
Setelah Ibra dan Anisa sampai di klinik, Ibra langsung membuka pintu klinik yang kebetulan dokter Husna sedang praktek.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Anisa sudah menyembunyikan wajahnya di dada suaminya karna iya merasa malu dengan perlakuan suaminya yang berlebihan itu. Ibra pun membaringkan Anisa di tempat tidur pemeriksaan. Anisa sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Istrinya kenapa ustad Ibrahim?" tanya dokter Husna.
" Tolong periksa istri saya dok, dia muntah muntah, sepertinya istri saya sedang hamil" ucap Ibra. Anisa sudah menggeleng gelengkan kepalanya. Tiba tiba datang Zahira dan Erika yang nampak begitu heboh.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Zahira dan Erika nampak ngos ngosan setelah berlari dari rumah menuju klinik.
" Dokter Husna, bayinya ka Anisa laki laki apa perempuan?" tanya Zahira hingga yang lain langsung mengernyitkan keningnya.
" Kau bicara apa Ira, baru saja hamil masa iya langsung melahirkan" gerutu Erika.
" Kufikir langsung melahirkan biar cepat"
" Sakarepmu"
Dokter Husna hanya tersenyum senyum.
" Sebentar ya saya periksa dulu" ucap dokter Husna lalu memeriksa keadaanya Anisa. Dokter Husna pun tersenyum lalu menatap Anisa.
" Tiba tiba saya mual melihat banyak toge, saya juga ada sedikit alergi sama sayur toge" ucap Anisa.
" Tidak apa apa mba Anisa, nanti saya kasih obatnya biar rasa mualnya hilang" jawab dokter Husna. Ibra pun terdiam kebingungan.
" Jadi istri saya hamil berapa bulan dok?" tanya Ibra penasaran. Anisa sudah menunduk, iya yakin Ibra pasti kecewa.
" Maaf ustad Ibrahim, mba Anisa tidak hamil, iya hanya tidak suka makan toge, dia juga ada sedikit alergi dengan sayur toge hingga iya mual mual dan muntah" tutur Dokter Husna. Ibra pun terdiam, iya memang merasa sedikit kecewa, namun iya bisa menerima apapun itu. Ibra pun tersenyum sambil menatap Anisa yang kini sedang menunduk.
" Sebentar ya saya ambil obatnya dulu" ucap dokter Husna lalu memilih obat untuk penyakit yang di derita Anisa. Ibra pun mendekati Anisa lalu membelai kepalanya lembut saat istrinya itu sedari tadi hanya menunduk.
" Kenapa Isya?" tanya Ibra. Anisa pun mendongakan kepalanya menatap Ibra.
" Maafin aku Bim, aku belum hamil sesuai keinginanmu" ucap Anisa. Ibra pun tersenyum lalu mengelus pipinya Anisa lembut.
" Tidak apa apa, mungkin belum waktunya kita diberi momongan. Aku yakin suatu saat Allah pasti kirimkan malaikat kecilnya untuk melengkapi keluarga kecil kita" tutur Ibra.
Anisa pun tersenyum.
" Amiin, makasih ya Bim, sudah mau mengerti"
Ibra pun mengangguk.
" Aku juga minta maaf, aku tidak tau kalau kau alergi toge"
Dokter Husna pun memberikan beberapa obat pada Anisa.
" Ini obatnya, diminum 3 kali sehari setelah makan" ucap dokter Husna.
Iya dok terima kasih" ucapIbra.
" Dokter, aku juga ingin di periksa, aku takut hamil, soalnya aku memakan sayur toge yang sama seperti yang dimakan sama ka Anisa" ucap Zahira. Dokter Husna pun tersenyum senyum.
" Ira, dokter Husna jelasin sedikit ya. Manfaat toge untuk wanita, untuk kesuburan. Kandungan vitamin E dalam toge berfungsi sebagai anti oksidan. Anti oksidan ini sangat ampuh mengangkat radikal bebas. Jadi, tidak heran jika pemicu penyakit kanker bisa dihindarkan. Konsumsi toge lebih rutin agar manfaatnya lebih maksimal, tapi jangan terlalu berlebihan, apalagi untuk orang yang mempunyai alergi sayur toge" tutur dokter Husna.
