
Drrt ... ddrrtt ... drrrt .....
Lebih dari lima kali ponsel hitam milik Jessica bergetar di atas nakas. Namun, sang pemilik masih terlelap dalam dekapan hangat sang suami. Rasa nyaman yang di rasakan Jessica seakan membuat dia lupa bahwa matahari hampir pulang ke peraduannya.
Jerry mengerjapkan mata, menyesuaikan cahaya dari lampu kamar yang di biarkan menyala sejak tadi malam. Tidur nyenyaknya harus terganggu ketika mendengar getaran ponsel Jessica.
Perlahan ia melepaskan tangannya dari kepala Jessica. Ada rasa kebas yang melanda lengan bergelombang milik Jerry, karena lengannya harus menjadi bantal Jessica sejak mereka tidur.
Jerry akhirnya meraih ponsel yang ada di atas nakas untuk melihat siapa yang sejak tadi menghubungi istrinya.
"Mommy video call?" gumam Jerry dengan suara yang lirih.
"Sayang, bangunlah!" Jerry menggoyang lengan Jessica beberapa kali agar segera bangun.
"Aku masih ngantuk, nanti aja kalau mau lagi! aku lelah, Sayang!" cerocos Jessica tanpa membuka matanya.
"Mommy lima kali video call." sebuah ucapan Jerry yang membuat Jessica langsung duduk di tempat.
"Hah! Mommy??" tanya Jessica yang belum sadar sepenuhnya.
"Iya, pakailah peignoir mu dulu, setelah itu kita akan menelfon balik Mommy," ucap Jerry seraya menyerahkan peignoir untuk Jessica.
Setelah memastikan Jessica rapi dengan rambut yang di kuncir asal, Jerry segera mencari kontak Bu Monik dan beberapa detik kemudian, panggilan itu langsung terhubung.
"Kalian baru bangun?" tanya Bu Monik tanpa basa-basi.
Tentu saja hal itu membuat Jessica merasa malu, karena Bu Monik sudah menjadi ibu mertuanya saat ini. Jessica menahan senyumnya ketika melihat ekspresi salah tingkah Jerry ketika Bu Monik bertanya tentang kegiatannya semalam.
"Kalian main sampai jam berapa hmm? apa kalian tidak tahu jika saat ini sudah sore? di Bali saja sudah jam empat kok!"
"Apa? Mommy di Bali?" tanya Jessica yang terkejut mendengar kabar dari mertuanya itu.
"Iya ... satu jam yang lalu Mommy baru sampai dan lihatlah, siapa yang sedang tidur ini, Je?" Bu Monik mengarahkan kamera ponselnya ke arah bocah kecil yang sedang tertidur pulas di samping Bu Monik.
"Mommy, membawa Fano ke Bali?" Jessica tentu saja terkejut karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari Bu Monik tentang semua ini.
__ADS_1
"Iya. Mommy sengaja membawa cucu Mommy ke Bali, dia sangat bahagia ketika tahu akan pergi ke Bali," Bu Monik mengulas senyumnya sambil menatap wajah Jessica yang terlihat bingung.
Obrolan pun terus berlangsung hampir tiga puluh menit. Banyak hal yang di tanyakan Jessica kepada Bu Monik tentang Fano yang saat ini jauh darinya.
"Jangan lupa makan biar stamina kalian tetap terjaga meski nanti malam lembur lagi," ucap Bu Monik sebelum mengakhiri video call bersama anak dan menantunya.
Jessica menyandarkan tubuhnya di headboard ranjang sambil memikirkan Fano, ada rasa tidak rela setelah mengetahui Fano jauh dari sisinya. Helaian nafas berat pun terdengar disana.
"Sudahlah, jangan khawatir! Fano pasti suka di sana, lagian di sana kan ada Lila juga, jadi tenangkan dirimu," ucap Jerry sebelum beranjak dari ranjang.
"hmmm ...." Jessica hanya bergumam sambil mengamati tubuh polos yang sedang berdiri di sisi ranjang.
Jessica mengedarkan pandangan untuk menyapu kamar yang berantakan. Taburan kelopak bunga mawar yang tadinya menghiasi ranjangnya, kini berhamburan di lantai bersama lingeri dan barang yang lain. Mereka menjadi saksi bisu bagaimana sepasang pengantin baru itu menghabiskan malamnya. Jerry benar-benar menghukum Jessica sampai pagi, atau lebih tepatnya mereka baru tidur sekitar pukul empat pagi.
