
"Sayang!" terdengar suara seorang pria di belakang Jessica.
Mendengar namanya di sebut oleh pemilik suara yang sangat familiar di indera pendengarannya, Jessica segera membalikkan tubuhnya. Ia sedikit terkejut ketika melihat Jerry sudah berada di belakangnya sambil menenteng tas besar yang berisikan perlengkapan bayi dan kantong berisi roti.
Ekspresi wajah Jerry mendadak berubah menjadi aneh setelah melihat Ezar dan istrinya berada di hadapan Jessica. Ada rasa tidak suka ketika melihat sepasang suami istri itu.
"Kenapa masih di sini?" tanya Jerry kepada Jessica.
"Emmm ...." Jessica tiba-tiba kehilangan kata untuk menjawab pertanyaan dari suaminya.
"Anak kami tidak sengaja menabrak Jessica, jadi kami minta maaf," sahut Bella ketika melihat Jessica tak mengeluarkan suaranya.
"Kami permisi dulu," pamit Bella sambil menatap Jerry, "ayo, Pah!" Bella menarik tangan Ezar agar segera berlalu dari hadapan Jessica dan Jerry.
Sepeninggalan Ezar dan istrinya, Jerry pun mengajak Jessica masuk, ia tidak mau membahas ataupun bertanya lagi tentang apa yang sudah terjadi karena baginya yang terpenting untuk saat ini adalah kelancaran proses persalinan Jessica.
Setelah mengurus beberapa administrasi dan surat persetujuan operasi caesar di ruang administrasi, Jessica dan Jerry di antar suster ke ruangan VVIP yang sudah di pesan sebelumnya.
"Silahkan istirahat dulu ya Moms, satu jam lagi akan di pasang infus dan di lakukan pengecekan ulang sebelum nanti sore operasi," ucap suster yang bertugas mengantar Jessica setelah sampai di kamar inap VVIP itu.
"Terima kasih, Sus," ucap Jessica sebelum suster itu keluar dari ruangannya.
Jerry mengarahkan Jessica agar istirahat di atas bednya. Perasaan gugup menyelimuti diri sepasang suami istri itu. Mereka berdua ngobrol hal-hal receh agar bisa menepis perasaan gugup yang ada di hati.
"Sayang, jangan tinggalkan aku di dalam ruang operasi sendirian ya, aku ingin kamu di sana menemani aku," ucap Jessica sambil menatap Jerry penuh harap.
"Tenanglah, aku pasti menemanimu." Jerry mengusap pipi Jessica dengan lembut.
...🌹🌹🌹🌹...
Detik demi detik telah berlalu, langit biru dengan hiasan awan putih telah hilang di telan gelapnya malam. Bintang bertaburan dengan indahnya di hamparan luas yang gelap. Penunjuk waktu sudah berada di angka sembilan malam tapi ruangan inap VVIP yang di tempati Jessica masih di penuhi gelak tawa dari keluarga Wongso. Di sana ada Fano, Bu Monik, Anne dan anak-anaknya.
Mereka bahagia ketika melihat bayi perempuan yang sedang tertidur pulas di dalam box bayi yang ada di dekat bed Jessica. Wajahnya yang masih merah membuat semua orang gemas melihat bayi yang nyaman dalam bedong itu.
"Je, bagaimana keadaanmu saat ini?" tanya Anne ketika melihat Jessica yang baru saja membuka kelopak matanya.
__ADS_1
"Sudah lebih baik Kak, tapi rasanya masih sakit di bekas jahitannya," ucap Jessica.
Suara tangis bayi akhirnya menggema di ruangan itu, membuat semua orang terhenyak dari tempatnya. Bu Monik segera mengangkat cucunya untuk di berikan kepada Jessica agar bisa mendapat ASI dari sumbernya.
"Jadi, siapa nama putri kalian?" tanya Bu Monik setelah memberikan cucunya kepada Jessica.
"Zoe Moms," sahut Jerry, "Zoeya Mikayla Wongso," lanjut Jerry sambil berjalan menuju tempat sang istri.
"Nama yang bagus," ucap Bu Monik dengan di iringi senyumnya.
"Jadi adiknya Fano namanya Zoe ya, Ma? Fano suka," sahut Fano yang sedang asyik bermain I-pad bersama anak pertama Anne.
Jerry mengangkat tubuh kecil putrinya setelah di rasa cukup tenang karena sudah merasakan kenyang. Ia menimang putrinya dengan wajah penuh cinta. Senyum indah terbit dari bibirnya ketika melihat bibir mungil Zoe mengerucut.
Rasa bahagia memenuhi relung hari Jessica, apalagi setelah rona kebahagiaan yang terpancar dari wajah Jerry dsn juga anggota keluarga yang lain. Kelahiran Zoe menjadi anugerah terindah yang di berikan Sang Pencipta untuk Jessica. Perasaannya pun menjadi tak karuan karena hal ini.
