Jerat Cinta Jessica

Jerat Cinta Jessica
Menginginkan kamu lagi,


__ADS_3

"Tetaplah di Butik, aku akan menjemputmu nanti sore," ucap Jerry sebelum panggilan telfon bersama Jessica berakhir.


Hembusan nafas berat terdengar disana. Jerry merasa lega karena Fano dan Jessica aman dari jangkauan Fery. Jerry sengaja menyembunyikan masalah yang sedang ia hadapi saat ini dari Jessica, ia tidak mau jika Jessica kembali tertekan karena takut Fery mengambil putranya.


Jerry sudah memprediksi jika hal ini akan terjadi dan benar saja, Fery mulai mencari cara untuk mengambil Fano dari pelukannya. Fano memang sengaja di sembunyikan di Bali, karena Fery tidak pernah tau seluk beluk keluarga Wongso.


"Bo-doh!! sia-sia kau menyewa tiga bodyguard yang menyeramkan itu jika otaknya tumpul sepertimu, Fery!" umpat Jerry ketika menatap layar laptop yang menampilkan rekaman CCTV yang terpasang di rumah lama Jessica.


Dalam rekaman itu terlihat Fery dan tiga bodyguard berbadan kekar itu menggeledah rumah Jessica. Betapa bodohnya Fery, kenapa bukan rumah Jerry yang di geledah untuk mencari keberadaan Fano.


Jerry terus mengawasi gerak-gerik Fery yang mulai masuk kedalam kamar Jessica, hal itu membuat Jerry mengernyitkan keningnya, ia berpikir untuk apa kiranya Fery masuk ke kamar istrinya.


"Sial!! kenapa pria bo-doh itu masuk ke kamar Jessica!" sekali lagi Jerry mengumpat karena di kamar Jessica hanya ada satu kamera yang terpasang di walk ini closet, hanya untuk pemantauan jika ada orang mencari barang beharga Jessica yang tersimpan disana.


Brakk!! Jerry memukul meja yang ada di hadapannya tatkala melihat Fery mengeluarkan salah satu lingeri Jessica dari tempatnya. Jerry sangat geram ketika melihat Fery mengendus lingeri Jessica dengan mata yang terpejam.


"Cih!! rupanya kamu merindukan istriku!" umpat Jerry dengan perasaan yang semakin kesal, tangannya meraih ponsel yang ada di samping laptop untuk menghubungi seseorang.


"Lakukan tugasmu sekarang juga! pastikan ART dan pekerja lainnya aman di gudang belakang!" perintah Jerry kepada Ajay agar mengepung Fery dan bodyguard nya.


Jerry tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Fery saat ini. Caranya terlalu mudah untuk di tebak, membuat kekacauan di Perusahaan Jerry dengan bekerja sama dengan salah satu pesaing Wongso IND.


Semua yang dilakukan Fery hanya untuk mengalihkan perhatian Jerry agar tidak fokus kepada Fano, dengan begitu Fery lebih mudah untuk mengambil Fano secara paksa dari rumah Jessica.


Jerry termenung di tempatnya sambil memikirkan cara yang mulus untuk membuat Fery jera dengan perbuatannya. Haruskah ia menghancurkan Fery langsung? ya, itulah yang sejak tadi memenuhi pikirannya.


"Tidak! aku harus bermain cantik!" gumam Jerry tatapan lurus ke depan.


Sebuah senyum smirk terbit dari bibir Jerry tatkala layar laptop itu menunjukkan jika Fery dan bodyguardnya berhasil di berantas oleh Ajay dan anak buahnya. Fery di seret Ajay keluar dari rumah Jessica.


"Ini hanya pelajaran kecil untukmu, Fer!" gumam Jerry yang saat ini sedang duduk bersandar di kursi kerjanya.


...🌹🌹🌹🌹...


Sebuah mobil Alphard putih berhenti di depan sebuah taman kota. Ada sekitar lima orang termasuk supir yang ada di dalam mobil putih itu, salah satunya adalah Fery.

__ADS_1


Sebuah luka memar ada di rahang pipinya setelah mendapat bogem mentah dari sekelompok orang yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah Jessica, ia meringis ketika tangannya mencoba untuk meraba pipinya.


"Si-al!! aku ketahuan!" umpat Fery dengan kekesalan yang mendalam.


Niat hati ingin mengambil paksa putra kandungnya, malah kepergok oleh sang pemilik rumah. Rencana pertamanya gagal kali ini.


"Bos, apa mungkin yang bos cari berada di tempat lain, karena rumahnya seperti tak berpenghuni, Bos," ucap salah satu anak buah Fery yang duduk di kursi belakang.


