Janji Anissa

Janji Anissa
Di pulangkan


__ADS_3

Masih dengan Zahira yang dicilik dan disekap di gudang tua. Yuda sudah duduk pasrah menghadapi si selebor Zahira.


" Yudi kau lama sekali cuma beli martabak saja. Cepat pulang Yud, aku tidak mau pusing sendirian di sini" batin Yuda.


Tidak lama kemudian Yudi datang membawa martabak rasa coklat dan keju serta jus jeruk maroko sesuai yang diminta oleh Zahira.


" Horeee makanan datang" ucap Zahira antusias.


" Yud kau lama sekali" gerutu Yuda.


" Kau pikir nyari martabak disiang bolong begini gampang" Yudi ikut menggerutu.


Yudi pun memberikan satu bok martabak bangka dan satu gelas jus jeruk maroko.


" Makasih om penculik" ucap Zahira sambil membuka bok itu. Wangi martabaknya sungguh menggugah selera dihidungnya Zahira dan si kembar. Zahira pun melahap satu persatu potongan martabak itu.


" Mmmm nikmatnya" ucap Zahira sambil menjilati keju yang menempel dijari jarinya. Yudi dan Yuda pun nampak menginginkannya.


" Sepertinya enak Yud, kau tidak membeli lebih?" tanya Yuda. Yudi pun menggeleng.


" Aku sudah keluar uang banyak" gerutu Yudi.


Saat Yuda mau mengambil satu potong martabak itu, tiba tiba Zahira langsung menepisnya.


" Tidak boleh ini punyaku" ucap Zahira.


" Kau pelit sekali bocah ingusan" gerutu Yuda.


" Mmmm enaknya, nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan" ucap Zahira sambil melahap potongan martabak yang terakhir. Setelah makanan tandas semua, Zahira pun bersendawa kecil.


" Alhamdulilah"


Yudi dan Yuda pun mengeryitkan keningnya.


" Kecil kecil makannya banyak" gerutu si kembar.


" Om penculik, aku belum shalat zuhur" ucap Zahira.


" Nanti saja kalau bos Syabil datang"


" Kalian mau menjebloskanku ke dalam neraka" gerutu Zahira.


" Apa maksud dari ucapanmu, kenapa kau bawa bawa neraka" ucap Yudi.


" Orang yang menunda nunda atau meninggalkan shalat nanti masuk neraka" ucap Zahira.


" Benarkah?"


" Hmmm, om penculik tau, di neraka itu banyak api, rasanya panaaaaaaaas banget, kalian berdua mau di sentuh dan digelitikin sama api neraka" ucap Zahira. Yudi dan Yuda pun bergidik ngeri.


" Ya sudah silahkan kalau kau mau shalat" ucap Yuda.


" Tapi disini tidak ada mukena" jawab Zahira.


" Lalu dimana mukenamu?" tanya Yudi.


" Tentu saja ada di pesantren"


" Ya sudah kuantar kau ke pesantren untuk mengambil mukenamu" ucap Yudi. Seketika Yuda langsung memukul pundak sodara kembarnya itu.


"Kalau kau mau mengantarkan bocah ini ke pesantren untuk mengambil mukena, itu sama saja kau mengantarkannya pulang" gerutu Yuda.


" Ooh iya kau benar, lalu apa yang harus kita lakukan?"


" Ya sudah kita beli mukena untuknya, sekalian bawa dia ke masjid, biar dia cepat shalat dan kembali lagi ke gudang ini" ucap Yuda.


" Kalian mau membelikanku mukena baru?" tanya Zahira antusias.


" Hmmm, kepaksa itu juga, dari pada aku harus mengantarkanmu ke pesantren"


" Tapi belinya di mall ya" pinta Zahira. Hingga Yudi dan Yuda mengeryitkan keningnya.


" Kau jangan macam macam ya bocah ingusan, kau ini sedang diculik, kenapa kau minta belanja ke mall" tutur Yuda.


" Ya sudah kalau kalian tidak mau membelikan mukena di mall, kalian belikan aku mukenanya di butik ka Anisa saja" pinta Zahira.


" Ya sudah ayo" tegas Yudi. Hingga Yuda kembali memukul pundaknya.


" Kalau kau membeli mukena dibutiknya Anisa itu sama saja bunuh diri. Anisa pasti tau kalau adiknya kita culik" gerutu Yuda.


" Kau benar, lagi lagi aku bodoh"


Mau tidak mau si kembar pun mengajak Zahira pergi ke mall untuk membeli mukena.


Sesampainya di mall, Zahira nampak senang sekali, sejak ia masuk pesantren ia sudah jarang pergi ke mall.

