Jerat Cinta Jessica

Jerat Cinta Jessica
Pengakuan Bu Lidya,


__ADS_3

"Mama ...."


Bu lidya seketika membalikkan tubuhnya ketika mendengar sang putri telah datang. Seulas senyum manis terbit dari bibirnya untuk menyambut kedatangan putri bungsunya.


"Bella ...." ucap Bu Lidya.


Tatapan penuh tanda tanya tersorot dari kedua manik hitam Bu Lidya ketika melihat wajah sembab sang putri, tidak biasanya wajah Bella kusut seperti itu jika ia sedang berkunjung ke rumah.


"Ada apa, Nak?" tanya Bu Lidya ketika Bella menghambur kedalam pelukannya. Bella tergugu di pundak Bu Lidya.


Bu Lidya semakin penasaran dengan apa yang terjadi kepada putrinya, beliau mengusap rambut coklat Bella dengan penuh kasih sayang.


"Ayo duduk, Nak." Bu Lidya mengurai tubuh Bella, beliau mengajak Bella untuk berjalan menuju sofa yang ada di ruang keluarga.


Ratapan pilu Bella berhasil membuat dada Bu Lidya terasa sesak, beliau tidak tega melihat putrinya menangis seperti itu, karena selama ini kedua putrinya adalah wanita yang kuat, mereka tidak akan mengeluarkan air mata jika menghadapi masalah yang ringan.


"Katakan, Nak! kenapa kamu menangis seperti ini?" tanya Bu Lidya sembari menatap wajah Bella.


Hembusan nafas berat terdengar dalam ruang keluarga itu, Bella mengatur nafasnya sebelum menceritakan semua yang terjadi dalam rumah tangganya.


"Bella tidak kuat lagi Ma, Bella ingin cerai saja ...." Bu Lidya seketika membelalakkan matanya, beliau terkejut mendengar kalimat yang terucap dari bibir sang putri.


Bella menatap wajah keriput Bu Lidya, ia pun akhirnya menceritakan semua kejadian yang selama ini di alaminya. Tak ada satu pun yang di sembunyikan oleh Bella.


Degup jantung Bu Lidya seakan berhenti berdetak setelah mendengar penjelasan dari Bella. Beliau benar-benar syok saat ini, bayang-bayang tangisan seorang wanita muda kembali menghantui dirinya.


"Katakan siapa wanita yang berani merusak rumah tanggamu, Nak!" Bu Lidya mulai terbawa Emosi.

__ADS_1


"Wanita itu bernama Jessica," ucap Bella sembari menatap manik hitam Bu Lidya.


Nama keramat yang di ucapkan Bella berhasil membuat Bu Lidya semakin terkejut, beliau menyandarkan tubuhnya di sofa karena tiba-tiba tubuhnya terasa lemas.


"Apa benar wanita itu adalah pemiliki rumah ini, Ma?" tanya Bella. Ia harus memastikan semua kebenaran yang di ucapkan Jessica.


Tatapan kosong terpancar dari kedua manik hitam Bu Lidya, beliau seakan tenggelam dalam memori masa lalu yang kembali terputar dalam ingatannya, membuat sudut matanya menjadi basah.


"Apa dia menceritakan semuanya kepadamu? apa dia sengaja balas dendam?" tanya Bu Lidya tanpa menatap Bella.


"Dia menceritakan bagaimana Mama dan Kak Siva merebut suaminya. Dia pun tidak tau kalau aku bagian dari keluarga ini." ucap Bella ketika mengingat semua ucapan Jessica saat itu.


"Dia mengetahui semua ini setelah Bella minta tolong kepada Kak Siva untuk menemuinya, Ma," lanjut Bella. Kini ia memalingkan wajahnya untuk menatap wajah wanita yang ada di sampingnya.


Keheningan mulai terasa dalam ruang keluarga itu, Bu Lidya masih bungkam, beliau asyik dalam lamunannya hingga suara Bella kembali terdengar di indera pendengarannya.


"Kenapa Bella yang harus menerima karma nya ma? kenapa? bahkan Bella tidak tahu apapun tentang semua ini ... kenapa Mama dan Kak Siva tega melakukan perbuatan keji itu, Ma?" cecar Bella dengan derai air mata yang kembali membasahi wajahnya.