" Kau mengerti Ira?" tanya dokter Husna. Zahira pun mengangguk ngangguk.
" Sebenarnya aku tidak mengerti, tapi dari pada di bilang bodoh sama semuanya, lebih baik aku mengangguk saja" batin Zahira.
"Dok ada manfaatnya tidak sayur toge untuk laki laki?" tanya Ibra.
__ADS_1
" Manfaat toge untuk laki laki, meningkatkan sper*a. Dalam kaitannya dengan kesuburan, manfaat toge untuk laki laki adalah meningkatkan kualitas sper*a" jawab dokter Husna.
" Boleh saya tanya lagi dok, apa benar toge bisa menyuburkan kandungan?" tanya Ibra kembali.
" Toge memang benar memiliki manfaat untuk meningkatkan kesuburan. Tapi hal ini berlaku hanya bagi kaum adam saja. Belum ada penelitian yang membuktikan kalau toge menyuburkan wanita dan membuat cepat hamil. Toge yang berasal dari kacang hijau ini mengandung folat yang tinggi" tutur dokter Husna kembali. Ibra pun mengangguk.
" Tuh Bim, itu hanya berlaku untuk laki laki, jadi aku tidak perlu memakan toge, kau saja yang habiskan 5 kilo tage itu" ucap Anisa. Ibra sudah tersenyum malu.
" Yah dok, kalau toge hanya berlaku untuk menyuburkan laki laki, berarti aku tidak jadi hamil dong, dan ustad Ibrahim, jangan jangan ustadlah yang hamil" ucap Zahira tak masuk akal hingga yang lain mengernyitkan keningnya.
" Dokter Husna, selain pake tali atau rantai, kira kira dengan cara apalagi ya biar otaknya si Ira tidak geser geser" ucap Erika. Zahira yang mendengarpun langsung memicingkan matanya.
" Apa maksud dari pertanyaanmu itu Erika?" ucap Zahira sedikit kesal.
" Kau gila" jawab Erika.
Yang lain hanya tertawa saja.
Setelah selesai, Mereka pun pamit untuk pulang ke rumah.
" Terima kasih dokter Husna, telah memeriksa istri saya dan telah memberi penjelasan tentang manfaat toge" ucap Ibra.
" Sama sama"
" Dok boleh saya tanya sesuatu?" ucap Zahira.
" Mau tanya apa Ira"
Zahira pun terdiam lalu mulai memikirkan pertanyaan yang mau dilontarkannya pada dokter Husna.
" Ada tidak ramuan agar perasaan kita terhadap seseorang tidak mudah luntur" tanya Zahira. Dokter Husna pun tersenyum senyum mendengar pertanyaan Zahira, sementara Erika sudah menepuk jidatnya sendiri.
" Ada, kau tumbuk kunyit lalu di kasih jahe dan jus lemon serta cuka apel" jawab Erika.
" Racikan apa itu?" tanya Zahira.
" Ssstth jangan berisik, ayo kita pulang" ajak Ibra. Mereka pun mengangguk. Ibra pun sudah mendekati Anisa untuk menggendongnya.
" Jangan di gendong, aku masih bisa jalan" ucap Anisa.
" Tidak apa apa aku masih kuat"
" Tapi aku malu" bisik Anisa.
" Malu itu ketika kita melakukan kesalahan dan tidak mau mengakuinya" jawab Ibra. Anisa pun pasrah, Ibra sudah menggendongnya hingga rumah, diikuti oleh 2 orang perempuan kecil yang sedari tadi setia ngintil ngintil kemanapun mereka pergi.
" Ira, Erika, mau menginap di sini?" tanya Ibra. Erika dan Zahira malah saling pandang lalu menggelengkan kepalanya masing masing.
" Kami mau pulang"
" Ya sudah ka Ibra antar ya, ini sudah malam, kalian juga harus belajar, terutama kau Ira, biar kau bisa loncat naik kelas" ucap Ibra. Zahira pun mengangguk ngangguk.
" Isya, aku antar Erika sama Zahira dulu" ucap Ibra. Anisa pun mengangguk. Kini Ibra sudah berjalan bersama kedua bocah perempuan itu menuju asrama. Di tengah jalan mereka bertemu dengan ustadzah Ulfi dan Yusuf.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Yusuf tersenyum lalu diam menunduk. Sementara Zahira sudah tersenyum manis. Tidak lupa Erika dan Zahira pun mencium tangan ustadzah Ulfi.
