguk.
" Astaghfirullah alazim, si Aisyah genitnya kebangetan, dia pasti mau memakai baju seperti ini di hadapan si berondong untuk menggodanya" gerutu ustad Usman.
" Ira, ka Aisyah tidak akan ngamuk ngamuk padamu?" tanya Erika.
" Sssstth"
" Biar aku yang berikan pada Aisyah, sekarang kalian berdua masuk kelas, nanti terlambat" pinta ustad Usman. Zahira dan Erika pun mengangguk dan pergi.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Ustad Usman pun pergi mencari Aisyah sambil menggerutu.
__ADS_1
" Si Aisyah genitnya memang naudzubilah"
Tiba tiba iya bertemu dengan Riziq.
" Tuh kebetulan si berondong lewat. Asalamualaikum"
" Waalaikum salam" jawab Riziq. Ustad Usman pun memberikan kantong plastik berisi lingrie itu pada Riziq.
" Apa ini ustad?" tanya Riziq.
" Itu aset istrimu, lain kali jangan menitipkan pada Zahira dan Erika, nanti fikiran mereka kotor" pinta Ustad Usman. Mesti tidak mengerti, Riziq pun mengangguk.
" Saya pergi dulu, asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Mata Riziq menganga melihat baju tipis itu.
" Si uni benar benar mau menggodaku" ucap Riziq sambil berlalu pulang ke rumahnya.
Sesampainya dirumah.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam, Kenapa pulang lagi Le" jawab Aisyah.
" Kau pake sekarang, aku ingin lihat cara kau menggodaku dengan baju itu" ucap Riziq sambil memperlihatkan kantong plastik itu. Aisyah hanya mengernyitkan keningnya.
"Si berondong kejedot apa?, pulang pulang minta digodain" batin Aisyah.
Mata Aisyah membelalak melihat baju itu.
" Baju siapa ini?" tanya Aisyah.
" Jangan pura pura uni, baju ini kau beli dari butiknya Anisa kan sengaja ingin menggodaku"
" Modus, alasan bilang aku yang beli, padahal dia sendiri pasti yang beli baju itu dari butiknya Anisa" gerutu Aisyah dalam hati.
" Aku tunggu nanti malam, asalamualaikum" ucap Riziq sambil berlalu pergi.
" Waalaikum salam"
" Aku tidak mau pake baju seperti itu. Sudah seperti perempuan akhir zaman pengikut dajjal. Aku pake baju super tebal saja, si berondong sudah tergoda, bagaimana aku pake baju itu, pasti aku sudah di banting ke atas ranjang"
Aisyah pun pergi menemui Dewi.
" Asalamualaikum Wi"
" Waalaikum salam Aisyah"
Aisyah pun memberikan baju itu pada Dewi.
" Untukmu"
Dewi pun tersenyum, lalu tiba tiba iya cemberut.
" Aku memang suka bajunya, tapi sayang, bajunya tidak akan cukup di badanku" ucap Dewi. Aisyah pun terdiam.
" Oh iya aku lupa, bawa saja terserah kau mau apakan baju itu" ucap Aisyah. Dewi pun mengangguk. Lalu membawa baju itu ke kantin dan diberikannya pada bi Ratna.
" Ini untuk bibi?" tanya bi Ratna.
" Hmmm"
" Alhamdulilah, lumayan buat menanak nasi"
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
*Cerita ini dibuat hanya untuk menghibur semata. Jika ada ucapan atau perbuatan yang menyinggung, saya minta maaf, harap jangan di tiru.Tidak ada sedikit pun niat dalam hati untuk merendahkan apapun, siapapun. Ambil positifnya saja.
Terima kadih*.