Jerat Cinta Jessica

Jerat Cinta Jessica
Romantis


__ADS_3

Matahari baru saja menampakkan diri di langit biru Kota London. Seorang wanita dengan tatanan rambut half curly telah siap untuk berangkat menjelajahi kota London bersama sang suami hari ini.


"Kamu terlihat lucu jika rambut panjangmu menjadi seperti ini, Sayang," ucap Jerry sambil memainkan ujung rambut Jessica.


"Tidak sia-sia tadi malam aku menunggu lama di Salon," lanjut Jerry sebelum mendaratkan kecupan mesra di puncak rambut Jessica.


Tadi malam setelah melepas bibit kecebong di kamar mandi, mereka berdua makan malam di salah satu Resto yang tak jauh dari Hotel dan setelah itu, mereka mencari salon yang masih buka di malam hari untuk membuat rambut Jessica terlihat lebih indah setelah di acak-acak oleh gadis oleng.


Keduanya keluar dari kamar hotel dengan kedua tangan saling menggenggam mesra. Bibir yang sama-sama melengkung menandakan sebuah kebahagiaan tengah menyelimuti sepasang pengantin baru itu.


Jessica bernafas lega, karena Jerry sudah mengamankan Fano dari jangkauan Fery. Ia sudah memikirkan semua ini sebelum acara pernikahan berlangsung, dan benar saja ... ternyata Fery mencari keberadaan Fano.


Setelah beberapa menit menyusuri koridor hotel, akhirnya mereka berdua sampai di Restoran hotel. Sebelum melakukan aktivitasnya hari ini, sepasang pengantin baru itu menikmati breakfast di meja yang ada di sudut Restoran.


"Yuk, kita berangkat sekarang!" ucap Jerry ketika melihat Jessica telah selesai sarapan.


"Lets go, Honey!" Jessica segera beranjak dari tempat duduknya.


Hari ini mereka akan menghabiskan waktu di London karena ini adalah hari terakhir mereka berada di sini. Besok pagi mereka harus berangkat ke Paris sebagai tujuan terakhir Honeymoon Duo Je.


Kebahagiaan terus terpancar dari wajah Jessica. Ia begitu menikmati hiruk priuk kota London untuk pertama kalinya. Ia seakan tak kehabisan senyuman hari ini.


Tujuan pertama mereka adalah Regent's Park, sebuah taman kota dengan hiasan bunga-bunga yang begitu indah. Taman ini begitu indah di pagi hari seperti saat. Bunga-bunga yang tertata rapi membuat siapapun yang melihat akan merasa kagum.

__ADS_1


Keduanya saling bergandeng tangan selama menyusuri taman kota seluas empat ratus sepuluh hektar ini. "Bunga-bunga disini sangat indah, Sayang! Rasanya aku ingin membawanya pulang," ucap Jessica ketika mereka berhenti di salah satu spot yang cocok untuk di jadikan background foto.


"Tapi ... semua yang aku lihat bukan seperti itu," ucap Jerry, hal itu berhasil membuat Jessica mengalihkan pandangan kearahnya, "Lalu seperti apa?" tanya Jessica.


"Tidak ada yang lebih indah selain dirimu, di mataku hanya kamu yang terlihat indah."


Jessica tersipu mendengar ucapan Jerry. Entah mengapa, meski ia telah mengenal Jerry lebih dari sepuluh tahun, mendengar Jerry mengucapkan kalimat itu berhasil membuat pipinya menampakkan sebuah semburat merah.


***


Senja telah datang untuk menyapa semu orang yang sedang menghabiskan waktu di pinggiran sungai Thames. Jessica dan Jerry pun sedang menghabiskan sore di atas bianglala raksasa di London Eye, salah satu wisata yang wajib di kunjungi jika pergi ke London.


Mereka duduk berhadapan dengan senyum yang terus mengembang. Mereka begitu menikmati keindahan langit London yang mulai berubah menjadi kekuningan di ujung barat.


"Setelah sekian lama menunggu, akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya. Dulu aku hanya bisa bermimpi untuk merajut cinta bersamamu, aku seperti seorang pengecut karena tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan semua perasaanku kepadamu, aku takut kamu menjadi tidak nyaman karena status kita. Tapi hari ini aku adalah suami mu, bukan lagi sahabatmu. Terima kasih, Tuhan," batin Jerry.


London Eye adalah tempat terakhir yang mereka kunjungi sebelum kembali ke Hotel. Meski merasakan lelah di sekujur tubuh, semua itu tak memudarkan rasa bahagia yang ada dalam diri mereka berdua.


Bulan madu yang sempat berantakan, kini telah tergantikan dengan keromantisan mereka berdua. Duduk bersanding di kursi panjang yang ada di pinggiran sungai Thames sambil memandang gemerlap lampu yang mulai menyala di Tower Bridge. Sebuah jembatan ikonik kota London yang ada di sungai Thames.


"Kamu tahu kenapa Tower Bridge terlihat indah saat ini?" tanya Jerry sambil membelai rambut Jessica.


"Kenapa?" Jessica menegakkan tubuhnya karena sejak tadi ia menyadarkan kepalanya di bahu kokoh sang suami.

__ADS_1


"Karena ada kamu yang menemaniku disini," ucap Jerry dengan diiringi sebuah senyuman yang membuat Jessica tersipu malu.


"Ih! apa sih, Sayang!" Jessica kembali menyandarkan kepalanya seperti sebelumnya, ia sedang menghindari tatapan mata Jerry yang membuatnya seperti ABG labil. Malu-malu gak jelas ketika mendengar gombalan dari pasangan.


Jerry tersenyum melihat rona merah yang terlukis di wajah istrinya itu. Meski hanya gombalan receh, nyatanya hal itu jarang sekali terlontar dari mulutnya, karena menurut Jerry hal romantis itu bukan hanya sebuah rangkaian kata yang terucap tapi sebuah tindakan, dimana pasangan menjadi yakin jika dirinya benar-benar di cintai.


"Ayo kita kembali ke Hotel, Sayang!" ucap Jerry dengan suara yang lirih, "kita harus istirahat, karena besok kita akan bersiap ke Paris," lanjutnya.


Akhirnya, mereka berdua beranjak dari tempatnya. Meninggalkan gemerlap lampu warna-warni yang menghiasi malam Kota London.


Rasa lelah dan bahagia telah membaur menjadi satu, membuat keduanya benar-benar puas hari ini karena tidak ada yang mengganggu kegiatan mereka. Kota London telah menjadi saksi bagaimana besarnya cinta yang di miliki pasangan duo Je.


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍


Episode ini hanyalah sebuah kehaluan othor yang hakiki,🤣🤣🤣 maklum pengen ke London tapi gak kesampaian😝 gpp kan ya menghalu dulu, sapa tahu tahun depan bisa ke London beneran🤣🤣🤣


_


_

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2