"Sayang, kamu mau makan apa? aku mau menghubungi petugas hotel agar menyiapkan makanan untuk kita," tanya Jerry sambil membuka ponselnya.
"Apa aja, asal aku kenyang! aku benar-benar lapar!" ucap Jessica seraya beranjak dari ranjangnya. Ia berjalan menuju Almari untuk mencari dress yang bisa di pakainya saat ini.
"Jangan lupa katakan pada petugas hotel untuk membersihkan kelopak bunga ini, Sayang! lihatlah kamar kita seperti medan perang," lanjut Jessica tanpa menatap Jerry.
Kamar yang tadinya berantakan, kini telah rapi seperti sebelumnya. Sprei dan selimut pun sudah di ganti dengan yang baru, tidak ada lagi selimut bekas yang ternoda dengan mayonaise dari keduanya.
"Aku mau mandi dulu," ucap Jessica setelah beberapa menit yang lalu menyelesaikan makan siang yang sempat tertunda.
"hmmm ...." Jerry bergumam pelan tanpa menatap Jessica, ia sibuk dengan ponselnya, membalas pesan yang menumpuk karena seharian di abaikan.
Jessica melepas semua pakaiannya setelah bath up terisi penuh, gelembung sabun pun siap untuk memanjakan dirinya sore ini. Namun, baru saja Jessica masuk ke dalam bath up, pintu kamar mandi terbuka lebar.
"Alamak! pasti gagal mandi ...." gumam Jessica dalam hatinya setelah melihat Jerry masuk kedalam kamar mandi.
Jessica mengamati apa sedang dilakukan oleh suaminya itu, mulai dari gosok gigi hingga Jerry melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya, semua itu tak luput dari pandangan Jessica.
"Aku juga ingin berendam," ucap Jerry sambil menyeringai.
Mau tak mau, Jessica harus berbagi tempat dengan Jerry, ia memajukan tubuhnya dan memberi ruang untuk Jerry di belakang tubuhnya.
__ADS_1
Dugaan Jessica memanglah tepat, baru saja Jerry masuk ke dalam bath up, tubuh Jessica langsung di tarik oleh Jerry. Tangannya pun mulai mencari dua benda kenyal favoritnya.
Jessica kembali melenguh ketika Jerry memijat dua bukit kenyal miliknya dengan gelembung sabun yang memberikan sensasi geli. Apalagi ketika Jerry mulai bermain di puncak bukit itu, membuat tubuh Jessica menjadi mode on.
"Kita lakukan di kamar mandi," bisik Jerry sambil menggigit pelan daun telinga Jessica.
"Aku pasrah ...." gumam Jessica.
Setelah Foreplay usai, Jerry menuntun tubuh Jessica keluar dari bath up. Ia menyalakan shower untuk membilas tubuh mereka dari sisa gelembung sabun di bath up.
Di bawah guyuran shower yang mengalir, Jerry berhasil menghentakkan tubuh jessica dari belakang. Ia membantu Jessica menopang pahanya agar senjata pamungkasnya leluasa bergerak di lorong gua garba milik Jessica.
Erangan manja terus menggema di kamar mandi yang luas itu, keduanya saling menumpahkan gairah dalam jiwa yang semakin lama semakin berkobar. Banyak spot yang bisa mereka jadikan sebagai tempat penyatuan kedua tubuh yang tak kenal rasa lelah itu.
Jerry duduk di atas closet yang tertutup rapat dengan kaki yang sedikit terbuka untuk memudahkan Jessica memposisikan diri. Jessica kembali terpekik nikmat ketika lorong gua garbanya melahap habis senjata pamungkas milik Jerry.
Rasa nikmat semakin di rasakan oleh Jessica ketika Jerry bergantian menyesap kedua bukit kembar miliknya yang bergerak naik turun mengikuti ritme gerakannya. Jessica terus mengerang di atas pangkuan Jerry, ia mencengkram leher belakang Jerry ketika merasakan gelombang nikmat yang sebentar lagi akan datang.
"Berikan aku orgas-me panjang mu, Sayang!" bisik Jerry di sela-sela cumbu-an nya.
_
_
Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍
Dari kemarin nulis adegan hot hot pop mulu nih!!🙄
Dah cukup belom??? apa mau lagi?
_
_
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1