Janji Anissa

Janji Anissa
Dosa


__ADS_3

Pagi pagi sekali Ibra sudah rapi memakai baju koko sarung dan kopeah, tak lupa juga dengan sorban yang selalu menempel di pundaknya. Tiba tiba Anisa keluar dari kamar mandi, sudah rapih dengan gamis putih dan kerudung berwarna toska, terlihat cantik dan anggun di pandang mata. Ibra pun tersenyum melihatnya.


" Mau membantuku?" tanya Ibra.


" Bantu apa?" tanya balik Anisa.


" Penampilanku"


Anisa pun menatap penampilan suaminya itu.


" Penampilanmu sudah rapih, apa lagi yang harus di rapihkan" ucap Anisa.


Seketika Ibra langsung melepas kopehnya dan mengacak ngacak rambutnya, lalu melepas semua kancing bajunya hingga terlepas semua. Anisa hanya diam sambil mengernyitkan keningnya melihat kelakuan suaminya.


" Sebenarnya yang gila itu siapa?????" batin Anisa.


Sambil tersenyum Ibra pun mendekati Anisa dan berdiri di hadapan istrinya itu. Mau tidak mau Anisa pun menurut.


" Karna aku ingin masuk surga, jadi aku mengalah" batin Anisa.


Perlahan Anisa pun mengancingkan satu persatu kancing baju kokonya Ibra, setelah itu mengambil sisir dan menyisir rambut Ibra hingga rapih. Setelah itu mengambil kopeah dan memakaikannya.


" Sudah rapih, ayo kita berangkat" ajak Anisa. Ibra hanya diam saja sambil menatap Anisa.


" Kenapa dia memberikan tatapan mencurigakan seperti itu???" batin Anisa curiga.


Ibra pun mendekati Anisa yang kini sedang berdiri di hadapannya, lalu memeluk Anisa dengan sebelah tangannya, lalu tangan sebelahnya menarik leher Anisa hingga wajah Anisa mendekat ke wajahnya, Anisa sudah menahan agar tidak mendekat pada Ibra.


" Bahaya ini, dia bisa merusak riasan di wajahku. Kumohon jangan merusak make upku, aku sudah berdandan dari subuh" batin Anisa.


Sayangnya Ibra tidak bisa mendengar ucapan Anisa dalam hatinya. Hingga mau tak mau Anisa menjinjitkan kakinya.


" Sudah cukup, nafasku sudah tersengal, plis lepaskan aku" batin Anisa memohon. Bukannya Ibra melepaskan Anisa, iya malah mengeratkan pelukannya pada Anisa.


" Bahaya, kenapa dia malah mengeratkan pelukannya. Plis, jangan lempar aku keatas tempat tidur, pagi ini aku mau pergi ke pengajian. Pliiiiisss, singkirkan dulu hawa nafsumu" batin Anisa.


Setelah puas Ibra pun melepaskan Anisa. Barulah Anisa bisa bernafas lega meskipun kini bibirnya cemberut tak jelas hingga Ibra tersenyum lalu mendudukan Anisa di hadapan meja rias dan cermin besar. Anisa semakin cemberut melihat riasannya sudah belepotan. Ibra hanya tersenyum melihat istrinya yang terus saja cemberut hingga Ibra menangkupkan satu tangannya pada kedua pipinya Anisa hingga membuat bibir Anisa mengerucut kedepan.


" Maafkan aku, sekarang rias lagi wajahmu, aku ingin lihat" ucap Ibra yang kini berdiri di belakang Anisa, menatapnya di cermin. Sambil cemberut Anisa pun mengambil beberapa lembar tisu dan membersihkan lipstiknya yang belepotan. Ibra pun ikut mengambil tisu dan membersihkan dirinya.


Setelah selesai memperbaiki riasannya, Anisa pun berdiri dari duduknya dan menatap Ibra.


" Sudah selesai?" tanya Ibra. Anisa pun mengangguk. Ibra pun tersenyum lalu membelai pipinya Anisa.


" Jangan dirusak lagi" pinta Anisa. Kini Ibra tertawa.


" Iya aku minta maaf soal yang tadi, ayo kuantar kau ke majlis, hari ini ada pengajiankan?" ucap Ibra.


Anisa pun mengangguk. Ibra pun mengantarkan Anisa ke majlis, mereka bertemu dengan Aisyah dan Nisa istrinya ustad Usman.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Eh pengantin baru, nempel terus ya" ucap Aisyah. Ibra dan Anisa pun tersenyum. Tiba tiba Ibra mencolek pinggang Anisa.