"Ya Tuhan ... terima kasih atas semua yang sudah Engkau berikan kepada hamba. Tidak ada hal yang membahagiakan lagi selain memiliki suami dan keluarga seperti yang Engkau kirim kepada hamba."
"Suamiku, Maafkan aku karena sebelum denganmu aku menjadi wanita yang buruk. Aku hilang kendali dengan melakukan perbuatan bodoh yang membuat hati para istri terbakar karena suaminya masuk dalam jerat cinta palsuku. Aku benar-benar menyesal karena terlambat mengetahui betapa besarnya cintamu padaku."
Perlahan bulir bening di pelupuk mata Jessica mulai turun membasahi pipinya, ia terharu ketika melihat Fano dan Jerry yang sedang asyik dengan Zoe. Ia bisa melihat betapa tulusnya perasaan Jerry kepada Fano.
Jessica berjanji pada dirinya sendiri, setelah ini ... bagaimanapun keadaan rumah tangganya di masa depan, ia tidak akan membuat kesalahan besar seperti di masa lalu karena Jerat Cinta Jessica sudah berakhir, cintanya sudah berlabuh di hati seorang pria keturunan Mexico, Jerryan Wongso.
...🌷TAMAT🌷...
...🌟Mojokerto, 05 Desember 2021🌟...
_________________________________________________
Pelajaran yang bisa di petik dari karya ini:
1. Jangan pernah menyia-nyiakan pasanganmu, karena banyak orang yang sedang mengincar cinta pasangamu.
2. Pasangan yang mengalah saat terjadi pertengkaran dalam rumah tangga bukan berarti dia harus di sepelehkan, karena semua itu akan membuat pasangan kita lelah dan kehilangan kesabarannya.
__ADS_1
3. Jangan gila harta dengan merebut apa yang bukan milikmu, karena semua itu akan membuat hidupmu tidak tenang. Kamu akan di kejar-kejar rasa bersalah di saat jiwa mu mulai lelah.
4. Rasa menyesal pasti akan hadir di saat kamu menemukan apa yang pernah kau sia-siakan. Kendalikan pikiranmu agar bisa berpikir jernih dan menyelamatkanmu dari tindakan bodoh yang bisa menghancurkan dirimu sendiri.
5. Terkadang pelakor tidak sepenuhnya salah menjadi orang ketiga karena ada istri yang lalai kepada pasangannya sendiri, ia lebih sibuk bersosialita tanpa memikirkan perhatian, kehangatan sang suami.
6. Jika dalam sebuah rumah tangga ada orang ketiga yang masuk, maka ketiganya sama-sama salah, tidak ada yang paling benar dalam situasi ini karena pada intinya, semua wajib intropeksi diri, jangan menjudge orang lain. Perbaiki diri sebelum memaki orang lain dan yang paling penting, Jangan biarkan ada celah di rumah tanggamu agar orang ketiga tidak masuk.
7. Menjadi orang ketiga bukanlah pilihan yang tepat karena kamu tidak akan pernah merasakan ketenangan hidup karena di saat jiwamu telah rapuh karena rasa lelah bersembunyi, maka disitulah hukuman sang pencipta bisa di rasakan.
8. Ingat! setiap perbuatan pasti ada balasannya, selagi bisa berbuat baik, lakukanlah!! Hindari berbuat jahat agar bisa selamat dari Karma dari sang pencipta.
9. Perceraian bukanlah akhir dari penyelesaian masalah karena ada korban karena perpisahan, dia yang menjadi korban adalah anak. Jadi, selagi bisa di maafkan, maka pertahankanlah!
Mungkin hanya itu pelajaran yang bisa author sebutkan, jika ada pelajaran lagi yang bisa di petik dari karya ini, silahkan tulis di kolom komentar.
Author Gemol
🌷Tie tik🌷
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Hay kak Reader👋👋
Terima kasih yang sebesar-besarnya aku ucapkan kepada kalian pembaca setia Jessica dari awal hingga tamat. Maaf author belum bisa menyajikan karya menarik seperti yang kalian inginkan, mungkin aku perlu belajar lagi tentang dunia pernovelan.
Mungkin beberapa hari kedepan aku akan menyiapkan karya baru yang akan publish tanggal 14 Desember besok di Noveltoon/Mangatoon. Jadi, terus ikuti kabar terbaru dari aku dengan mengikuti akun sosial media ku yak😝😉
...IG: @tie_tik || FB: Titik Pujiningdyah...
Aku kasih bocoran covernya yak😀
Good Bye👋 ketemu tanggal 14 Desember yak😍
__ADS_1
__________________________________________________