Jerat Cinta Jessica

Jerat Cinta Jessica
The First Kiss


__ADS_3

Suara isak tangis Jessica menggema di ruangan setelah Fela menjelaskan semua rahasia yang di tutupi selama ini. Fela sendiri sudah lelah menyimpan semua curhatan Jerry dari dulu hingga saat ini, ia lelah menghadapi Jerry yang hanya berani curhat kepadanya tanpa berani mengungkapkan perasaannya kepada Jessica.


Ya, sudah lama Jerry menyimpan rasa untuk Jessica, lebih tepatnya ketika mereka masih berseragam abu-abu. Sebuah komitmen yang terucap dari teman satu geng membuat Jerry harus memendam perasaannya. Geng Ponten, ya itulah nama geng yang beranggota empat orang, mereka tak lain adalah Jerry, Jessica, Fela dan Bayu.


Tidak ada yang boleh jatuh cinta di antara kita berempat, kita bersahabat untuk selamanya, jadi jangan rusak persahabatan kita hanya karena cinta sesaat.


Seperti itulah komitmen yang sudah mereka sepakati bersama. Jerry salah satu pencetus ide tentang komitmen itu. Namun, seiring berjalannya waktu, ia sendiri yang jatuh cinta kepada Jessica.


Hari terus berganti, perasaan Jerry kepada Jessica semakin besar. Bagaimana ia tidak jatuh hati kepada Jessica, setiap hari mereka selalu bersama, bahkan mereka berempat mendaftarkan diri di perguruan tinggi yang sama.


Terkadang cinta bisa membuat orang menjadi bo-doh. Ya, itulah ungkapan yang pas untuk Jerry. Ia lebih memilih untuk menyimpan perasaannya dari pada mengungkapkan langsung kepada Jessica.


"Tapi kenapa Fel kamu tidak mau memberitahuku sejak dulu, jauh sebelum aku menikah dengan Fery?" Jeje menyela cerita yang di ungkap oleh Fela saat ini.


"Karena Jerry yang mengikatku dengan sebuah janji, Je ... aku sebenarnya juga bosan harus menyimpan semua ini darimu, terlebih setelah melihat perpisahanmu dengan Fery." Fela menghela nafasnya, ia seakan lega setelah mengungkap semua ini.


"Jerry sangat mencintaimu, Je ... dia lebih memilih diam dan membiarkan kamu bahagia bersama pria lain," ucap Fela sembari menatap Jessica penuh arti.


"Apakah pernikahanku dengan Ferry yang membuat dia pindah kuliah ke luar negeri, Fel?" tanya Jessica sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya.


"Ya itu benar. Dia sangat frustasi saat itu, Je." Fela memutar bola matanya mencoba mengingat masa itu.


"Setelah menghadiri pernikahanmu bersama Fery, dia menghubungi teman sekelas kita, Elen." Fela mulai ingat kepingan masa lalu yang pernah terjadi dulu.


Jeje mengernyitkan keningnya ketika Fela menyebut nama Elen. Jeje tahu bahwa gadis itu sangat tergila-gila dengan Jerry, "Apa mereka pacaran?" tanya Jessica.


"Tidak! tapi Jerry melampiaskan patah hatinya kepada gadis itu. Jerry mengajak Elen pergi ke Hotel untuk melakukan hubungan suami istri, Je." Tentu saja ucapan Fela kali ini berhasil membuat Jeje membelalakkan matanya.


"Apa? jadi Jerry melepas perjakanya bersama Elen?" Jeje rasanya tidak percaya dengan semua ini.

__ADS_1


"Iya. Karena frustasi kamu sudah di miliki Fery seutuhnya, dia menjadi putus asa. Pikirannya kacau saat itu. Dan tidak lama setelah itu dia pindah kuliah ke luar negeri agar bisa melupakanmu, Je ..." kini Fela menatap manik hitam milik Jessica yang kembali di penuhi air mata.


"Setiap hari dia menghubungi ku hanya untuk bertanya tentang kabarmu. Nyatanya meski sudah berada di luar negeri hingga dia lulus S2, dia tidak bisa melupakanmu, Je ... dia masih menyimpan semua rasa untukmu sampai saat ini," ucap Fela dengan menekan kata-kata terakhirnya.


Jessica menundukkan kepalanya, ia terus menangis setelah mengetahui semua kebenaran yang terjadi dalam hidup Jerry. Ia menjadi merasa bersalah karena semua hal yang dirasakan Jerry setelah pernikahannya bersama Fery.


