Janji Anissa

Janji Anissa
Diculik


__ADS_3

Jakarta.


Kini Syanil sedang marah besar hingga ia membanting fas bunga yang ada di meja kerjanya, tepatnya di kantor Syabil yang ada di Jakarta.


prang...


Fas bunga itu pun pecah berkeping keping hingga Yuda dan Yudi meloncat kaget dan ketakutan.


" Breng*ek" teriak Syabil dengan marahnya. Syabil terus teringat dengan Ibra simusuh bebuyutannya. Sejak dibangku SMA, Sabil dan Ibra sudah menjadi musuh, selain karna masalah genk dan tawuran, hubungan mereka nampak tak akur karna mereka menaruh hati pada satu orang perempuan yang sama yaitu Anisa. Cinta mereka sama sama kuat, namun entah cinta siapa yang paling suci diantara mereka.


Syabil nampak menggram kesal, ia pun mengepalkan kedua tangannya.


" Kau memang berhasil memotong jari kelingkingku, tapi aku tidak akan membiarkan kau mematahkan hatiku, apalagi mengambil Nisa dariku. Jangan pernah harap" gumam Syabil.


" Apa yang harus kita lakukan sekarang bos?" tanya Yuda.


Syabil pun diam sejenak sambil berfikir.


" Culik Erika" ucap Syabil tegas.


" Siapa Erika bos?" tanya Yudi dan Yuda.


" Adiknya Anisa"


" Masih bayikah dia?" tanya si kembar kembali. Syabil langsung memicingkan matanya pada anak buahnya itu.


" Usianya 16 tahun. Awas kalaw kalian salah lagi, kulempar kalian ke laut" ancam Syabil.


" Baik bos"


" Jadi kita akan menyelinap kembali masuk ke pesantren?" tanya Yudi.


" Jangan, terlalu bahaya, kalian tunggu di dekat butik. Biasanya kalau ada waktu senggang Erika selalu berkunjung ke butiknya Anisa" tutur Syabil. Yudi dan Yuda pun mengangguk.


* * * * * * *


Sudah 3 hari ini Yudi dan Yuda selalu mengintai butiknya Anisa, berharap akan ada Erika berkunjung supaya mereka bisa melancarkan rencananya. Seketika itu mereka terkejut melihat Erika dan Zahira berjalan menyebrangi jalan raya itu dan masuk ke butiknya Anisa.


" Kau lihat dua anak perempuan itu, itu pasti salah satunya adalah Erika" Ucap Yudi.


" Sok tau kau" balas Yuda.


" Kau lihat seragam yang dikenakannya sama percis dengan seragam pesantren"


Diam diam Yudi dan Yuda mendekatkan mobilnya tidak jauh dari butiknya Anisa.


Anisa dan Elina nampak senang dengan kedatangan Erika dan Zahira.


" Kalian izin dulu ga datang ke sini?" tanya Anisa.


" Udah ka kita sudah izin sama ustadzah Ulfi, aku mau minta tanda tangannya ka Nisa untuk mengisi data data wali santri baru" tutur Erika sambil memberikan beberapa lembar kertas yang harus ditanda tanganinya. Anisa pun langsung menandatanganinya. Tiba tiba Zahira tersenyum melihat ada sekotak kue diatas meja kasir.


" Ka Elina itu apa?" tanya Zahira sambil menunjuk kotak kue itu.

__ADS_1


" Itu kue, kau mau?"


Zahira pun mengangguk.


" Ambilah" ucap Elina.


Zahira pun mengambil kotak kue itu dilihatnya hanya tinggal satu potong.


" Yaah cuma satu, tapi tidak apa apalah, rezeki anak solehah, cantik imut dan menggemaskan, hi hi hi" ucap Zahira sambil melahap kue kecil itu.


" Sampahnya buang kedepan ya" pinta Elina.


Zahira pun mengangguk. Setelah selesai memakan kue itu Zahira pun pergi keluar untuk membuang sampah. Diluar sudah ada Yudi yang sedang menunggu untuk membawa Erika. Yudi pun mendekati Zahira.


" Erika ya?" tanya Yudi.


" Aku Zahira"


" Massa???, jangan suka mengganti ganti nama sembarangan, nanti orang tuamu marah" ucap Yudi hingga Zahira mengeryitkan keningnya.


" Namaku Zahira"


" Namamu Erika" ucap Yudi kekeh, Zahira kembali mengeryitkan keningnya hingga.


" Om ini kebanyakan berjemur ya hingga otaknya jadi anget" ucap Zahira sedikit heran.


" Usiamu 16 tahun kan?" tanya Yudi.


" Iya" jawab Zahira.


Yuda yang ada didalam mobil pun langsung menepuk jidatnya karna Yudi malah asik berdialog dengan Zahira. Yuda langsung menyembunyikan klakson mobilnya. Yudi yang mengerti pun langsung bertindak, ia membekap mulut Zahira hingga Zahira tak sadarkan diri. Erika yang melihat dari dalam butik pun terkejut.


" Ira diculik" teriak Erika. Anisa dan Elina pun terkejut saat melihat Zahira dimasukan kedalam mobil. Saat mereka berlari keluar untuk menolong Zahira, namun terlambat mobil sudah berjalan dengan kecepatan tinggi.