__ADS_1


" Waah senangnya bisa jalan jalan lagi ke mal" ucap Zahira sambil mengedarkan pandangan kesekeliling mal yang nampak begitu ramai.


" Ingat ya bocah ingusan, kau ke sini untuk membeli mukena, setelah itu kau shalat di mushola yang ada di mal ini" tutur Yuda. Zahira pun mengangguk pasrah.


" Kali kali ke menyelam sambil minum air" gumam Zahira.


Setelah memilih milih mukena dan membelinya dengan merk ternama yang harganya lumayan tinggi, Zahira pun mengerjakan shalat zuhur di mushola yang ada di mall itu. Sementara Yudi dan Yuda menunggu di luar.


Setelah selesai shalat, Zahira pun menemui si kembar.


" Om penculik, kita ke time zone yu" ajak Zahira.


" Eh bocah semprul, kau jangan macam macam ya, kalau bos Syabil tau dia bisa melemparkan kami ke laut jadi santapannya ikan hiu" ucap Yuda. Zahira pun langsung mengerucutkan bibirnya.


" Ya sudah ayo kita pulang" ucap Zahira pasrah.


Mereka pun kembali lagi ke gudang tua itu.


* * * * * *


Sementara dengan Syabil yang kini menghubungi Anisa. Anisa nampak terkejut saat Syabil menghubunginya. Anisa pun menerima telpon dari Syabil sedikit menjauh dari orang orang yang ada di pesantren.


" Hallo asalamualaikum" Nisa mengucap salam.


" Aku tidak mau berbasa basi Nisa, bagaimana rasanya ketika adikmu di culik??" tanya Syabil.


" Apa maksudmu?" tanya Anisa tak mengerti.


Syabil malah tertawa.


" Kenapa?, kau blum sadar kalau adikmu kuculik, aku tidak akan minta tebusan uang, cukup kau menikah denganku sekarang juga baru kubebaskan Erika" tutur Syabil dengan nada sombongnya. Anisa pun mengeryitkan keningnya lalu menatap Erika yang sedang duduk bersama Elina menunggu laporan dari polisi.


" Kau mau membuat lelucon, Erika ada bersamaku" ucap Anisa sambil menutup sambungan telepon itu. Setelah itu ia memoto Erika yang bersama Elina lalu dikirimkannya pada Syabil.


Anisa pun nampak kebingungan, ia yakin yang diculik Syabil itu adalah Zahira. Anisa nampak takut sendiri hingga ia mengirim pesan lewat wahats app pada Syabil.


:Sebaiknya kau lepaskan gadis itu, kau salah sasaran, dia tidak ada hubungannya denganku: ( Anisa)


Seketika Syabil terkejut setelah membaca pesan dan foto yang dikirim Anisa. Syabil dengan marahnya langsung mengutuki kedua anak buahnya itu.


" Anak buah bodoh, tol*l, kalian menculik siapa" teriak Syabil di sebuah hotel. Ia langsung menghubungi Yudi dan Yuda, namun hp mereka nomernya tidak aktif.


" Brengs*k" teriak Syabil sambil melempar fash bunga yang ada di kamar itu.


---------


" Apa ?" tanya Elina.


" Ssssstth" ucap Anisa sambil menempelkan telunjuknya ke bibirnya sendiri. Ibra hanya diam kebingungan.


" Kenapa Nis?" tanya Ibra pelan.


" Sepertinya Zahira diculik oleh Syabil, mereka mengira itu adalah Erika. Syabil memintaku untuk menebusnya dengan harus menikah dengannya" tutur Anisa sambil berbisik. Ibra nampak terkejut begitupun Elina.


" Licik sekali si Syabil" ucap Elina.


" Bagaimana pun keluarganya Zahira harus tau" ucap Ibra.


" Aku takut, apa mereka akan marah padaku?" tanya Anisa. Ibra pun terdiam.


" Kurasa tidak, nanti aku yang bicara pada mereka" pinta Ibra menawarkan diri.


* * * * * *


Syabil yang kini langsung bergegas pergi ke gudang tua untuk menemui anak buahnya itu, nampak kemurkaan dalam dirinya.


"Punya anak buah bodohnya kebangetan, sebenarnya siapa yang kalian culik?" batin Syabil.


Setelah sampai di gudang itu, Syabil langsung masuk dan menemukan Zahira yang sedang selfi selfi menggunakan hpnya Yuda. Namun si kembar tidak ada di tempat, mereka sedang berada di luar gudang menghirup oksigen dan menenangkan pikiran mereka yang mulai mumet karna ulahnya Zahira sang tawanan. Zahira pun terdiam saat melihat Syabil datang.