"Saya rasa begitu, Bos! mantan istri Bos pasti sudah menyiapkan semua ini," sahut pria berambut gondrong yang duduk di kursi tengah.


Fery tak bergeming, ia sibuk dalam pikirannya sendiri, mencoba menerka di mana keberadaan putranya saat ini


"Harus kah aku menggeladah rumah Jerry untuk mencari keberadaan Fano, tapi sepertinya agak sulit untuk melakukan itu, pasti rumahnya di jaga ketat!" batin Jerry.


Fery mencoba mencari cara lain untuk bisa mengambil putranya, ia ingin sekali memeluk anak kandungnya itu. Ada sedikit rasa sesal dalam hati Fery setelah tahu kebenaran bahwa Jessica mengandung anak darinya, apalagi anak itu laki-laki.


"Sebaiknya kita pulang saja, nanti aku pikirkan cara yang lain," ucap Fery sambil menatap supirnya.


Fery tak melupakan sedikitpun semua tindakannya yang membuat Jessica sakit hati di masa lalu. Ia masih ingat bagaimana Jessica menangis ketika menerima surat cerai dari pengadilan.


Ya, kata itu yang pernah Fery ucapkan di hadapan Jessica dan yang paling di sesali oleh Fery adalah ketika Jessica mengatakan jika dirinya tengah hamil muda tapi tak di gubris oleh nya.


"Arrghh si-al!!" umpat Fery sambil memukul dashboard mobil.


Semua bodyguard hanya diam, mereka tidak berani untuk mengucapkan sepatah katapun saat ini. Mereka tidak mau memancing kemarahan Fery yang akan berimbas pada mereka sendiri.


Fery membuka membuka resleting jaket kulit yang dipakainya saat ini, tangannya meraba saku dalam jaket itu yang berisi kain tipis berwarna hitam.


"Kenapa bayang-bayang wajahmu saat mencapai klim-aks kembali hadir dalam pikiranku, Ca. Mungkin saat ini aku sudah tidak waras karena menginginkan kamu lagi, tubuhmu semakin menggoda di mataku. Aku ingin kamu kembali bersamaku membangun rumah tangga bahagia bersama putra kita," Batin Fery.


Akhir-akhir ini Fery sering membayangkan Jessica meliuk-meliukan tubuh di atas tubuhnya. Entah mengapa rasanya ia menyesal karena meninggalkan wanita bertubuh sexy itu yang kini sudah di miliki pria lain.


***


Suara musik yang menenangkan jiwa terdengar di dalam salon kecantikan milik Jessica. Suasana yang menenangkan membuat para pengunjung yang melakukan treatment di salon ini begitu betah dan enggan untuk pulang.

__ADS_1


Sama halnya dengan Jessica, di waktu yang menjelang sore ini, ia tengah menikmati pijatan lembut di kepalanya dari Rima, si wanita jadi-jadian.


"Eh Cin, di Eropa Yu ngapain aza?" tanya Rima di sela-sela pijatannya.


"Nyusuin bayi gede!" jawab Jessica tanpa berpikir panjang.


"Astaga naga yang belom keluar api!" Rima terkejut mendengar jawaban Jessica, "orang kaya mah gitu ye Cin, mau khelon aja harus ke eropa dulu," lanjut Rima dengan gaya kemayunya.


"Eyke jadi pengen cari suami Sugar Daddy ih, biar diajak ber-cin-ta di Eropa," ucap Rima lagi.


"Bapak penjual gula maksud lu?" tanya Jessica dengan mata yang terpejam.


Rima menyebikkan bibirnya mendengar jawaban Jessica, sejenak pria kemayu itu mengerucutkan bibirnya seperti ikan louhan.


"Eh, lagian mana ada Sugar Daddy yang mau nikah sama elu, Romi!! lu mau nikah dimane kalau sesama jenis?? lu gak takut tuh di hujat netijen +62?" cerocos Jessica sambil menatap Rima dari pantulan cermin yang ada di hadapannya.


"Iye juga ye! netijen disini menyeramkan euy!" ucap Rima yang kini melepas pijatannya dari kepala Jessica.


Jessica tergelak ketika menatap ekspresi wajah Rima yang terlihat lucu dalam pandangannya. Pria kemayu ini menjadi hiburan tersendiri untuk Jessica. Suara dua orang wanita yang baru saja masuk ke dalam salon membuat tubuh Jessica terhenyak begitu saja dari tempatnya.


"Selamat sore ...."


_


_


Selamat membaca kak, semoga suka ♥️😍


Fery dah gila tuh! ngebayangin mantan istri yang udah jadi istri orang!😝


_


_


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2