Bella tersentak setelah mendengar jawaban dari Bu Lidya, ia semakin penasaran dengan apa yang terjadi waktu itu, ia pun berkali-kali mengerjapkan matanya ketika melihat Bu Lidya menangis.


"Mama terpaksa melakukan semua ini karena kamu dan keadaan keluarga kita waktu itu, Bel!" ucap Bu Lidya dengan suara yang bergetar.


"Setelah Papa mu meninggal, semua aset yang kita miliki harus terjual untuk menutupi hutang perusahaan. Saat itu Mama dan kakakmu bingung harus bagaimana. Kami sengaja menyembunyikan semua ini dari kamu, Bel." Bu Lidya mengusap bulir air mata yang terus membasahi pipinya.


"Mama terpaksa mengizinkan kakakmu untuk merebut seorang pengusaha muda dari istrinya, karena saat itu Mama butuh banyak uang untuk membiayai kuliahmu di Korea, Bel! Mama tidak mau jika semua orang tahu keluarga kita hancur. Semua ini terjadi demi mempertahankan sebuah gengsi keluarga kita." Kini Bu Lidya menatap wajah sang putri yang terlihat syok karena semua penjelasan darinya.


Bu Lidya meraih tubuh Bella ke dalam dekapannya, beliau sangat merasa bersalah dengan apa terjadi dalam rumah tangganya. Bu Lidya menghujani Bella dengan kecupan yang mendarat di puncak rambutnya.

__ADS_1


"Bertahun-tahun Mama hidup dalam rasa bersalah yang begitu besar, Bel. Tapi mau bagaimana lagi? semuanya sudah terjadi, Mama tidak punya keberanian untuk minta maaf kepada wanita itu, setiap malam Mama selalu di hantui wajah cantiknya yang di penuhi air mata." Bu Lidya semakin terisak, beliau seakan tenggelam dalam kenangan masa lalu.


Keduanya terisak dengan posisi saling berpelukan, entah takdir macam apa yang sedang terjadi dalam keluarga ini. Bu Lidya tak pernah menyangka jika putri yang di banggakannya selama ini pun harus menerima karma dari semua perbuatannya bersama Siva di masa lalu.


Perlahan Bella mengurai tubuhnya dari dekapan hangat Sang Mama. Ia menatap wajah sendu wanita yang sangat ia cintai selama ini,


"Ma ... tolong restui Bella untuk bercerai dari Ezar, Bella sudah tidak kuat lagi Ma ...." ucap Bella dengan sorot mata penuh harap.


"Tidak Nak, Mama tidak akan mengizinkan kamu bercerai dengan Ezar. Sudah cukup Mama melakukan dosa besar, jangan menambah beban itu kepada Mama," ucap Bu Lidya dengan ekspresi yang tidak bisa di ungkapkan.


"Mama akan merasa bersalah kepada Alana jika kedua orangtuanya harus berpisah. Tolong Nak, demi Mama pertahankan rumah tanggamu, kuatkan hatimu untuk melalui semua ini. Mama tak akan sanggup hidup jika melihat rumah tanggamu hancur, Nak!" Bu Lidya menundukkan kepalanya, air matanya terus menetes seakan tak ada habisnya.


Bella tertegun setelah mendengar kalimat panjang yang terucap dari bibir sang Mama. Rasanya ia ingin menjerit setelah mendengan permohonan dari Bu Lidya.


Bella kembali di hadapkan di antara pilihan yang sulit, bagaimana bisa ia menolak permintaan sang Mama setelah mendengar semua kebenaran yang di ungkap oleh Bu Lidya.


"Ya Tuhan ... aku pun ikut andil dalam situasi ini, aku sudah menikmati apa yang di rampas Kak Siva dari Jessica. Haruskah aku membiarkan semua ini? aku juga seorang wanita, aku tidak sanggup membayangkan bagaimana rasanya Jessica. Semua yang aku rasakan sekarang ternyata tidak sebanding dengan yang di alami oleh Wanita itu," ucap Bella dalam hatinya.


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍β™₯️


Uh aku tuh gemmes sama keluarganya Bu Lidya, demi gengsi, mereka tega melakukan semua itu😌 apakah di Real Life ada yang mengalami kisah seperti ini?


_

__ADS_1


_


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2