" Siapa kau tanya Syabil?"


" Aku Zahira"


Kemurkaan Syabil memuncak.


" YUDIIIIII YUDAAAAAAA" teriak Syabil. Seketika si kembar berlari masuk setelah mendengar teriakan bosnya.


" Iya bos"


" Ini siapa?" tanya Syabil sambil menunjuk Zahira.


" Dia Erika bos" jawab Yudi dan Yuda.


" Tanya siapa namanya" pinta Syabil dengan nada tinggi.

__ADS_1


" Namamu Erika kan?" tanya si kembar pada Zahira.


" Aku Zahira"


" Jangan suka ganti ganti nama, nanti orang tuamu marah"


Seketika dengan marahnya Syabil menepuk keras kepala mereka.


" Dasar bodoh, kalian salah culik orang" teriak Syabil.


" Tapi usianya 16 tahun bos" jawab si kembar.


Syabil langsung murka seketika.


" Kalian fikir yang usianya 16 tahun itu cuma adiknya si Anisa doang" teriak Syabil.


" Kalau dia bukan Erika, lalu dia siapa?" tanya Yuda.


" Kenapa kalian malah tanya padaku hah"


Satu tamparan mendarat di wajahnya Yudi dan Yuda hingga mereka tersungkur.


" Ampun bos"


" Kalian memang ingin benar benar kulemparkan ke laut" ucap Syabil dengan geramnya.


" Jangan bos ampun"


" Aku tidak mau tau, bereskan perempuan kecil ini, terserah mau kalian apakan, dibunuhpun tidak masalah, yang penting dia tidak buka mulut dan melaporkan masalah ini" ucap Syabil lalu pergi dari gudang itu. Zahira nampak ketakutan setelah mendengar pertuturan Syabil. Zahira sudah menangis, apalagi saat Yudi dan Yuda mendekatinya.


" Jadi kau bukan Erika, kau membohongi kami?" tanya Yudi kesal.


" Kau bahkan membuatku pusing 7 keliling"


" Bahkan kau menghabiskan banyak uangku" gerutu Yudi. Zahira malah terisak.


" Kalian akan membunuhku?, kalian tau seorang pembunuh akan masuk neraka, neraka itu panas, kalian mau kenalan sama api neraka?" tanya Zahira sambil menyeka air matanya.


" Yud kau mau masuk neraka?"


" Ikh amit amit ya gak mau"


" Om penculik tau, aku ini anak yatim, ayahku sudah meninggal dan ibuku kabur entah kemana" ucap Zahira sambil menangis kembali. Hingga tumbuh rasa iba dalam diri si kembar.


" Kau anak yatim?"


" Hmmm"


" Malangnya nasibmu"


Yudi pun mengambil uang 50.000 dan diberikannya pada Zahira.


" Ini untukmu" ucap Yudi.


" Kurang"


" Yuda kau tambahin kasihan"


Yuda pun menambahkan uang 100.000 pada Zahira.


" Cukup??" tanya Yuda. Zahira pun mengangguk.


" Aku mau pulang om"


Karna mereka tidak mau pusing, si kembar pun langsung mengantarkan Zahira ke pesantren. Di tengah jalan Zahira melihat ada yang jualan buah buahan.


" Stop om, itu didepan ada tukang buah buahan, belikan aku salak sama semangka ya, buat oleh oleh" pinta Zahira. Si kembar pun langsung mengeryitkan keningnya.


" Eh bocah ingusan, kau tidak usah beli oleh oleh, kau ini baru pulang diculik bukan pulang liburan" gerutu Yudi.


" Om lupa ya kalau aku ini anak yatim" ucap Zahira memelas.


" Iya iya aku belikan" ucap Yudi pasrah.


Setelah membeli salak dan semangka, mereka pun melanjutkan perjalanan kembali.


Sesampainya di depan gerbang pesantren, Zahira pun turun dari mobil.


" Makasih ya om penculik sering seringlah menculiku" teriak Zahira.


" TIDAAAAAAAAAAAAK"


teriak Yudi dan Yuda sambil melajukan mobil hingga melesat pergi dari gerbang pesantren. Zahira pun melambai lambaikan tangannya pada mereka.


" Daaaaah"

__ADS_1


Zahira pun mengangkat 2 plastik yang ada ditangannya satu isinya mukena dan yang satu isinya salak dan semangka.


" Kupikir di culik itu menakutkan, tapi ternyata sangat menyenangkan hi hi hi" ucap Zahira sambil menatap 2 plastik oleh olehnya itu.


__ADS_2