" Kenapa?" tanya Anisa.


Ibra pun menjawabnya dengan melirikan matanya pada perut Nisa istrinya ustad Usman yang kini sudah membuncit.


Anisa pun terdiam.


" Sabar, nanti juga Allah kasih" jawab Anisa sambil berbisik. Ibra pun mengangguk pasrah.


" Isya aku berangkat dulu, nanti kebutik mau di jemput apa berangkat sendiri?" tanya Ibra.


" Aku berangkat sama Elina dan Salwa, mereka juga mau ikut pengajian" jawab Anisa. Ibra pun mengangguk.


" Ya sudah aku berangkat"


Anisa pun mencium tangan suaminya itu.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Baru saja Ibra melangkah, Aisyah sudah memanggilnya.


" Ustad Ibrahim"


Ibra pun menghentikan langkahnya lalu menatap Aisyah.


" Kenapa ka Aisyah?" tanya Ibra.


" Pamitannya gitu doang?, kurang ada manis manisnya" ucap Aisyah hingga Ibra tersenyum malu. Sementara Anisa sudah menunduk.


" Plis ka Aisyah, jangan mengkompori suamiku, aku sudah di babad habis oleh suamiku tadi pagi" batin Anisa.


Sambil tersenyum Ibra pun melangkah pergi ke toko buku. Tidak lama kemudian datanglah Elina bersama Salwa.

__ADS_1


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Mereka pun masuk ke majlis bersama sama. Para jamaah pun sudah duduk berjejer rapih di sana termasuk Zahira dan Erika.


Seperti biasa, acara pun di mulai, Sarah sudah menjadi pembawa acara seperti minggu minggu sebelumnya, dan Aisyah yang mengaji. Lalu ustadzah Ulfi yang bershalawat. Dan kini ustad Usman lah yang menjadi penceramahnya.


" Asalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh" ustad Usman memberi salam.


" Waalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh" jawab para jamaah.


"Allah swt akan senantiasa memberikan nikmat serta karunianya kepada umatnya. Nikmat tersebut harus kalian syukuri kapan saja dan dimana saja. pada kesempatan hari ini izinkan saya menyampaikan sedikit tentang dosa yang sering dilakukan" tutur ustad Usman.


Semua jamaah nampak memperhatikan.


" Ada 8 dosa yang paling banyak dilakukan istri pada suaminya. Diantaranya ialah.



Menolak ajakan suami berhubungan (jima').


Tidak menghormati keluarga suami.


Berias bukan untuk suami.


Menyepelekan kebaikan suami.


Membangkang terhadap suami ( Nusyuz).


Keluar rumah tanpa izin suami.


Mengungkit kebaikan dirinya terhadap suami.


Menggugat cerai tanpa alasan syar'i.



Karena surga istri ada pada suami, jangan sampai kesalahan yang terlihat sepele ini malah jadi dosa para istri" tutur ustad Usman.


" Om ustad aku boleh tanya sesuatu?" ucap Zahira.


" Mau tanya apa Ira? ucap ustad Usman.


" Aku sering keluar asrama tanpa izin, apa aku termasuk istri durhaka?" tanya Zahira. Erika sudah menepuk jidatnya sendiri mendengar pertanyaan sahabatnya itu.


" Aku lupa kalau belum punya suami" ucap Zahira malu.


" Ira kau jangan membuatku malu" bisik Aisyah.


" Aku lupa kalau ka Yusuf itu belum menikahiku hi hi" batin Zahira.


"Ka aku boleh tanya sesuatu?" ucap Aisyah.


" Apa?"


" Kalau tadi dosa istri pada suami, lalu apa dosa suami pada istrinya?" tanya Aisyah.


Tiba tiba Zahira mengangkat tangannya.


" Om ustad, sebelum menjawab pertanyaan ka Aisyah, aku ingin tanya sesuatu" ucap Zahira.


" Apa?"


" Kalau seorang suami menyusahkan istrinya itu dosa tidak?" tanya Zahira.


" Menyusahkan dalam hal apa?" tanya ustad Usman.