" Mau kemana?" tanya Ustadzah Ulfi.
" Aku mau ke asrama, mau antar Erika sama Zahira, tadi mereka main ke rumah" jawab Ibra. Ustadzah Ulfi pun mengangguk tersenyum.
"Kita duluan mba, asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Sebelum pergi, Zahira pun sempat melirik Yusuf yang kini masih setia menunduk.
__ADS_1
" Kata ka Aisyah, lelaki yang baik itu, dia tidak akan menatap sesuatu yang bukan dan belum menjadi haknya. Pasti ka Yusuf hanya menunduk dari tadi karna dia sedang berusaha menjaga haknya, menjaga kesucian hati dan matanya. Bukan berarti dia menunduk karta tak suka apalagi benci. Ouuuh sosweatnya ka Yusuf" batin Zahira.
" Ayo"
Erika menarik tangan Zahira untuk segera pergi ke asrama.
" Kata kakakmu tidak boleh genit genit" ucap Erika. Zahira pun mengangguk pasrah.
Setelah mengantarkan Zahira dan Erika pergi ke asrama, Ibra pun kembali ke rumahnya karna Anisa sendirian di rumah.
" Asalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Dilihatnya Anisa hanya duduk di kursi ruang tamu.
" Obatnya sudah di minum?" tanya Ibra. Anisa menggeleng sambil tersenyum hingga Ibra menyipitkan matanya.
" Jangan bilang kau tidak bisa menelan obat" ucap Ibra kembali.
" Bisa ko, cuma aku tidak suka minum obat, pasti rasanya pahit"
Ibra pun pergi ke dapur untuk mengambil air hangat. Setelah itu iya mendekati Anisa, membuka obat yang di beri oleh dokter Husna.
" Pasti rasanya pahit" ucap Anisa.
Setelah mengambil 2 bulir obat itu, Ibra langsung menghadap Anisa.
" Aaa buka mulutnya" pinta Ibra. Anisa malah menggeleng sambil menutup mulutnya. Hingga Ibra memicingkan matanya.
" Jangan bilang kalau kau takut minum obat"
Anisa sudah tersenyum getir.
" Aku bukannya takut minum obat, tapi aku tidak mau merasakan rasa pahitnya" jawab Anisa. Ibra pun menatap istrinya dengan pasrah, lalu ia memasukan obat itu ke mulutnya hingga Anisa menganga melihat apa yang di lakukan suaminya itu.
" Kenapa si preman pensiun itu malah meminum obatku?????, apa dia juga alergi dengan toge???" batin Anisa heran.
" Buka mulutmu" pinta Ibra.
Anisa pun terdiam heran.
" Mau apa?" tanya Anisa.
Tanpa menjawab, Ibra pun menangkup kedua pipi Anisa dengan tangan kanannya hingga mulut Anisa sedikit terbuka. Dengan perlahan, Ibra pun mendekati Anisa dan menutup hidung Anisa dengan tangan kirinya, lalu mentransperkan obat itu ke mulut Anisa.
" Mmmmm"
Setelah berhasil memasukan obat itu ke mulut istrinya, Ibra langsung memberikan satu gelas air hangat pada Anisa.
" Minumlah"
Mau tidak mau, Anisa pun meminumnya hingga obat itu masuk ke perutnya.
"Minum obat saja susah" batin Ibra.
" Kerjaannya modus mulu, bilang saja mau curi curi kesempatan padaku" batin Anisa menggerutu.
Ibra hanya tersenyum melihat Anisa cemberut.
" Kenapa kau tersenyum senyum seperti itu?" tanya Ibra. Anisa langsung mengernyitkan keningnya.
" Aku bukan tersenyum tapi cemberut" gerutu Anisa. Ibra malah tertawa.
" Kenapa?, bukannya obatnya terasa lebih manis jika di minum langsung dari mulutku, bibirmu kan bisa langsung menyentuh bibirku" tutur Ibra sambil tersenyum senyum.
" Moduuuuuuus"
" Ha ha ha ha"
__ADS_1