Jeje tidak pernah menyangka jika Jerry memendam rasa cinta sebesar itu untuk dirinya. Selama ini ia sendiri harus berusaha keras untuk menghapus rasa yang hadir dalam hatinya untuk pria keturunan Mexico itu.


***


Jerry mengayun langkah cepat agar segera samapi di ruangan Jessica. Ia panik setelah mendapat telfon dari Fela yang mengatakan jika Jessica terus menangis. Pikiran buruk terus menghantui pikirannya.


"Pelan-pelan saja, Bro!" ucap Suami Fela yang mengekor di belakang Jerry dengan santainya, ia tahu pasti istrinya sedang melancarkan rencana yang telah di susun sejak kemarin malam.


Jerry tak menghiraukan pria yang ada di belakangnya karena saat ini hanya Jessica yang ada dalam pikirannya. Jerry menekan angka lima di sisi pintu lift yang sudah tertutup rapat itu.


"Apa yang terjadi? kenapa tangisan Jeje seperti itu?" Jerry bermonolog dengan nafas yang terengah sambil mengingat suara Jessica saat Fela menelfonnya beberapa menit yang lalu.


Brakk!!


Pintu yang baru saja di buka Jerry kini telah tertutup dengan keras. Jerry terpaku melihat Jessica yang terisak di atas bednya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, akhirnya Jerry menghampiri kedua sahabatnya itu.


"Apa yang terjadi, Je? Apa ada yang sakit? Apa Ezar datang menemui lagi? Apa Fela menyakitimu? Katakan, Je katakan!" Raut wajah khawatir terlukis jelas di wajah tampan itu.


Fela menyebikkan bibirnya karena melihat pemandangan yang membuatnya merasa mual. Tanpa tahu malu Jerry meraih tubuh Jessica kedalam dekapannya, ia reflek menghujani puncak kepala Jessica dengan kecupan penuh cinta darinya.


Jessica membalas pelukan hangat dari Jerry. Ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang yang terasa nyaman itu. Bulir bening yang berjatuhan berhasil membuat kemeja Jerry menjadi basah.


"Je, jangan menangis terus! katakan padaku kenapa kamu seperti ini?" tanya Jerry dengan suara yang lebih lembut.

__ADS_1


"Dasar Bo-doh! Pria pengecut!" umpat Jessica di sela-sela tangisnya. Ia memukul dada bidang itu berkali-kali.


Jerry mengernyitkan keningnya mendengar umpatan Jeje, ia belum mengerti apa salah dirinya hingga Jeje mengumpat seperti itu, karena penasaran, Jerry segera mengurai tubuh Jeje dari pelukannya.


"Apa maksudmu, Je? apa aku yang membuatmu menangis seperti ini?" Jerry meletakkan kedua tangannya di bahu Jessica, ia membungkuk agar bisa menyelami manik hitam di hadapannya.


"Tentu saja! mau sampai kapan menyembunyikan semuanya dariku? kamu mau terus akting di depanku hah?" tanya Jessica dengan suara yang meninggi.


Fela menjauh dari tempat duo Je, ia menghampiri suaminya yang baru saja masuk ke dalam ruangan Jessica. Sepasang suami istri itu memilih duduk di sofa untuk menyaksikan drama percintaan yang sebentar lagi akan di mulai.


"Sampai kapan kamu menyembunyikan semua ini dariku? sebenarnya siapa yang kamu cintai hmm, aku atau Fela?" Jerry membelalakkan matanya ketika mendengar pertanyaan itu dari Jessica.


Sejenak Jerry melayangkan tatapan tajamnya kepada Fela yang sedang tersenyum simpul ke arahnya, tapi tatapan itu tak bertahan lama ketika Jeje memalingkan wajahnya agar kembali ke posisi semula.


"Jika kamu mencintaiku, kenapa tidak mengungkapkan langsung ke aku Jer? kenapa Fela yang harus tau tentang perasaanmu kepadaku?" Jeje masih mengejar jawaban dari Jerry.


Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Jerry segera meraup bibir tanpa warna itu. Ia menggigit bibir sensual itu agar terbuka, membuat lidahnya lebih leluasa untuk beradu bersama lidah milik Jessica. Mereka berdua seakan tak memperdulikan kehadiran orang lain di ruangan itu, dengan segenap perasaan cinta yang begitu besar mereka melakukan the first kiss dengan durasi yang cukup lama.


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍 β™₯️


Mumpung hari senin nih, yang punya vote nganggur boleh dong di kasihkan ke mbak Jes yang lagi jatuh cintaπŸ˜‚


_


_

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2