" Toloong ... tolong"


Anisa, Elina dan Erika berteriak minta tolong, namun sayang suasana nampak sepi hanya mobil dan motor yang berlalu lalang yang sibuk dengan aktifitas masing masing.


" Tooolong"


Dari sebrang jalan Ibra mendengar mereka berteriak minta tolong hingga Ibra berlari menyebrangi jalan untuk menghampiri mereka.


" Asalamualaikum, ada apa?" tanya Ibra sedikit panik.


"Waalaikum salam, Zahira diculik, dia di bawa masuk kesebuah mobil" jawab Anisa.


" Ustad, tolong selamatkan Zahira" pinta Erika. Elina pun memberikan konci mobilnya pada Ibra. Seketika itu pula Ibra langsung bergegas mengejar mobil penculik itu dengan menggunakan mobilnya Elina.


Anisa, Elina dan Erika pun nampak khawatir dengan keselamatannya bocah selebor itu.


" Ya allah, selamatkanlah Zahira, meskipun dia rese dan menyebalkan, tapi dia adalah temanku" Erika berdo'a.


" Hubungi keluarganya" pinta Anisa.

__ADS_1


" Aku tidak punya nomor hp keluarganya" ucap Elina.


" Aku punya nomornya ustadzah Ulfi, biar dia yang sampaikan pada keluarganya Ira" ucap Erika. Erika pun langsung menghubungi ustadzah Ulfi. Ustadzah Ulfi pun nampak terkejut setelah mendengar murid fenomenalnya itu di culik. Kabar menegangkan itu pun sampai ketelinga ustad Riziq dan ustad Rasyid selaku kakaknya Zahira. Ustad Riziq dan Aisyah segera bergegas pergi ke butik Anisa di susul oleh ustad Rasyid dan ustad Soleh.


Dari kejauhan ustad Usman merasa heran melihat mereka berjalan tergesa gesa.


" Itu si ustad berondong sama si Aisyah mau pergi kemana buru buru begitu?" batin ustad Usman.


" Asalamualaikum, kalian mau pada kemana ribut ribut begitu?" tanya ustad Usman.


" Ka, Ira diculik" ucap Aisyah kini sedang merasa khawatir.


" Apa, diculik???, astaghfirullah alazim, malang sekali nasib penculiknya" ucap ustad Usman hingga Aisyah dan ustad Riziq mengeryitkan keningnya.


" Apa maksud dari ucapanmu itu ka?" tanya Aisyah.


" Aisyah, aku kasihan sama penculiknya, adik iparmu itukan rese dan menyebalkannya yang naudzubilah, pasti si penculik akan dibuat pusing 7 keliling, sungguh naas nasib si penculik" tutur ustad Usman hingga Riziq yang mendengarpun langsung memicingkan matanya.


" Jangan memberikan tatapan menusuk seperti itu padaku ustad Riziq, pada kenyataannya adikmu itu kelakuannya ajaib, dia pasti bisa mengalahkan para penculik itu. Sudah dapat dipastikan belum sehari saja Zahira pasti langsung di pulangkan tanpa minta tebusan terlebih dahulu. Si penculik akan masuk ruang UGD karna telah dibuat pusing 7 keliling oleh kelakuan adikmu itu" tutur ustad Usman.


" Pada kenyataannya adiku itu seorang perempuan, aku tak akan membiarkannya disakiti orang lain" ucap ustad Riziq yang kini langsung menarik tangannya Aisyah untuk pergi ke butiknya Anisa dan di susul oleh ustad Rasyid dan ustad Soleh.


" Ikuuuuuut" ucap ustad Usman sambil menyusul mereka.


Sesampainya dibutik.


" Mana Zahira?" tanya Aisyah panik.


" Ka Aisyah tadi Zahira dibawa oleh laki laki kedalam mobil dan Ira dibawa pergi" ucap Erika yang kini sudah menangis. Badan Aisyah terasa melemas.


" Leeee"


Riziq pun langsung memeluk istrinya.


" Tenang uni, berdo'alah" ucap Riziq.


" Tadi ustad Ibrahim mengejar mobil penculik itu, mudah mudahan saja dia bisa menyelamatkan Zahira" ucap Elina. Ustadzah Ulfi dan Yusuf pun berlari menghampiri mereka di butik, ada setitik kecemasan dalam diri mereka.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Bagaimana keadaannya Ira?" tanya ustadzah Ulfi cemas.


" Zahira dibawa pergi, dan sampai sekarang belum ditemukan"


" Ini bagaimana kejadiannya?" tanya ustad Soleh. Anisa pun menceritakan kejadian perkaranya kenapa bisa Zahira diculik.


Mereka semua merasa aneh. Kalau menculik Zahira intuk mendapatkan tebusan, itu hal yang tidak mungkin karna Zahira bukanlah anak orang kaya, kalau menculik Zahira karna kepintarannya itu pun bukanlah hal yang benar karna kecerdasan Zahira yang masih di bawah rata rata. Lantas apa yang membuat anak perempuan yang menyebalkannya sudah setingkat Dewa itu bisa sampai di culik. Itu akan membuat sebagian orang merasa kasihan pada penculiknya.


" Bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan" ucap Aisyah.


" Kita lapor polisi" ucap ustad Rasyid.

__ADS_1


Yang lainnya pun mengangguk setuju.


__ADS_2