" Itu istrinya om ustad sepertinya sangat kesusahan berjalan karna perutnya sudah membuncit dan itu adalah hasil perbuatannya om ustad" ucap Zahira. Erika kembali menepuk jidatnya kembali saat mendengar pertanyaan Zahira. Aisyah langsung membungkam mulut Zahira. Sementara ustad Usman sudah memicingkan matanya pada bocah selebor itu.


" Kalau bukan anak manusia ku telan kau hidup hidup" batin ustad Usman menggerutu.


" Ka kau jawab dulu pertanyaanku tadi, tidak perlu jawab pertanyaannya Ira" ucap Aisyah.


Ustad Usman pun mengelus ngelus dadanya.


" Sabar Usman sabar" batin ustad Usman.


"Beberapa dosa suami pada istri.




Tidak bisa mengajarkan ilmu agama. Perbuatan pertama yang dapat masuk sebagai kategori perbuatan dosa suami terhadap istri adalah tidak mengajarkan ilmu agama kepada istri. Padahal sudah menjadi kewajiban suami untuk memelihara diri dan keluarga yang di pimpinnya dari perihnya azab kubur dan siksa neraka.



__ADS_1


Tidak merasa cemburu.


Dosa yang kedua adalah tidak merasa cemburu terhadap istri dalam rumah tangga sendiri. Sifat cemburu sangat diperlukan sebagai bumbu bumbu dalam cinta. Namun tentu saja hal ini tidak diperbolehkan dilakukan dengan berlebihan.




"Di sini ada yang suka cemburu pada suaminya secara berlebihan?" tanya ustad Usman.


" Ka AISYAAAAAAAH" teriak Zahira.


Aisyah langsung menggeram pada adik iparnya itu.


" Kenapa Aisyah kau suka cemburu pada suamimu?" tanya ustad Usman.


" Hmmm" ucap Aisyah sedikit malu.


" Cemburu boleh tapi jangan terlalu berlebihan" ucap ustad Usman. Aisyah pun mengangguk ngangguk.


" Sekarang aku tanya padamu Aisyah, emang kau cemburu karna apa?, memangnya ada perempuan yang suka pada suamimu selain kau istrinya" tutur ustad Usman. Aisyah pun terdiam lalu tersenyum malu.


" Ka Aisyah seharusnya cemburu pada semut" ucap Zahira.


" Kenapa aku harus cemburu pada semut?" ucap Aisyah.


" Ka Riziq kan manis, bahkan lebih manis dari dodol palembang"


" Dodol garut bukan dodol palembang" bisik Erika.


" Ka Riziq nampak begitu manis, pasti banyak semut yang mengincar untuk menggerumuti" ucap Zahira kembali. Hingga Aisyah kembali menggeram.


" Kau jangan macam macam kalau bicara" gerutu Aisyah.


Zahira pun berbisik pada Erika.


" Kau tau Erika, aku suka cemburu pada ka Yusuf" ucap Zahira.


" Memangnya Yusuf dekat dengan siapa?" tanya Erika.


" Si HASAAAAAAN, dia nempel terus pada ka Yusuf, aku kan cemburu"


" Sakarepmu" ucap Erika.


" Saya lanjutkan kembali ya" ucap ustad Usman.


"3. Tidak memberi nafkah.



Membiarkan istri bekerja untuk menafkahi suami.


Memiliki perasaan benci pada istri.


Enggan membantu istri dalam pekerjaan rumah.


Menyebarluaskan aib istri.


Poligami tanpa mengindahkan syariat.


Menyakiti istri secara fisik.


Bersikap buruk kepada istri. Sebaliknya baik terhadap orang lain.


Meremehkan kedudukan istri.


Terburu buru mentalak.


Tidak setia terhadap istri.



Itu adalah beberapa dosa suami terhadap istrinya" tutur ustad Usman.


Ceramah pun selesai. Kini tinggalah pembacaan do'a.


" Biar aku saja yang baca do'a" Zahira menawarkan diri.


" JANGAAAAAAAN" teriak Erika dan Aisyah.


" Kenapa?" tanya Zahira heran.


" Nanti kau membacakan do'a tidur" bisik Erika.


" Ya sudah biar pengantin baru saja yang membacakan do'a" ucap ustad Usman sambil menatap Anisa.


" Aku???" ucap Anisa.


" Hmmm, jangan bisanya do'a junub saja, sekarang coba kau yang memimpin do'a" pinta ustad Usman. Sambil mengerucutkan bibirnya Anisa pun membacakan do'a yang sering iya pelajari bersama Ibra.

__ADS_1


__ADS_2